<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072</id><updated>2012-02-16T19:29:43.070-08:00</updated><category term='Perlindungan Anak'/><category term='Wanprestasi'/><category term='Pra Peradilan'/><category term='Kepastian Hukum'/><category term='Hukum Islam'/><category term='Ganti Rugi'/><category term='Hukum Progresif'/><category term='Korupsi'/><category term='Derden Verzet'/><category term='Hak Anak'/><category term='Kebebasan Hakim'/><category term='Civil Law'/><category term='Eksepsi'/><category term='Pengadilan Agama'/><category term='Intervensi'/><category term='Hak Asasi Manusia'/><category term='Pengadilan Anak'/><category term='Keuangan'/><category term='Mahkamah Agung'/><category term='Ekonomi Syariah'/><category term='Hukum Budaya'/><category term='Hakim Agung'/><category term='Perkawinan'/><category term='Pemeriksaan'/><category term='NO'/><category term='Whistle Blower'/><category term='Kriminal'/><category term='Keterbukaan Informasi Pengadilan'/><category term='David Tobing'/><category term='Ketidaktahuan Akan Hukum'/><category term='Hukum Perdata'/><category term='Ex Aequo et Bono'/><category term='Penegakan Hukum'/><category term='Pembuktian'/><category term='Komisi Yudisial'/><category term='Uji Materi'/><category term='Mahkamah Konstitusi'/><category term='Hukum Kekuasaan'/><category term='Hukum Adat'/><category term='Sistem Kamar'/><category term='Penghinaan'/><category term='Euthanasia'/><category term='Kompilasi Hukum Islam'/><category term='Perlindungan Konsumen'/><category term='Somasi'/><category term='Advokat'/><category term='Teroris'/><category term='Hukum Pidana'/><category term='Pembajakan'/><category term='Hak Asuh Anak'/><category term='Harta Bersama'/><category term='Perceraian'/><category term='Saksi Pelapor'/><category term='Bea Cukai'/><category term='Komnas HAM'/><category term='Common Law'/><category term='Perjanjian'/><category term='Actio Popularis'/><category term='Hakim Komisaris'/><category term='Citizen Law Suit'/><category term='Mafqud'/><category term='Hakim'/><category term='Hak Cipta'/><category term='Perlindungan Saksi'/><category term='Norma Hukum'/><category term='Yahya Harahap'/><category term='Kode Etik Hakim'/><category term='Blawger'/><category term='Hakim TUN'/><category term='Taat Hukum'/><category term='Penodaan Agama'/><category term='Perbuatan Melawan Hukum'/><category term='Filsafat Hukum'/><category term='Hukum Acara'/><category term='Hukum Sosial'/><category term='Delik Pidana'/><category term='Sanksi'/><category term='LPSK'/><category term='Ignorante juris non excusat'/><category term='KY'/><category term='Pembatalan Perkawinan'/><category term='Istilah Hukum'/><category term='Hakim Agama'/><title type='text'>Blog Seputar Hukum dan Peradilan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>60</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-6754392773975967551</id><published>2011-06-25T00:35:00.000-07:00</published><updated>2011-06-25T00:44:38.556-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komisi Yudisial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahkamah Agung'/><title type='text'>Membangun Kembali Hubungan Komisi Yudisial Dan Mahkamah Agung</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-7RQfbCk76U0/TgWPAWw2oBI/AAAAAAAAAH0/R4Ru26h706A/s1600/KY+n+MA.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/-7RQfbCk76U0/TgWPAWw2oBI/AAAAAAAAAH0/R4Ru26h706A/s200/KY+n+MA.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Hubungan KY dan MA akhir-akhir ini (kembali) memanas karena KY menganggap bahwa MA gagal dalam mengawasi tingkah laku para Hakim. Saking gemasnya, Taufiqurrahman Syahuri, Komisioner KY, dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Trijaya FM&amp;nbsp;mengatakan bahwa Hakim itu &lt;i&gt;ndableg&lt;/i&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;karena walaupun sudah 16 orang Hakim yang diberhentikan karena bertingkah laku tercela, ternyata masih saja tetap ada masih hakim-hakim yang “nakal”, ini terbukti dari ditangkapnya Hakim Syarifuddin karena menerima suap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Lebih jauh, Taufiqurrahman Syahuri juga mengungkapkan bahwa KY harus diberi kewenangan dalam Undang-Undang yang baru untuk menyeleksi Hakim, sehingga calon hakim yang akan diterima benar-benar bersih dan berintegritas, dan praktek yang selama ini berjalan bahwa calon Hakim yang lolos seleksi adalah hasil nepotisme bisa dihilangkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Belum lagi terjadi pertempuran yang alot dalam perumusan Rancangan Undang-undang KY yang baru di DPR dimana terjadi perdebatan tentang perlu tidaknya dimasukkannya pasal kewenangan KY untuk menyadap Hakim dan untuk menjatuhkan sanksi kepada Hakim demi mencegah adanya Hakim-hakim yang “nakal”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Panasnya hubungan ini, seakan semakin “tersiram bensin” dengan penolakan MA terhadap pemanggilan Majelis Hakim pemeriksa perkara Antasari dan Abu Bakar Baasyir oleh KY untuk diperiksa dengan dugaan pelanggaraan kode etik. Terakhir, KY menyatakan bahwa 214 Calon Hakim yang telah diterima oleh MA medio 2009 yg lalu terancam illegal dan tidak sah karena tidak melibatkan KY dalam proses seleksi terbsebut. Hubungan antara MA dan KY pun berada di puncak pertikaiannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Antara Seharusnya dan Sebaiknya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Denny Indrayana (2008:20) berpendapat bahwa ada tiga macam relasi antara KY &amp;nbsp;dan MA: Konstruktif, Kolutif, dan Konfrontatif. Relasi yang konstruktif adalah hubungan yang berjalan di atas kesepahaman untuk saling kontrol dan saling imbang &lt;i&gt;(check and balances&lt;/i&gt;) guna menciptakan peradilan yang lebih bersih dan berwibawa. Relasi yang kolutif menunjukkan bahwa KY tidak berfungsi sebagai lembaga pengawas hakim, melainkan hanya menjadi pemberi stempel bersih kepada apapun keputusan para hakim. Relasi ketiga, konfrontatif, adalah hubungan KY dan MA yang selalu berseteru, dengan akibatnya tertinggalnya agenda bersama untuk memerangi &lt;i&gt;judicial corruption&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dari ketiga relasi tersebut, yang seharusnya terjadi antara KY dan MA adalah relasi yang konstruktif, hubungan yang saling membangun dan bekerjasa sama antar lembaga negara menuju sebuah penegakan hukum yang adil dan bermartabat, juga Hakim yang terhormat dan berperilaku luhur. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi sekarang adalah relasi yang konfrontatif, saling menyerang satu sama lain, tidak tergambar sama sekali sebuah keharmonisan hubungan antara lembaga negara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Salah satu faktor pendukung relasi yang konstruktif adalah ketika KY dan MA dapat bertindak sesuai dengan porsi kewenangan, kewajiban dan tanggung jawab masing-masing, apa hal yang “seharusnya” dilakukan, dan apa yang “tidak seharusnya” dilakukan terkait kewenangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kewenangan yang “seharusnya” dilakukan oleh KY selain melakukan pendaftaran, seleksi, menetapkan calon Hakim Agung, dan mengajukan calon Hakim Agung tersebut ke DPR, adalah menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim (UUD Pasal 24B dan UU No 22 tahun 2004 Pasal 13). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kewenangan “seharusnya” dari KY terhadap MA (Hakim), dalam kalimat “menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim” itu berarti KY bukanlah semata menjadi lembaga penghukum, lembaga penyadap dan lembaga penyeleksi bagi Hakim, akan tetapi lebih luas dari itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;“Menjaga dan menegakkan kehormatan” itu berlaku dalam setiap sendi kedinasan seorang Hakim, dalam khidmatnya proses persidangan, dalam ketertiban dan keamanan proses persidangan, dalam keselamatan dan ketenangan seorang Hakim dalam mengambil putusan untuk perkara apapun tanpa harus mengalami ancaman dan tekanan dari pihak manapun, dan tidak semata tergambar hanya dalam sebuah amar putusan. Sehingga tidak tepat apabila kehormatan itu hanya dinilai dari benar/tidak atau adil/tidaknya sebuah putusan, tapi tidak melihat kepada bagaimana proses dijatuhkannya amar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dalam kalimat itu pula, tergambar bahwa KY “seharusnya” lebih berfungsi untuk mencegah terjadinya &lt;i&gt;contempt of court&lt;/i&gt; dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan Hakim, berusaha bersama MA agar semua orang dapat menghormati proses persidangan dan putusan, mengusahakan agar tidak ada ancaman dan tekanan kepada Hakim untuk menjamin independensi seorang Hakim dalam memutus perkara, daripada hanya sekedar berfungsi sebagai pengawas dan pemeriksa Hakim.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Adapun kalimat selanjutnya berbunyi “Keluhuran martabat serta perilaku Hakim” berlaku dalam setiap sendi kehidupan sehari-hari seorang Hakim, dalam pergaulan sehari-hari seorang Hakim, dalam fasilitas yg diberikan kepada Hakim untuk menunjang nama baik serta martabat Hakim tersebut, termasuk bagaimana seorang Hakim bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya dengan layak untuk mewujudkan keluarga Hakim yang harmonis dan berperilaku luhur. Sehingga tidak tepat jika keluhuran martabat dan perilaku tersebut hanya dinilai dari penyimpangan-penyimpangan yang terjadi tanpa menganalisa apa akar dan sebab terjadinya penyimpangan tersebut. Tidak hanya sekedar mencari kesalahan, tapi juga mencari jalan keluar agar kesalahan itu tidak kembali terulang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Namun ada kalanya, ketika pendekatan apa “yang seharusnya” tidak dapat menyelesaikan masalah, patut dikedepankan pendekatan “yang sebaiknya”, dimana ketika pendekatan “yang sebaiknya” dipakai maka akan sangat berkaitan dengan norma dan etika. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ketika etika diartikan sebagai sesuatu yang dibatasi dengan dasar nilal moral menyangkut apa yang diperbolehkan atau tidak, yang baik atau tidak baik, yang pantas atau tidak pantas pada perilaku manusia, maka setiap tingkah laku yang dilakukan baik oleh KY dan MA untuk kebaikan bersama harus berlandaskan kepada nilai dasar etika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ditilik dari pendekatan “seharusnya”, maka KY tidak dapat memaksa untuk memeriksa seorang Hakim berdasarkan putusan yang telah Hakim tersebut jatuhkan, dan Hakim (juga MA) berhak untuk menolak itu. Akan tetapi ketika pendekatan “sebaiknya” dipakai, maka KY bisa saja memeriksa seorang Hakim, tapi tidak dengan cara memaksa, akan tetapi dengan membina hubungan baik dengan MA agar bisa menghasilkan kesepakatan bersama yang berisi bahwa KY dapat memeriksa seorang Hakim (yang sampai saat ini belum ada), lengkap dengan rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar dan teknis pelaksanaannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Secara kelembagaan, KY dan MA “sebaiknya” tidak berkonflik secara institusional, bahkan sampai saling menyerang lewat media, melainkan mengarahkan secara bersama-sama konflik tersebut ke ranah personal, kepada oknum-oknum hakim yang berpraktik menyimpang, dan ini memerlukan kerjasama antar kedua lembaga tersebut untuk membentuk satu visi yang sama demi membumi hanguskan praktik mafia peradilan, yang tentu saja tidak akan pernah terwujud jika pendekatan etika antar institusi tidak dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pendekatan “sebaiknya” juga tidak akan pernah dapat membenarkan pernyataan-pernyataan seperti yang telah disebutkan di awal tulisan ini, karena kalimat-kalimat yang terlontar itu sangat rawan konflik, &lt;i&gt;debatable&lt;/i&gt;, dan tanpa ada dasar yang jelas. Pendekatan “sebaiknya” mensyaratkan pemilihan kalimat yang santun dan elegan, yang tidak berpotensi untuk menjadi api dalam sekam bagi kedua belah pihak, yang dapat mendinginkan dan meredakan tensi suasana konflik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa ada ribuan laporan dari masyarakat kepada KY tentang Hakim yang diduga melanggar kode etik ataupun bermain api perkara, namun akan sangat bijak jika “sebaiknya” KY dalam menindak lanjuti semua laporan yang ada dengan tetap menempatkan laporan tersebut sebagai “dugaan”, dan bukan “vonis”. Seorang terdakwa di persidangan pun tetap mempunyai hak praduga tak bersalah, apalagi laporan tentang Hakim yang diduga/disinyalir melanggar kode etik atau berbuat nakal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bersekutu atau Berseteru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bruce Ackerman menyatakan bahwa sistem &lt;i&gt;checks and balances&lt;/i&gt; dalam sebuah pemerintahan (di Amerika Serikat) tidak lagi dilakukan tiga cabang kekuasaan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif), akan tetapi lima cabang: Presiden, DPR, Senat, MA dan komisi-komisi independen, sehingga teori &lt;i&gt;check and balance&lt;/i&gt; yang hanya berlaku diantara lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif ala montesquieu pun mulai menjadi usang, sehingga pembentukan KY, sebagai &lt;i&gt;check and balance&lt;/i&gt; terhadap MA, adalah salah satu bentuk dari penerapan teori ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Lembaga-lembaga negara yang telah ada, termasuk di dalamnya antara KY dan MA, harus bisa membangun hubungan baik dan saling bersekutu untuk menegakkan hukum dan keadilan demi menuju sebuah negara yang baik dan sehat. Bersekutu disini tidak diartikan dengan hubungan yang kolutif yang penuh basa-basi dan saling pengertian, akan tetapi dalam arti hubungan yang konstruktif dengan menghindari adanya relasi yang konfrontatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Untuk membayangkan relasi KY dan MA yang kolutif dapat dianalogikan dengan relasi presiden dan DPR. Hubungan presiden dengan DPR yang terlalu mesra akan menghadirkan relasi yang kolutif yang dapat menyebabkan DPR tidak akan kritis, fungsi pengawasan DPR menjadi mandul dan setiap kebijakan keliru sekalipun akan mendapatkan pemakluman dan persetujuan DPR. Adapun relasi yang konfrontotatif akan menyebabkan kehidupan bernegara akan terus berkonflik dan terganggu, yang muaranya hanya akan melahirkan kelelahan serta kejenuhan politik yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sama halnya dengan relasi presiden dengan DPR, hubungan ideal KY dan MA adalah hubungan &lt;i&gt;check and balance&lt;/i&gt; yang konstruktif, yang berarti konfrontasi yang sekarang terjadi harus segera diakhiri, dan kemudian segera bekerja sama menyusun agenda kerja bersama menegakkan dunia hukum yang adil peradilan yang agung dan bermartabat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;KY tidak berada di depan MA sebagai pemimpin dan guru, KY tidak berada di belakang MA sebagai pengikut dan tukang cap stempel, KY tidak berada di atas MA sebagai pengawas dan penghukum, KY juga tidak berada di bawah MA sebagai seorang bawahan, akan tetapi KY berada di samping MA untuk berjalan seiring, untuk saling bekerjasama memecahkan permasalahan, dan untuk mengingatkan ketika ada kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Jika hubungan konfrontatif antara KY dan MA ini tetap diteruskan, niscaya tidak akan ada pihak, baik itu KY atau MA, yang muncul menjadi pemenang, semuanya pasti kalah. Karena satu-satunya pihak yang menari-nari dan bersenang-senang di atas konfrontasi ini adalah para koruptor, para terdakwa, dan semua orang yang tidak menginginkan adanya peradilan yang agung dan bermartabat, juga Hakim yang profesional, adil, berintegritas dan berbudi luhur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Apabila hubungan antara KY dan MA yang konstruktif telah terbangun, entah itu menggunakan pendekatan “seharusnya” atau “sebaiknya”, maka cita-cita dan relasi ideal KY dan MA yang bersama-sama dan berjalan seiring dalam membasmi mafia peradilan bisa terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-6754392773975967551?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/6754392773975967551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/membangun-kembali-hubungan-komisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/6754392773975967551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/6754392773975967551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/membangun-kembali-hubungan-komisi.html' title='Membangun Kembali Hubungan Komisi Yudisial Dan Mahkamah Agung'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7RQfbCk76U0/TgWPAWw2oBI/AAAAAAAAAH0/R4Ru26h706A/s72-c/KY+n+MA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-33135260284415753</id><published>2011-06-19T21:10:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T21:10:15.356-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahkamah Agung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Kamar'/><title type='text'>Sistem Kamar Mahkamah Agung</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UPI4V5jYsII/Tf7IB-WAr-I/AAAAAAAAAHw/gGIwvedzGdc/s1600/MA.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-UPI4V5jYsII/Tf7IB-WAr-I/AAAAAAAAAHw/gGIwvedzGdc/s1600/MA.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Tahun ini Mahkamah Agung berencana untuk memberlakukan sistem lima kamar yakni Kamar Perdata, Pidana, Agama, Militer dan Tata Usaha Negara. Kalau bulan ini (Juni) surat keputusan (SK) tentang kamarisasi sudah keluar, maka paling lambat September sistem kamarisasi sudah bisa berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Harifin Tumpa (Ketua Mahkamah Agung) menjelaskan bahwa untuk teknis sistem kamarisasi ini, setelah SK tersebut kamarisasi keluar, para Hakim Agung akan langsung dibagi ke dalam lima kamar tersebut. Khusus untuk kamar Pidana dibagi menjadi dua sub kamar: pidana khusus dan pidana umum, sedangkan kamar perdata dibagi menjadi dua sub kamar yaitu perdata khusus dan perdata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Khusus untuk perkara uji materi akan dimasukkan ke dalam perkara khusus yang, majelis hakimnya akan ditentukan&amp;nbsp;kemudian secara khusus pula oleh Ketua MA. Misal: Kalau perkara uji materi tersebut berkaitan dengan administrasi negara, kemungkinan besar majelisnya bakal diambil dari Hakim Agung Tata Usaha Negara, dst.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Dengan pelaksanaan sistem kamar ini, diharapkan ada pemerataan penangan perkara antar Hakim Agung. Untuk masalah pemerataan ini, terutama untuk Hakim Agung yang berlatar belakang Agama dan Militer, misalnya perkara Agama dan militer tidak terlalu banyak, maka Hakim Agung tersebut dapat diperbantukan di kamar lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Adapun Ketua Muda MA (Tuada) kelak tidak mengontrol secara langsung penanganan perkara dalam tiap kamar, dan jika ada persoalan penting Tuada yang bersangkutan akan mengkoordinir ke pleno kamar. Misalnya ada majelis Peninjauan Kembali yang akan membatalkan putusan kasasi harus dibawa ke pleno, untuk koordinasi, agar ada saling menghargai antarhakim agung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Dilihat dari jumlah perkara yang diterima oleh Mahkamah Agung, sistem kamar mungkin cara konkrit yang paling realistis yang bisa dilaksanakan. Pada tahun 2010 ada 13.480 perkara Kasasi dan Peninjauan Kembali, jumlah sekian banyak &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terbagi kepada 7.915 perkara perdata umum, 5.025 perkara pidana khusus, 3.965 perkara pidana umum, 2.475 perkara perdata Tata Usaha Negara, 1.655 perkara Perdata Khusus, 982 perkara peradata Agama dan 373 perkara Peradilan Militer.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Untuk pelaksanaan Sistem Kamar ini, Mahkamah Agung mungkin perlu berkaca kepada Federal Court of Australia. Justice Michael Moore (Hakim Agung FCA) pernah menyampaikan bahwa distribusi hakim dalam sistem kamar adalah salah satu masalah yang paling rumit dalam implementasi sistem kamar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Untuk diketahui, Federal Court of Australia menerapkan dua sistem kamar yaitu perkara umum dan perkara khusus, dam semua hakim Agung pada prinsipnya wajib menangani seluruh perkara yang ada. Untuk teknis pelaksanaannya, misal bagi Hakim Agung yang yurisdiksinya perkara-perkara perdata, maka perkara yang dikategorikan sebagai perkara khusus harus ditangani secara panel/majelis yang terdiri dari beberapa orang hakim spesialis. Hakim-hakim Agung di Federal Court of Australia juga didorong untuk menggabungkan diri kepada panel/majelis spesialis tertentu berdasarkan keahlian yang dimilikinya, Hakim juga bisa tergabung dalam lebih dari satu panel/majelis spesialis dan juga dimungkinkan untuk melakukan rotasi dari satu panel/majelis ke panel/majelis lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Federal Court of Australia adalah ketika muncul ketidakseimbangan antara keinginan hakim untuk bergabung dalam panel/majelis tertentu dengan ketersediaan posisi pada panel/majelis tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Harus diakui bahwa sistem kamar merupakan sistem yang rumit, bahkan di Federal Court of Australia sistem kamar dianggap belum sepenuhnya sempurna, karena masih muncul beberapa permasalahan dalam praktek dan implementasi nya. Bagaimanapun, sesulit dan serumit apapun sebuah sistem tetap harus dicoba, semoga sambil berjalan nanti akan ditemukan sistem teknis yang pas dengan kondisi Mahkamah Agung Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-33135260284415753?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/33135260284415753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/sistem-kamar-mahkamah-agung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/33135260284415753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/33135260284415753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/sistem-kamar-mahkamah-agung.html' title='Sistem Kamar Mahkamah Agung'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UPI4V5jYsII/Tf7IB-WAr-I/AAAAAAAAAHw/gGIwvedzGdc/s72-c/MA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-2488603197854527231</id><published>2011-06-19T09:12:00.003-07:00</published><updated>2011-06-19T09:12:28.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahkamah Agung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hak Asasi Manusia'/><title type='text'>Cerita hukum di balik perkara-perkara “Nenek Minah”</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-NHA92mm1aiE/Tf4cHH7__5I/AAAAAAAAAHs/eJpCpgBX2iE/s1600/Nenek+Minah.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-NHA92mm1aiE/Tf4cHH7__5I/AAAAAAAAAHs/eJpCpgBX2iE/s200/Nenek+Minah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam agama Islam, ada hadist yang berbunyi: “&lt;i&gt;Hakim  itu ada tiga, dua orang di neraka dan seorang lagi di surga. Seorang  yang tahu kebenaran dan ia memutuskan dengannya, maka ia di surga;  seorang yang tahu kebenaran, namun ia tidak memutuskan dengannya, maka  ia di neraka; dan seorang yang tidak tahu kebenaran dan ia memutuskan  untuk masyarakat dengan ketidaktahuan, maka ia di neraka.&lt;/i&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dengan  kata lain, seorang Hakim harus memutus sebuah perkara berdasarkan  pengetahuan yang telah ia miliki, bukan berdasarkan ketidaktahuan,  apalagi berdasarkan nafsu belaka. Seorang Hakim harus bisa menegakkan &lt;i&gt;legal justice&lt;/i&gt;, sebagai penerapan hukum formil, dengan tanpa mengabaikan &lt;i&gt;social justice&lt;/i&gt;, sebagai penerapan rasa keadilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Satu hal yang kadang dilupakan, bahwa Asas dasar dalam sebuah proses peradilan adalah &lt;b&gt;Hakim Bersifat Menunggu &lt;/b&gt;(&lt;i&gt;iudex ne procedat ex officio&lt;/i&gt;),  dgn kata lain inisiatif untuk mengajukan tuntutan hak atau penuntutan  bukanlah pada Hakim, akan tetapi pada pihak yang berpentingan  (Penggugat/JPU). Apabila Hakim sudah menerima sebuah perkara, maka hakim  tidak boleh menolak untuk memeriksa dan mengadilinya, sekalipun dengan  dalih bahwa hukum tidak ada atau kurang jelas (Pasal 10 UU no. 48 tahun  2009) karena hakim dianggap tahu akan hukum (&lt;i&gt;ius curia novit&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kalau  seorang Hakim tidak menemukan hukum tertulis tentang perkara tersebut,  maka ia wajib menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum yang  hidup dalam masyarakat (Pasal 5 UU no. 48 tahun 2009). Dengan demikian  dituntut keterampilan dan intelektualitas dari Hakim untuk memberikan  putusan yang seadil-adilnya (&lt;i&gt;ex aequo et bono&lt;/i&gt;, &lt;a href="http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/ex-aequo-et-bono.html"&gt;silahkan klik disini untuk membaca pembahasan lengkap tentang ex aequo et bono&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tanpa  bermaksud untuk menyalahkan siapapun, dalam setiap perkara “sensitif”  yang diperiksa dalam sebuah persidangan Majelis, media massa (baik cetak  ataupun elektronik) langsung mengekspos perkara tersebut habis-habisan.  Yang patut disesalkan, kadang-kadang berita yang diekspos tersebut  hanya setengah dan sepotong, tidak menyeluruh, dan tidak memberikan  gambaran obyektif tentang perkara yang sedang berjalan. Itu kadang masih  dilengkapi dengan narasi sang pembawa acara yang terlihat sama sekali  tidak paham hukum (baik itu formil maupun meteriil) akan tetapi dengan  gampang menjatuhkan vonis “sesat” atau “mafia” kepada Majelis yang  bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Contoh-contoh  perkara sensitif ini misalnya perkara Nenek Minah, perkara Kakek  Sardjo, perkara Petani Aspuri, dan perkara David Dwi Yusuf. Kesan yang  timbul dari berita tersebut adalah dengan adanya fakta bahwa pengadilan  telah mengadili para terdakwa diatas, telahlah nyata bahwa pengadilan  ini sangat tidak adil, berat sebelah, berisi mafia, dan semua tuduhan  sesat lain. Saya ndak tahu entah ada keselip atau kesalahan atau  kekhilafan, mereka lupa bahwa “&lt;b&gt;Hakim itu Menunggu&lt;/b&gt;”, dan seperti yang telah dijelas diatas, Hakim itu tidak boleh menolak perkara yang masuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebagai  gambaran sederhana, jika Hakim melihat seorang pencuri di jalan, Hakim  tersebut tidak bisa langsung menangkap dan menyidangkan pencuri  tersebut, hanya JPU yang bisa membawa pencuri tersebut ke persidangan,  Hakim hanya menunggu tidak boleh menolak jika perkara tersebut masuk.  Juga apabila ada Hakim yang melihat tetangganya bersengketa akan  sesuatu, Hakim tidak boleh berinisiatif memasukkan masalah tersebut ke  pengadilan dan mengadilinya, hanya tetangga yg bersangkutan yang bisa  membawa perkara tersebut ke pengadilan, dan Hakim tidak boleh menolak  mengadili apabila perkara tersebut telah masuk ke persidangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mungkin  pemaparan beberapa perkara dibawah ini akan memberikan sedikit gambaran  tentang bagaimana teknis hukum, baik itu hukum formil maupun materiil,  dan kaitannya dengan social justice/keadilan sosial itu telah  dilaksanakan oleh Hakim Majelis pemeriksa perkara yang bersangkutan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perkara Nenek Minah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Nenek  Minah disidang di PN Purwokerto dengan dakwaan pencurian&amp;nbsp; 3 (tiga)  butir kakao dari kebun milik suatu perusahaan. Ketua Majelis Hakim  Muslih Luqmono, Ketua Majelis terlihat menangis saat membacakan putusan.  Dalam pembacaan putusan tersebut, beliau menilai bahwa kasus seperti  ini tidak perlu dibawa ke pengadilan, dan menyatakan bahwa kasus ini  kecil namun sudah melukai banyak orang. Majelis Hakim memutuskan, Nenek  Minah bersalah dan dihukum penjara 1 bulan 15 hari dgn masa percobaan  masa percobaan tiga bulan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yang  patut menjadi catatan, Majelis Hakim pemeriksa perkara ini tidak dapat  dijadikan pihak yang sangat bersalah karena menyidangkan Nenek Minah.  Memang benar bahwa perkara ini telah melukai rasa keadilan banyak orang,  sebagaimana yang telah Hakim pemeriksa perkara juga akui di  persidangan, akan tetapi sebagai Hakim ia tidak dapat menolak perkara  yang telah diberikan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sedikit  kembali kepada hadist diatas, Hakim terikat dengan pengetahuan bahwa  mencuri, apapun bentuknya, adalah salah, dan oleh karena itu dalam amar  putusan pertama tetap diputuskan bahwa terdakwa bersalah, ini adalah &lt;i&gt;legal justice&lt;/i&gt;-nya. Tapi tidak berhenti sampai disini, pada amar kedua Hakim menerapkan &lt;i&gt;social justice&lt;/i&gt;,  dengan menghukum Nenek Minah penjara 1 bulan 15 hari dgn masa percobaan  tiga bulan, dengan kata lain Nenek Minah tidak perlu masuk penjara  (dengan asumsi selama 3 bulan berikutnya Nenek Minah tidak melakukan  tindak pidana).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam  ranah ideal, seharusnya perkara seperti ini dapat diselesaikan secara  kekeluargaan antara Nenek Minah dengan Perusahaan Kakao tersebut tanpa  harus dilaporkan ke kepolisian. Sehingga yang harus dipertanyakan lebih  lanjut apakah ada itikad tertentu dari sang pelapor sehingga Nenek Minah  dilaporkan ke Polisi hanya gara-gara mengambil 3 buah Kakao tersebut,  dan bukan malah menghujat pengadilan karena telah menyidangkan perkara  ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perkara Kakek Sardjo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sardjo  bin Raswad (77) disidang di PN Sumber dgn dakwaan mencuri dua sabun  mandi dan kacang hijau 500 gram di sebuah minimarket total senilai Rp  13.450,-. Ketua majelis hakim Sulasdyanto didampingi hakim anggota  Immanuel dan Ika Lusiana Riyanti menjatuhkan vonis bahwa terdakwa  dinyatakan bersalah melanggar Pasal 362 KUHP dan dihukum hukuman dua  belas hari penjara dengn masa percobaan satu bulan, dengan kata lain  Kakek Sardjo tidak perlu masuk penjara karena perbuatannya tersebut (dgn  asumsi selama 1 bulan berikutnya Kakek Sardjo tidak melakukan tindak  pidana).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam  pemeriksaan perkara tersebut, Ketua Majelis juga menyarankan kepada  pemilik supermarket tersebut untuk mengembalikan uang sejumlah Rp.  134.450,- yang ternyata telah dibayarkan oleh keluarga Kakek Sardjo  sebagai untuk membayar denda 10 kali lipat dari harga barang yang  diambil Kakek Sardjo. Ketua Majelis memerintahkan pengembalian uang  tersebut dengan nasehat bahwa jika tidak dikembalikan maka pemilik  supermarket dapat dikenai tindak pidana pemerasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dengan  analisa yang hampir sama dengan kasus Nenek Minah, karena memang Hakim  tidak bisa menolak perkara yang masuk, sekecil apapun perkaranya, maka  putusan ini adalah pemenuhan&lt;i&gt; &lt;/i&gt;rasa keadilan terbaik yang dapat  diputuskan oleh Majelis. Menyatakan terdakwa tetap bersalah (legal  justice terpenuhi), dan membebaskan terdakwa “dengan syarat  tertentu/masa percobaan” (social justice terpenuhi), juga masih ditambah  dengan saran pengembalian denda 10 kali lipat yang telah dibayarkan  oleh Kakek Sardjo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perkara Petani Aspuri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Petani  Aspuri disidang di PN Serang dengan dakwaan mengambil kaus bekas dari  halaman tetangganya tanpa hak. Namun sedikit berbeda dengan dua kasus  terdahulu, dalam perkara ini Petani Aspuri tidak berada dalam tahanan  luar, akan tetapi telah menjalani masa tahanan selama 3 bulan (sampai  ketika vonis dijatuhkan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ketua  Majelis Hakim Sabarudin menjatuhkan vonis Petani Aspuri dinyatakan  bersalah dan diberi hukuman yang persis sama dengan masa tahanan yang  telah dijalani Aspuri sehingga ia langsung bebas begitu vonis  dijatuhkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sedikit  jalan ceritanya, bahwa dalam persidangan terungkap kalau Aspuri  mengambil kaus itu sepulang dari menyiram timun suri di ladang, dekat  rumah Dewi karena mengira kaus yang tergeletak di pagar rumah Dewi itu  sudah tak dipakai sehingga sayang kalau tidak di manfaatkan. Bahkan  Aspuri tidak memakai sendiri karena kaus hasil memungut di pagar itu  karena dia berikan kepada Juheli yang dianggap Aspuri sebagai paman  angkat. Dewi yang tidak bisa menerima hal tersebut langsung melaporkan  Aspuri ke kepolisian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hakim  dalam perkara ini sudah menerapkan legal justice dan social justice  dengan semaksimal mungkin. Dengan tidak menafikan bahwa pencurian itu  pasti salah apapun alasannya, akan tetapi mungkin Dewi sebagai pemilik  kaus bekas tersebut seharusnya bisa menyelesaikan masalah ini dengan  baik-baik secara kekeluargaan, tanpa perlu melaporkan ke pihak  kepolisian. Akan tetapi, dengan berprasangka baik bahwa yang  bersangkutan adalah seorang yang menjunjung tinggi hukum, maka kita  hanya bisa berharap bahwa pribadi seorang Dewi juga akan melakukan hal  yang sama ketika dia melihat ada penyimpangan hukum lain yang level-nya  lebih besar dari hanya sekedar “pengambilan kaus bekas”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perkara David Dwi Yusuf&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;David  Dwi Yusuf, seorang siswa Kelas 3 SDN dr Sutomo VIII Surabaya disidang  di PN Surabaya dengan dakwaan penganiayaan karena David telah  menyengatkan lebah kepada temannya. Dian Nirmalasari, anak seorang  polisi di Surabaya. Hakim Yahya Sutriadi menjatuhkan vonis bersalah  kepada David (&lt;i&gt;legal justice&lt;/i&gt;), dan David dihukum dengan hukuman  dikembalikan kepada orang tuanya untuk dibina dan dijaga sebagaimana  selayaknya seorang anak (&lt;i&gt;social justice&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hakim  Yahya Sutriadi dalam proses persidangan pernah mengatakan bahwa kasus  ini tak layak masuk di persidangan, karena melibatkan anak kecil, dan  tingkat kenakalannya pun masih dalam taraf kenakalan anak-anak. Namun,  sebagaimana telah diterangkan diawal tulisan ini, karena Hakim tidak  boleh menolak perkara dan harus menyelesaikan perkara yang telah ia  terima, maka akhirnya beliau tetap memeriksa perkara ini dan menjatuhkan  putusan sebagaimana disebut diatas. Tidak mungkin Hakim Yahya Sutriadi  memutuskan bahwa David Dwi Yusuf tidak bersalah, karena berdasarkan  pengetahuan yang ia miliki David memang terbukti bersalah dan harus  dinyatakan bersalah. Namun tetap ini tidak berhenti sampai disini, &lt;i&gt;legal justice &lt;/i&gt;tersebut harus diikuti dengan &lt;i&gt;social justice&lt;/i&gt;, untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat, dan agar seorang Hakim benar-benar berfungsi menjadi selayaknya seorang Hakim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saya  yakin masih banyak perkara-perkara “nenek minah” yang lain, yang tidak  sempat terekspos di media dan mendapatkan perhatian yang cukup dari  masyarakat. Dalam perkara-perkara tersebut, hukum telah ditegakkan,  prosedur beracara telah dipatuhi, namun bagaimana dengan keadilannya?  Inilah yang belum tergambar secara utuh dalam ekspos media.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lawrence  Friedman, pakar hukum Amerika Serikat, menyatakan bahwa masyarakat pada  umumnya merujuk “keadilan” sebagai suatu rasa tentang sesuatu yang  benar yang terkandung didalam nilai-nilai yang mereka junjung tinggi.  Rasa keadilan itu bersifat universal. Walaupun tidak ada satu definisi  yang disepakati mengenai apa itu “keadilan” namun tidak terdapat  masyarakat dimana konsep keadilan sama sekali tidak dikenal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Keadilan  merupakan roh dan esensi dari hukum. Melayani keadilan adalah tujuan  tertinggi dari penegakan hukum. Hukum tidak dapat dikerdilkan menjadi  hanya sekadar alat pengatur dan penjaga ketertiban masyarakat. Walaupun  keadilan dan hukum adalah unsur yang berbeda mereka adalah satu dan  tidak terpisahkan, yang satu dengan yang lain saling terkait agar  keduanya dapat berfungsi dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Disisi  lain, kepada para Hakim dan penegak hukum lain, walaupun hukum telah  ditegakkan, prosedur beracara telah dipatuhi, ada kalanya segala aturan  yang tertera pada kitab-kitab hukum bisa disimpangi, karena Hakim wajib  menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum yang hidup dalam  masyarakat (Pasal 5 UU no. 48 tahun 2009), sebagaimana para Hakim dalam  perkara-perkara diatas telah melaksanakan hal yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Juga  jangan sampai muncul kesan bahwa pendekatan legalistik dalam penanganan  perkara hanya sekedar untuk menjamin kepastian hukum (&lt;i&gt;legal justice&lt;/i&gt;)  semata, dan semua hukum acara adalah sebuah kitab suci yang harus  diikuti tanpa boleh disimpangi sedikitpun sehingga muncul ironi  kontradiktif bahwa penegakan hukum malah menghambat keadilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yang jelas, harapan akan perlindungan hukum dan keadilan itu selalu ada....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-2488603197854527231?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/2488603197854527231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/cerita-hukum-di-balik-perkara-perkara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2488603197854527231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2488603197854527231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/cerita-hukum-di-balik-perkara-perkara.html' title='Cerita hukum di balik perkara-perkara “Nenek Minah”'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-NHA92mm1aiE/Tf4cHH7__5I/AAAAAAAAAHs/eJpCpgBX2iE/s72-c/Nenek+Minah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-746386041306289651</id><published>2011-06-17T11:14:00.000-07:00</published><updated>2011-06-17T11:19:33.821-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Perdata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Acara'/><title type='text'>Formalitas Surat Gugatan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-867dJy9QQoQ/TfuYcl9PEyI/AAAAAAAAAHo/inBRL89ujKY/s1600/Surat+Gugatan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-867dJy9QQoQ/TfuYcl9PEyI/AAAAAAAAAHo/inBRL89ujKY/s1600/Surat+Gugatan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebuah sengketa perdata terjadi karena adanya tuntutan hak yang diajukan oleh salah satu pihak kepada pihak lain ke pengadilan. Tuntutan hak adalah tindakan yang bertujuan untuk memperoleh perlindungan hak yang diberikan oleh pengadilan untuk mencegah tindakan main hakim sendiri (&lt;i&gt;eingenrichting&lt;/i&gt;). Pihak yang mengajukan tuntutan hak memerlukan perlindungan dan kepastian hukum, sehingga adanya kepentingan adalah salah satu syarat untuk mengajukan tuntutan hak, jadi tidak setiap orang dapat mengajukan tuntutan hak ke pengadilan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk mencegah agar tidak setiap orang bisa mengajukan tuntutan hak ke pengadilan tanpa dasar, maka hanya pihak yang memiliki kepentingan yang cukup dan layak serta mempunyai dasar hukum saja lah yang dapat diterima sebagai dasar tuntutan hak, dengan kata lain gugatan harus diajukan oleh orang yang mempunyai tuntutan hukum (Yurisprudensi no. 294K/Sip/1971).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tuntutan hak (Pasal 118 ayat 1 HIR/Pasal 142 ayat 1 Rbg) disebut sebagai tuntutan perdata (&lt;i&gt;burgerlijke vordering&lt;/i&gt;) atau tuntutan yang hak yang mengandung sengketa, secara umum disebut sebagai gugatan. Gugatan dapat diajukan baik secara tertulis (Pasal 118 ayat 1 HIR/Pasal 142 ayat 1 Rbg) maupun secara lisan (Pasal 120 HIR/Pasal 144 ayat 1 Rbg).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Gugatan yang diajukan ke pengadilan pada pokoknya memuat (pasal 8 no. 3 Rv):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Identitas para pihak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Termasuk nama, tempat tinggal, umur, Alamat, dst.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalil-dalil konkrit tentang adanya hubungan hukum yang merupakan dasar serta alasan-alasan dari pada tuntutan (&lt;i&gt;fundamentum petendi&lt;/i&gt;/posita).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Posita terdiri dari dua bagian, yaitu bagian yang menguraikan tentang kejadian-kejadian atau peristiwa dan bagian yang menguraikan tentang hukum. Uraian tentang kejadian merupakan penjelasan duduk perkara, sedang uraian tentang hukum ialah uraian tentang adanya hak atau hubungan hukum yang menjadi dasar yuridis daripada tuntutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kejadian-kejadian yang disebutkan dalam gugatan harus menunjukkan adanya hubungan hukum yang menjadi dasar tuntutan, tanpa harus dijelaskan secara rinci dan panjang lebar tentang dasar, jalan cerita, atau sejarah kejadian, karena hal itu dapat dikemukakan di dalam persidangan disertai pembuktian (teori individualisasi). Hal ini sesuai dengan yurisprudensi No. 547K/Sip/1971 yang menyatakan bahwa perumusan kejadian materiil secara singkat dalam surat gugatan sudah memenuhi syarat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tuntutan (petitum)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Petitum ialah apa yang oleh Penggugat diminta atau diharapkan agar diputuskan oleh hakim. Jadi petitum itu akan mendapatkan jawabannya di dalam &lt;i&gt;dictum&lt;/i&gt; (amar putusan). Petitum harus dirumuskan dengan jelas dan tegas. Perumusan petitum yang tidak tegas dan jelas akan berakibat gugatan tersebut menjadi tidak dapat diterima (N.O./&lt;i&gt;niet onvankelijke velkraad&lt;/i&gt;), karena walaupun pasal 94 Rv disebutkan bahwa apabila pasal 8 Rv tidak terpenuhi berakibat gugatan batal, akan tetapi dalam Yurisprudensi disebutkan bahwa tuntutan yang tidak jelas atau tidak sempurna dapat berakibat tidak diterimanya tuntutan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Supaya kemungkinan dikabulkannya sebuah tuntutan/gugatan besar semakin besar, biasanya tuntutan pokok (petitum primair) diikuti dengan tuntutan pengganti (petitum subsidair). Tuntutan subsidair biasanya berbunyi “Agar hakim mengadili menurut keadilan yang benar” atau “mohon putusan yang seadil-adilnya” (&lt;i&gt;et aquo et bono&lt;/i&gt;), hal ini bertujuan agar kalau tuntutan primair ditolak masih ada kemungkinan dikabulkannya gugatan yang didasarkan atas kebebasan dari hakim serta keadilan. Tuntutan subsidair ini diperbolehkan dalam hukum perdata Indonesia (yurisprudensi No. 547K/Sip/1971, dan untuk lebih lengkapnya, silahkan &lt;a href="http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/ex-aequo-et-bono.html"&gt;klik disini untuk membaca artikel tentang et aquo et bono&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Di dalam sebuah sengketa perkara perdata, ada sekurang-kurangnya dua pihak, yaitu pihak Penggugat (yang mengajukan gugatan) dan Tergugat. Pihak Penggugat dan Tergugat ini merupakan pihak materiil, karena mereka mempunyai kepentingan langsung dalam perkara yang bersangkutan, sekaligus merupakan pihak formil, karena merekalah yang beracara di muka pengadilan bertindak untuk kepentingan dan atas namanya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Akan tetapi seseorang dapat pula bertindak sebagai Penggugat atau Tergugat di muka pengadilan tanpa mempunyai kepentingan secara langsung dalam perkara yang bersangkutan, misalnya seorang wali atau pengampu bertindak sebagai pihak di muka pengadilan atas namanya sendiri, tetapi untuk kepentingan orang yang yang diwakilinya. Nama mereka harus dimuat dalam gugatan di disebut dalam putusan, disamping nama-nama yang mereka wakili. Wali tersebut merupakan pihak formil, sedangkan yang dwakilinya adalah pihak materiil (Pasal 383, 446, 452, 403-405 BW). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Walaupun begitu, harus digaris bawahi bahwa seorang pengacara, walaupun bertindak atas nama dan kepentingan kliennya, bukanlah merupakan pihak baik formil maupun materiil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan pengajuan gugatan, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Obscur Libel&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Obscuur secara sederhana disebut “tidak jelas”. Misal tidak jelas dasar hukum yang menjadi dasar gugatan, tidak jelas obyek gugatan (jika itu berupa tanah maka batas2, letak, ukuran), Petitum tidak jelas (tidak rinci), atau ada kontradiksi antara posita dan petitum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Salah satu contoh kontradiksi antara posita dan petitum adalah antara tuntutan wanprestasi dan perbuatan melawan hukum (&lt;a href="http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/antara-wan-prestasi-dan-perbuatan.html"&gt;artikel tentang ini pernah saya dibahas di blog ini dengan artikel berjudul “Antara Wan Prestasi dan Perbuatan Melawan Hukum", silahkan klik disini untuk membaca artikel tersebut”&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk mengingatkan, bahwa tuntutan wan prestasi dan perbuatan melawan hukum tidak dapat dijadikan satu, sehingga apabila positanya menjelaskan masalah wan prestasi, petitum tidak dapat berisi tuntutan perbuatan melawan hukum. Hal ini terjadi karena beberapa hal:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Segi sumber hukum &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Wanprestasi berdasarkan pasal 1243 KUHPerd yang timbul dari persetujuan, tuntutan terjadi karena perjanjian tidak dipenuhi sama sekali/tidak tepat waktu/tidak dipenuhi secara layak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Melawan hukum berdasarkan pasal 1365 KUHPerd, terdapat unsur perbuatan melanggar hukum dan dapat dituntut sekaligus secara pidana dan perdata. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Segi hak menuntut &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Wanprestasi memerlukan proses atas pernyataan lalai, apabila ada klausul debitur langsung wanprestasi, namun jika tidak ada klausul maka harus somasi terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Perbuatan Melawan Hukum tidak diperlukan somasi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Segi tuntutan ganti rugi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tuntutan ganti rugi untuk Wanprestasi dihitung sejak terjadi kelalaian (1237 KUHPerd), meliputi kerugian yang dialami dan keuntungan yang akan diperoleh (1236 &amp;amp; 1243 KUHPerd)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tuntutan ganti rugi Perbuatan Melawan Hukum dapat tidak dirinci, dan dapat dituntut ganti rugi immateriil dan materiil tanpa ada standar tertentu (1365 KUHPerd).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Error In Persona&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Suatu gugatan/permohonan dapat dianggap error in persona apabila diajukan oleh anak di bawah umur (Pasal 1330 KUHPer), mereka yang berada di bawah perwalian/curatele (Pasal 446 dan 452 KUHPer), tidak memiliki kedudukan hukum/&lt;i&gt;legal standing&lt;/i&gt; untuk mengajukan gugatan (&lt;i&gt;persona standi in judicio&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dapat juga dianggap error in persona apabila pihak yang ditarik sebagai Tergugat/Termohon keliru/salah (Putusan MA No.601 K/SIP/1975), atau pihak Penggugat/pemohon atau Tergugat/Termohon yang tercantum dalam surat gugatan/permohonan tidak lengkap (&lt;i&gt;Plurium Litis Consorsium&lt;/i&gt;, Putusan MA 156 K/Pdt/1983)&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Melanggar Kompetensi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tidak berwenang mengadili secara Absolut &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompetensi absolut berkaitan dengan kewenangan absolut 4 Lingkungan peradilan (Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Militer), Peradilan khusus (Arbitrase, Peradilan Niaga, P4D, dst)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tidak berwenang mengadili secara Relatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompetensi Relatif berkaitan dengan wilayah hukum dari suatu pengadilan dalam satu lingkungan peradilan yang sama (pasal 118 HIR). Eksepsi jenis ini dapat diakibatkan beberapa hal:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pengadilan yang berwenang adalah dimana Tergugat bertempat tinggal (&lt;i&gt;Actor Sequitur Forum Rei&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pengadilan yang berwenang adalah pengadilan dimana debitur bertempat tinggal (&lt;i&gt;Actor Sequitur&lt;/i&gt; tanpa hak opsi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pengadilan yang berwenang adalah pengadilan dimana Penggugat bertempat tinggal, dengan catatan tergugat tidak diketahui keberadaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pengadilan yang berwenang adalah pengadilan dimana Harta sengketa (tidak bergerak) berada (&lt;i&gt;Forum Rei sitae&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;e)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pengadilan yang berwenang adalah pengadilan di salah satu tempat dari beberapa harta sengketa (tdk bergerak) berada (&lt;i&gt;Forum Rei Sitae&lt;/i&gt; dengan hak opsi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Set Aside&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Set Aside berarti menyisihkan, maksudnya dalam mengajukan gugatan, ada beberapa hal yang sering disisihkan, dilupakan atau dilalaikan oleh Penggugat, misal: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Apa yang digugat sesungguhnya sudah dipenuhi, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Sudah dihapuskan sendiri oleh penggugat, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Sudah melepaskan diri, misal penggugat pada waktu terbukanya harta warisan menolak sebagai ahli waris. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Faktor lewat waktu (daluwarsa)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;5.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Perkara sudah diajukan dan sedang diperiksa&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hal ini dikenal dengan istilah &lt;i&gt;rei judicata deductae&lt;/i&gt;, yaitu perkara tersebut sudah diajukan, belum berkekuatan hukum tetap, dan masih dalam pemeriksaan proses persidangan, entah itu belum diputus oleh Majelis, atau sudah diputus akan tetapi masih dalam proses upaya hukum (Banding, Kasasi). Perkara seperti ini harus dibatalkan demi hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;6.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Gugatan Prematur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Suatu gugatan disebut prematur jika ada faktor hukum yang menangguhkan adanya gugatan tersebut, misalnya gugatan warisan disebut prematur jika pewaris belum meninggal dunia, atau hutang yang belum jatuh tempo tidak dapat dituntut untuk ditunaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;7.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Nebis in Idem&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Nebis in idem adalah sebuah perkara para pihak yang sama, dengan obyek sama, dan materi pokok perkara yang sama tidak dapat diperiksa lagi. Jika ada perkara obyek dan materi perkara yang sama, akan tetapi pihak-pihaknya berbeda tidak termasuk nebis in idem (Pasal 1917 KUHPerd, Yurisprudensi No. 588 K/SIP/1973, dan Yurisprudensi MA No. 647 K /SIP/1973). Dengan demikian, suatu perkara dapat dikatakan Nebis In Idem apabila: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pernah diperkarakan sebelumnya (yurisprudensi MA No. 1743 K/SIP/1983)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-867dJy9QQoQ/TfuYcl9PEyI/AAAAAAAAAHo/inBRL89ujKY/s1600/Surat+Gugatan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Telah berkekuatan hukum tetap (yurisprudensi MA No. 647 K/SIP/1973)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Telah tertutup upaya hukum biasa (banding dan kasasi) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Telah diajukan banding dan kasasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Telah lewat waktu banding dan kasasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tidak diajukan upaya hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Akan tetapi, apabila ada perkara sama yang telah diputus tidak dapat diterima/N.O. karena tidak memenuhi syarat formil, maka itu tidak termasuk nebis in idem dan dapat digugat kembali untuk kedua kalinya (yurisprudensi No. 878 k/Sip/1977).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebagai pelengkap artikel ini, silahkan &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/eksepsi-dalam-hukum-acara-pidana-dan.html"&gt;klik disini untuk membaca artikel "Eksepsi dalam Hukum Acara Pidana dan Perdata"&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-746386041306289651?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/746386041306289651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/formalitas-surat-gugatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/746386041306289651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/746386041306289651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/formalitas-surat-gugatan.html' title='Formalitas Surat Gugatan'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-867dJy9QQoQ/TfuYcl9PEyI/AAAAAAAAAHo/inBRL89ujKY/s72-c/Surat+Gugatan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-3118363448693228254</id><published>2011-06-15T10:41:00.000-07:00</published><updated>2011-06-15T10:41:03.551-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Pidana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penghinaan'/><title type='text'>Tindak Pidana Penghinaan di Malam pertama</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UCb-66mtefI/Tfjub05h9MI/AAAAAAAAAHk/vH3Qk7fnDwE/s1600/Keperawanan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://3.bp.blogspot.com/-UCb-66mtefI/Tfjub05h9MI/AAAAAAAAAHk/vH3Qk7fnDwE/s200/Keperawanan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:DocumentProperties&gt;   &lt;o:Author&gt;kontras#1&lt;/o:Author&gt;   &lt;o:Version&gt;12.00&lt;/o:Version&gt;  &lt;/o:DocumentProperties&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Trajan Pro","serif"; mso-fareast-language:EN-US;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Andi tidak mengira, bahwa malam pertama yang ia lalui bersama Novi Elita, istrinya, yang seharusnya merupakan malam yang penuh kenangan dalam sebuah sejarah mahligai rumah tangga, yang merupakan momen yang telah ditunggu sekian lama bagi seorang jejaka untuk mempraktekkan segala fantasinya, malah menjadi malam petaka yang berujung dengan laporan Novi Elita terhadap dirinya kepada kepolisian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Andi dilaporkan oleh Novi karena Andi telah menuduh Novi tidak perawan karena menolak diajak berhubungan badan untuk yang ketiga kalinya, padahal Novi menolak/tidak sanggup lagi untuk melayani Andi karena merasa sakit. Ternyata Andi tidak menerima alasan penolakan tersebut, dan malah mengatakan “Kenapa kok harus ditunggu dan berarti kamu tidak perawan atau gadis lagi”. Setelah itu, Andi kemudian pergi dari rumah dan pulang ke rumah orang tuanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Merasa sakit hati dengan perkataan Andi, Novi melaporkan Andi ke kepolisian karena merasa malu dan merasa tercemar nama baiknya, karena Novi merasa bahwa dia telah menjaga kehormatannya dan baru disentuh oleh seorang laki-laki, Andi suaminya, yang malah justru menuduhnya tidak perawan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana, tindak pidana penghinaan diatur &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dalam Pasal 310 KUHP sampai dengan Pasal 321 KUHP dengan segala bentuknya sesuai dengan unsur-unsur yang bersangkutan dengan tindak pidana dimaksud, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Menista&lt;i&gt;/smaad &lt;/i&gt;(pasal 310 ayat (1) KUHP: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;diancam tindak pidana pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah).&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Menista dengan surat&lt;i&gt;/smaad–scrift&lt;/i&gt; (pasal 310 ayat (2) KUHP: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;diancam tindak pidana pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah).&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Menfitnah&lt;i&gt;/Laster&lt;/i&gt; (pasal 311 KUHP: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;diancam tindak pidana fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Penghinaan ringan&lt;i&gt;/eenvoudige beled–inging&lt;/i&gt; (pasal 315 KUHP: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;diancam tindak pidana penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah).&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Mengadu secara memfitnah&lt;i&gt;/lasterijke aanlacht&lt;/i&gt; (pasal 317: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;diancam tindak pidana pengaduan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun).&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Tuduhan secara memfitnah&lt;i&gt;/lsterijke verdagchtmaking&lt;/i&gt; (pasal 318 KUHP: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;diancam tindak pidana menimbulkan persangkaan palsu, dengan pidana penjara paling lama empat tahun).&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Dengan melihat uraian unsur-unsur diatas, maka Andi didakwa telah melakukan tindak pidana penghinaan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 310 ayat (1) KUHP dengan tuntutan pidana penjara selama 6 (enam) bulan penjara. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Setelah melalui pemeriksaan di persidangan, pada bulan Maret 2004 Majelis Hakim PN Painai memutuskan Andi &lt;/span&gt;&lt;span&gt;terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penghinaan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;sesuai ketentuan Pasal 310 ayat (1) KUHP &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 6 (enam) bulan penjara;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Setelah putusan itu dibacakan ternyata pertikaian antara suami istri masalah penghinaan keperawanan ini belum berakhir. Andi tidak terima dengan putusan Majelis Tingkat Pertama dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Padang, dan ternyata hal itu sia-sia. Majelis Banding ternyata sependapat dengan Majelis tingkat pertama bahwa Andi telah menghina Novi akibat dan untuk itu Andi harus dihukum pidana selama 6 (enam) bulan penjara (menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Andi tidak terima dengan putusan Banding, dan mengajukan kasasi terhadap putusan tersebut. Kali ini, Andi dalam memori kasasinya menyatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dia waktu itu bertanya baik-baik pada waktu mengucapkan: “Apakah kamu tidak perawan” pada Novi, istrinya, dan ketika mengucapkan hal tersebut, mereka berdua dalam kamar bukan di khalayak umum, sehingga tidak layak apabila itu disebut sebagai penghinaan. Dua hari setelah kejadian tersebut, barulah dia menceritakan masalah “malam pertama” tersebut kepada dua orang utusan dari keluarga Novi, itu pun karena Andi dipaksa untuk menceritakan permasalahannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Terhadap upaya Kasasi ini, Majelis Kasasi berpendapat bahwa pencemaran nama baik tentang keraguan Andi terhadap keperawanan Novi ke khalayak umum tidak dapat dibuktikan karena Andi mengucapkan pertanyaan tersebut kepada Novi saat di dalam kamar, dimana waktu itu tidak ada orang lain yang mendengar selain keduanya. Sedangkan tentang pemberitahuan Andi kepada utusan keluarga Novi hanya disampaikan Andi kepada dua orang itu ansich, dan tidak kepada orang lain. Kalau ternyata kemudian menyebar berita bahwa Andi telah mencemarkan nama baik Novi dengan menyatakan bahwa Novi tidak perawan, itu bukan karena dilakukan oleh Andi pribadi, akan tetapi justru disebarkan oleh lingkungan keluarga Novi sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Dengan alasan-alasan diatas, kemudian Majelis Kasasi menjatuhkan putusan yang isinya membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Padang Pengadilan Negeri Painan dan menyatakan bahwa Andi tidak terbukti melakukan tindak pidana penghinaan dan membebaskan Andi dari dakwaan tersebut. Majelis Kasasi juga menjatuhkan putusan pemulihan nama baik Andi sebagaimana layaknya Andi belum pernah terkait dengan perkara manapun (&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/5a56c499577c37d3fa6a6665d3903587"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: blue;"&gt;silahkan baca putusan lengkap perkara ini dis&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Dengan jatuhnya putusan Majelis Kasasi, maka cerita perseteruan antara Andi dan Novi ini pun berakhir. Apapun putusan yang telah dijatuhkan oleh Majelis tingkat pertama, Majelis tingkat banding, dan Majelis Kasasi yang kini telah berkekuatan hukum tetap, ada beberapa hal yang dapat diambil pelajaran, bahwa seseorang harus memikirkan dengan baik apa yang ingin ia sampaikan kepada orang lain. Jangan sampai apa yang ia utarakan itu menyinggung harga diri seseorang, karena nanti akan panjang urusannya. Walaupun itu mungkin untuk sebuah maksud baik, akan tetapi jika salah dalam penyampaiannya, maka maksud baik itu pun tidak akan teraih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Apalagi dalam hal hubungan antara suami istri, keperawanan adalah hal yang sangat-sangat sensitif. Bagaimanapun, pertanyaan Andi kepada Novi tentang keperawanan Novi, setelah digauli dua kali olehnya, adalah sangat tidak etis, dan wanita baik-baik manapun akan sakit hati ketika dipertanyakan masalah keperawanan oleh suaminya sendiri, di malam pertama yang telah ia tunggu sekian lama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Hal ini juga bisa dijadikan pelajaran, bahwa walaupun media tiap hari mewacanakan tentang “kebebasan pergaulan” dan “degradasi moral” generasi muda Indonesia, juga penelitian-penelitian masalah keperawanan yang menjamur (yang hasilnya memunculkan angka fantastis remaja yang tidak perawan), ternyata dalam praktek nyata kehidupan sehari-hari adat ketimuran masih dipegang erat oleh masyarakat kita, bahwa keperawanan tetap dianggap penting oleh mayoritas masyarakat Indonesia, bahwa ternyata Indonesia belum sehancur dan sebobrok itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Minimal, paragraph diatas tergambar konkrit dalam perkara ini, bahwa Andi ternyata memandang penting keperawanan istrinya dan tidak terima kalau istrinya tidak perawan. Novi pun menganggap sangat penting nilai keperawanan yang telah ia jaga, dan sangat-sangat tidak terima ketika dituduh tidak perawan, dan demi menjaga harga diri, harkat martabat dan nama baiknya, Novi rela berpisah dari suami yang ia nikahi, bahkan melaporkan suaminya ke kepolisian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-3118363448693228254?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/3118363448693228254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/tindak-pidana-penghinaan-di-malam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/3118363448693228254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/3118363448693228254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/tindak-pidana-penghinaan-di-malam.html' title='Tindak Pidana Penghinaan di Malam pertama'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UCb-66mtefI/Tfjub05h9MI/AAAAAAAAAHk/vH3Qk7fnDwE/s72-c/Keperawanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-1393030966938734960</id><published>2011-06-10T02:26:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T02:31:24.440-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Syariah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengadilan Agama'/><title type='text'>Murabahah dalam Hukum Islam dan Hukum Positif</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FCoOyCS0dDg/TfHhcCKIZEI/AAAAAAAAAHI/fuyNIntmoWI/s1600/murabahah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://1.bp.blogspot.com/-FCoOyCS0dDg/TfHhcCKIZEI/AAAAAAAAAHI/fuyNIntmoWI/s200/murabahah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan dan Fatwa Bunga Bank Haram dari MUI Tahun 2003 menjadi momentum bermunculan banyak bank yang menjalankan prinsip syariah. Untuk mengakomodir sengketa perbankan syariah, maka Undang-undang No. 3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama menyatakan bahwa sengketa Ekonomi Syariah menjadi kompetensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; absolut Peradilan Agama. Sebagai pelengkap, &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Undang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;-&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Undang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; No. 21 Tahun 2008 tentang &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Perbankan Syariah memberikan payung hukum kepada praktek perbankan syariah di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Banyak produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah dalam melayani masyarakat, seperti &lt;i&gt;mudharabah&lt;/i&gt; (Kerja sama antara dua pihak dalam suatu jenis usaha tertentu, di mana pihak pertama sebagai penyandang dana dan pihak kedua sebagai pengelola usaha, segala keuntungan dan kerugian yang terjadi ditanggung bersama oleh kedua belah pihak sesuai dengan kesepakatan), &lt;i&gt;murabahah, musyarakah&lt;/i&gt; (kerjasama antara dua pihak atau lebih dalam suatu proyek di mana masing-masing pihak berhak atas keuntungan dan bertanggung jawab atas segala kerugian yang terjadi sesuai dengan penyertaannya masing-masing), &lt;i&gt;wadiah&lt;/i&gt; (titipan, dalam perbankan konvensional lebih dikenal dengan nama giro), &lt;i&gt;salam&lt;/i&gt; (Pembelian barang yang penyerahannya dikemudian hari dan pembayarannya dilakukan di awal atau ketika transaksi), &lt;i&gt;istishna&lt;/i&gt; (jual beli dengan pemesanan, mirip &lt;i&gt;salam&lt;/i&gt;, akan tetapi pembayarannya bisa dilakukan di muka, dicicil, atau di belakang), dll (Veithzal Rivai dkk, 2007: hal. 781).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebenarnya, ada banyak bentuk-bentuk akad jual beli dalam hukum Islam, akan tetapi dalam perbankan syariah hanya mengakomodasi tiga jenis jual beli dalam pembiayaan modal kerja dan investasi, yaitu murabahah, istishna’ dan salam. Dari tiga produk tersebut, penyaluran dana dengan prinsip murabahah adalah yang paling banyak dan mencapai bilangan 70.4% dari jumlah total pembiayaan (Laporan BNI Syariah tahun 2007).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam jual beli jenis ini, penjual harus memberitahu harga barang yang ia beli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya (M. Syafi’i Antonio, 2001: 101.) Dengan kata lain, transaksi murabahah adalah jual beli dengan harga awal ditambah dengan keuntungan tertentu (Wahbah Az Zuhaili, 1997: 3765). Secara sederhana, murabahah dapat diartikan dengan jual beli yang dilakukan dengan cara memberitahukan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayarnya dengan harga lebih sebagai keuntungan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pada praktek perbankan syariah, dalam produk murabahah, Bank syariah membeli barang yang diperlukan nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati antara bank syariah dan nasabah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yang harus diberikan penekanan dalam murabahah adalah penjual harus memberi tahu kepada pembeli harga asli barang tersebut dan berapa besar keuntungan yang akan ia dapatkan. Karena apabila seorang penjual tidak memberi tahu kepada pembeli nlai asli barang tersebut, dan pembayaran dilakukan dengan cara cicilan (&lt;i&gt;lump sum&lt;/i&gt;) bukanlah murabahah, akan tetapi disebut musawamah (jual beli mirip murabahah, akan tetapi penjual tidak memberi tahu pembeli berapa jumlah keuntungan yang diambil).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Murabahah dalam Hukum Islam dan Landasan Hukumnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam Islam dikenal transaksi jual beli &lt;i&gt;amanah&lt;/i&gt; (adanya keterbukaan dari si penjual tentang harga awal dan keuntungan yang ia terima), dan murabahah termasuk dalam jenis transaksi amanah ini. Transaksi jual beli amanah yang lain adalah &lt;i&gt;tauliyah&lt;/i&gt; (penjual menjual barang dagangannya sesuai dengan harga awal tanpa mengambil keuntungan sedikitpun), &lt;i&gt;wadh’iyah&lt;/i&gt; (penjual menjual sesuai dengan harga modal, tetapi si penjual memberitahu pembeli bahwa ia mengambil sebagian dari barang yang ia dijual.) dan &lt;i&gt;isyrak&lt;/i&gt; (mirip tauliyah, akan tetapi si penjual menjual kembali sebagian barang dagangananya dengan keuntungan tertentu.). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Murabahah tidak dikenal pada masa Nabi saw. dan sahabatnya, dan mulai muncul pertama kali pada abad kedua Hijriah. Walaupun tidak ada dasar Hadist dan Al-qur’an (karena memang belum dikenal pada masa Nabi) untuk akad ini, akan tetapi Imam Syafi’i dan Malik berpendapat bahwa jual beli secara murabahah adalah halal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wahbah Zuhaili (dalam &lt;i&gt;Al-Fiqhu wa Adillatuhu&lt;/i&gt;) menjelaskan panjang lebar tentang murabahah dan menyatakan bahwa ada beberapa ayat tentang jual beli dan dan perdagangan dalam Al Qur'an yang dapat dijadikan dasar murabahah, seperti Al-baqarah: 275 (...dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba), dan An-nisa: 29 (Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian makan harta di antara kalian, kecuali dengan cara perdagangan yang berdasarkan atas saling merelakan di antara kalian”).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dia menjelaskan bahwa menurut Imam Malik, ada suatu ijma’ ulama Madinah tentang kebolehan seseorang yang membeli pakaian di suatu kota dan kemudian menjaulnya di kota yang lain dengan keuntungan yang disepakati. Imam Syafi’i juga menyampaikan pendapatnya bahwa jika seseorang mengatakan kepada yang lain, “Belikan suatu barang untukku dan kemudian aku akan memberikan keuntungan kepadamu sekian” adalah diperbolehkan. Marghinani (ulama mazhab Hanafi) juga berpendapat bahwa syarat-syarat pokok dalam jual beli yang dianggap sah terdapat dalam murabahah, dan akad ini sangat diperlukan oleh masyarakat, oleh karena itu akad jual beli murabahah ini adalah boleh. Terakhir, dalam konferensi perbankan Islam ke II (Kuwait, 1403 H/1983) dinyatakan bahwa murabahah hanya diperbolehkan jika pembeli (nasabah) sudah menerima dan memiliki barang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Di Indonesia, Murabahah telah diperbolehkan (halal) dengan keluarnya Fatwa Dewan Syari'ah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 04/DSN-MUI/IV/2000. Dalam fatwa tersebut disebutkan bahwa salah satu alasan dihalalkannya murabahah adalah karena masyarakat banyak memerlukan bantuan penyaluran dana dari bank syari'ah berdasarkan prinsip jual beli. Masyarakat juga memerlukan bantuan guna melangsungkan dan meningkatkan kesejahteraan diberbagai kegiatan, maka bank syari'ah perlu memiliki fasilitas murabahah bagi yang memerlukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam perbankan syariah, pembayaran murabahah dapat dilakukan dengan tunai atau dicicil. Murabahah pada awalnya tidak ada hubungannya dengan pembiayaan, akan tetapi pada perkembangannya digunakan oleh perbankan syari'ah dengan menambahkan beberapa konsep lain sehingga menjadi salah satu bentuk produk pembiayaan. Ada beberapa ciri dari murabahah dalam perbankan syariah, yang paling utama adalah barang dagangan harus tetap dalam tanggungan bank selama transaksi antara bank dan nasabah belum selesai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Murabahah dalam Hukum Positif dan Landasan Hukumnya&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kedudukan Perbankan Syariah di Indonesia telah mendapatkan payung hukum yang jelas dengan diundangkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pada Pasal 1 ayat 25 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pembiayaan dalam sistem perbankan syariah adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Transaksi bagi hasil dalam bentuk &lt;i&gt;mudharabah &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;musyarakah&lt;/i&gt;;\&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk &lt;i&gt;ijarah muntahiya bittamlik&lt;/i&gt;;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Transaksi jual beli dalam bentuk piutang &lt;i&gt;murabahah&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;salam&lt;/i&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;istishna’&lt;/i&gt;;Transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang &lt;i&gt;qardh&lt;/i&gt;; dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;e.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Semua akad diatas, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah dan/atau UUS dan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai dan/atau diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan &lt;i&gt;ujrah&lt;/i&gt;, tanpa imbalan, atau bagi hasil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lebih lanjut, dalam Pasal 19 huruf (c) disebutkan bahwa Kegiatan usaha Bank Umum Syariah meliputi penyaluran pembiayaan bagi hasil berdasarkan Akad &lt;i&gt;mudharabah&lt;/i&gt;, Akad &lt;i&gt;musyarakah&lt;/i&gt;, atau Akad lain yang tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Apabila terjadi sengketa perbankan syariah, maka berdasarkan Pasal 55, penyelesaian sengketa Perbankan Syariah dilakukan oleh pengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama atau dalam hal para pihak telah memperjanjikan penyelesaian sengketa dalam kontrak perjanjian/akad, maka penyelesaian sengketa dilakukan sesuai dengan isi Akad, dan penyelesaian sengketa tersebut tidak boleh bertentangan dengan Prinsip Syariah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam penjelasan lanjutan pasal 55, sengketa bisa diajukan apabila memang sudah diperjanjikan dalam kontrak/akad (&lt;i&gt;pacta sun servanda&lt;/i&gt;), bisa Musyawarah, mediasi perbankan, melalui Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas), lembaga arbitrase lain, atau melalui pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum. Untuk satu hal ini, sampai sekarang masih terjadi perdebatan dikalangan hukum dan praktisi ekonomi syariah karena ada kontradiksi hukum yang terjadi. Dalam Undang-undang No. 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama Pasal 49 huruf (i) disebutkan bahwa Ekonomi Syariah (termasuk didalamnya perbankan syariah) adalah kompetensi absolut Peradilan Agama. Bagaimana bila dalam perjanjian disebutkan bahwa apabila terjadi sengketa maka diselesaikan di Peradilan Umum? Dalam hal ini, penulis walaupun perjanjian itu merupakan undang-undang bagi para pihak yang mengikat diri dalam perjanjian tersebut (pacta sun servanda), namun perjanjian yang dibuat harus tetap berdasar hukum dan tidak boleh melawan hukum. Sehingga apabila ada klausula hak opsi masalah penyelesaian sengketa, maka secara otomatis itu menjadi gugur dan kembali ke peraturan umum (ekonomi syariah adalah kompetensi absolut peradilan agama).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2k_ufPlndpU/TfHiFTnxUVI/AAAAAAAAAHM/IFw5OJxKyN4/s1600/murabahah1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-2k_ufPlndpU/TfHiFTnxUVI/AAAAAAAAAHM/IFw5OJxKyN4/s1600/murabahah1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Apabila sengketa tersebut diselesaikan melalui Arbitrase Syariah, dan ada salah satu pihak yang tidak mau melaksanakan hasil putusan Arbitrase tersebut, maka berdasarkan Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Pasal 59 ayat 3 disebutkan bahwa dalam hal para pihak tidak melaksanakan putusan arbitrase secara sukarela, putusan dilaksanakan berdasarkan perintah ketua pengadilan negeri atas permohonan salah satu pihak yang bersengketa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebagai pegangan pedoman teknis masalah Ekonomi Syariah, maka Mahkamah Agung mengeluarkan PERMA No 2 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah ini, Murabahah diatur secara tegas dan rinci di pasal 116 -133.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Ketentuan Umum Murabahah dalam Bank Syariah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Agar produk murabahah sesuai dengan ketentuan-ketentuan syari'ah, maka ada beberapa hal yang harus dipenuhi: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bank dan nasabah harus melakukan akad murabahah yang bebas riba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Barang yang diperjualbelikan tidak diharamkan oleh syariah Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bank membiayai sebagian atau seluruh harga pembelian barang yang telah disepakati kualifikasinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bank membeli barang yang diperlukan nasabah atas nama bank sendiri, dan pembelian ini harus sah dan bebas riba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;e.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bank harus menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian, misalnya jika pembelian dilakukan secara hutang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;f.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bank kemudian menjual barang tersebut kepada nasabah (pemesan) dengan harga jual senilai harga beli plus keuntungannya. Dalam kaitan ini bank harus memberitahu secara jujur harga pokok barang kepada nasabah berikut biaya yang diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;g.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Nasabah membayar harga barang yang telah disepakati tersebut pada jangka waktu tertentu yang telah disepakati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;h.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan atau kerusakan akad tersebut, pihak bank dapat mengadakan perjanjian khusus dengan nasabah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;i.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Jika bank hendak mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang dari pihak ketiga, akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang, secara prinsip menjadi milik bank. (Fatwa DNS MUI &lt;span lang="EN-US"&gt;NO: 04/DSN-MUI/IV/2000&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Secara garis besar, ada beberapa aspek utama dalam produk pembiayaan murabahah: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Urbun (Uang Muka)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah pasal 121 menjelaskan bahwa penjual boleh meminta pembeli untuk membayar uang muka saat menandatangi kesepakatan awal pelesanan dalam jual beli murabahah. Pasal 122 dinyatakan bahwa jika pembeli kemudian menolak untuk membeli barang tersebut, biaya riil penjual harus dibayar dari uang muka tersebut. Kemudian pada pasal 123 disebutkan jika nilai uang muka dari pembeli kurang dari kerugian yang harus ditanggung oleh penjual, penjual dapat menuntut pembeli untuk mengganti sisa kerugiannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Urbun) adalah uang muka yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjual dalam sebuah perjanjian jual beli murabahah. Jika pembeli tetap melanjutkan perjanjian tersebut, maka uang muka menjadi bagian dari pembayaran, apabila tidak maka uang itu secara otomatis menjadi milik penjual. Urbun dibayarkan setelah (bukan sebelum) terjadinya akad.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ada perbedaan pendapat tentang urbun, mayoritas ulama berpendapat bahwa urbun dilarang karena ada Hadist yang melarang urbun dalam jual beli, juga tidak dibenarkan seseorang menerima sesuatu yang tidak ada gantinya. Akan tetapi ulama mazhab Hanbali berpendapat bahwa urbun dalam jual beli boleh dengan alasan Hadist yang melarang urbun adalah hadist dha’if, juga dengan pertimbangan kemaslahatan bahwa penjual akan mengalami kerugian jika pembeli yang sudah melakukan perjanjian jual beli secara tiba-tiba membatalkan perjanjian tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Jaminan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah pasal 127 menyebutkan bahwa penjual dapat meminta pembeli untuk menyediakan jaminan atas benda yang dijualnya dalam akad murabahah. Walaupun begitu, jaminan tidak termasuk rukun atau syarat murabahah. Jaminan ada semata agar si pemesan barang serius dengan pesanannya, dan merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh bank syari'ah untuk mengurangi resiko jika nasabah tidak memenuhi kewajibannya dengan menjual jaminan tersebut untuk memenuhi kewajiban nasabah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jaminan diperbolehkan dalam Islam, berdasarkan hadist: “perdamaian dapat dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perdamainan yang mengharamkan yang halal atau menghalal-kan yang haram. Dan, kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Teknis pelunasan akad murabahah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah pasal 124 ayat (1) menyebutkan bahwa sistem pembayaran dalam akad murabahah dapat dilakukan secara tunai atau cicilan dalam kurun waktu yang disepakati, kemudian dalam ayat (2) dijelaskan bahwa dalam hal pembeli mengalami penurunan kemampuan dalam pembayaran cicilan, maka ia dapat diberi keringanan, keringanan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk konversi dengan membuat akad baru dalam penyelesaian kewajiban (ayat 3).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Apabila teknis pembayaran yang disepakati adalah cicilan, kemudian pembeli bermaksud untuk melunasi sebelum waktu yang telah ditentukan, maka bank dapat memberikan potongan kepada nasabah atas pelunasan awal tersebut. Jumlah yang harus dilunasi oleh pembeli adalah sebesar harga barang yang telah disepakati dikurangi angsuran yang telah dibayarkan. Untuk besar potongan yang diberikan adalah mutlak kebijaksanaan bank syariah yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Sanksi.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah pasal 128 menyebutkan bahwa Lembaga Keuangan Syariah boleh melakukan konversi dengan membuat akad baru bagi nasabah yang tidak bisa menyelesaikan/melunasi pembiayaan murabahahnya sesuai jumlah dan waktu yang telah disepakati, dengan syarat yang bersangkutan masih prospektif. Pada pasal 129 kemudian dijelaskan bahwa akad murabahah dapat diselesaikan dengan cara menjual obyek akad kepada Lembaga Keuangan Syariah dengan harga pasar, atau nasabah melunasi sisa hutangnya kepada Lembaga Keuangan Syariah dari hasil oenjualan obyek akad, dan apabila &amp;nbsp;ternyata hasil penjualan obyek akad tersebut melebihi sisa hutang maka kelebihan tersebut dikembalikan kepada nasabah (pasal 130), sedangkan apabila hasil penjualan ternyata lebih kecil dari sisa hutang, maka sisa hutang tetap menjadi hutang nasabah yang harus dilunasi berdasarkan kesepakatan (Pasal 131). Terakhir, jika salah satu pihak konversi murabahah tidak dapat menunaikan kewajibannya, atau jika terjadi perselisihan di antara pihak-pihak terkait, maka penyelesaiannya dilakukan melalui perdamaian/shulh, dan atau pengadilan (Pasal 133).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dewan Syari'ah Nasional MUI dalam fatwanya membolehkan bank syari'ah mengenakan denda kepada nasabah yang dianggap mampu tapi tidak membayar kewajibannya terhadap bank syari'ah. Denda tersebut dianggap sebagai dana kebajikan dan bukan merupakan pendapatan bank syari'ah. Denda dibuat dengan pendekatan ta’zir, yaitu untuk membuat nasabah lebih disiplin terhadap kewajibannya, dan berbentuk sejumlah uang yang besarnya ditentukan sesuai kesepakatan antara bank syari'ah dan nasabah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Apabila nasabah tidak mampu membayar kewajibannya karena bangkrut atau benar-benar tidak mampu secara ekonomi (bukan karena lalai), maka pihak bank syari'ah harus menunda penagihan hutang sampai nasabah tersebut mampu untuk membayar dan tidak diperkenankan untuk menerapkan denda atau sangsi, berdasarkan QS. Al-Baqarah: 280 “Dan jika (orang yang berhutang) dalam kesukaran, berilah tangguh sampai berkelapangan…”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk mengetahui apakah seorang nasabah termasuk mampu atau tidak mampu, dapat dilakukan jika bank syari'ah dengan nasabah mempunyai hubungan kemitraan. Bank syari'ah dapat mengetahui keadaan nasabah yang sebenaranya dengan melakukan interaksi, melakukan kunjungan silaturahmi, dan menciptakan suasana keterbukaan dengan pihak nasabah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Di dalam rumahnya juga ada salah seorang anggota keluarga yang sedang mengalami sakit parah. Dengan gambaran seperti ini, diketahui bahwa nasabah benar-benar dalam keadaan tidak mempu melakukan angsuran motor. Karena tidak mampu, maka tidak diperkenakan denda terhadapnya. Bahkan, seharusnya ia diberi kelonggaran waktu atas pembayaran angsuran yang lain.37 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Transaksi murabahah merupakan pembiayaan mayoritas dari total penyaluran dana bank syari'ah, hingga ada kesan bahwa semua transaksi penyaluran dana dimurabahahkan. Namun, adakalahnya bank syariah tidak mau repot dengan langkah-langkah pembelian barang (berposisi sebagai sebagai penjual), sehingga digunakanlah akad wakalah untuk memberikan kuasa kepada nasabah untuk membeli barang tersebut. Terhadap praktek ini, MUI dalam fatwanya menetapkan bahwa jika bank hendak mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang dari pihak ketiga, maka akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang secara prinsip menjadi milik bank. Dengan kata lain, pemberian kuasa wakalah dari bank kepada nasabah atau pihak ketiga manapun, harus dilakukan sebelum akad Jual beli murabahah terjadi. Hal ini juga dicantumkan dalam Peraturan Bank Indonesia No.7/46/PBI/2005 pasal 9 ayat 1 butir d yaitu dalam hal bank mewakilkan kepada nasabah wakalah untuk membeli barang, maka akad murabahah harus dilakukan setelah barang secara prinsip menjadi milik bank (dengan bukti kwitansi pembelian), dan dalam bagian penjelasan sebutkan bahwa akad wakalah harus dibuat terpisah dengan akad murabahah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Aplikasi pembiayaan murabahah yang sangat fleksibel ini dapat digunakan untuk pembelian barang konsumsi maupun barang kebutuhan lain yang pembayarannya dapat dilakukan secara tangguh/mencicil. Selain itu, dibandingkan dengan mekanisme-mekanisme pembiayaan yang lain, murabahah adalah yang paling menguntungkan dan paling sedikit resikonya, mengingat tidak ada standar yang jelas keuntungan yang boleh diambil (oleh bank syariah terhadap nasabah) atas sebuah perjanjian jual beli murabahah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-1393030966938734960?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/1393030966938734960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/murabahah-dalam-hukum-islam-dan-hukum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/1393030966938734960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/1393030966938734960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/murabahah-dalam-hukum-islam-dan-hukum.html' title='Murabahah dalam Hukum Islam dan Hukum Positif'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FCoOyCS0dDg/TfHhcCKIZEI/AAAAAAAAAHI/fuyNIntmoWI/s72-c/murabahah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-8190207196824601074</id><published>2011-06-08T11:01:00.000-07:00</published><updated>2011-06-08T23:29:36.669-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahkamah Agung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakim'/><title type='text'>Antara Hoegeng Iman Santoso dan Asep Iwan Iriawan: Sebuah Teladan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mE7kszY5AK0/Te-4M73tKvI/AAAAAAAAAHE/i9tZ6ThWgQA/s1600/_Hoegeng+copy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-mE7kszY5AK0/Te-4M73tKvI/AAAAAAAAAHE/i9tZ6ThWgQA/s1600/_Hoegeng+copy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Ada anekdot dari mendiang Gusdur yang sangat populer, bahwa hanya 3 polisi di Indonesia ini yang tidak bisa disuap, yaitu Polisi Tidur, Polisi Patung, dan Polisi Hoegeng (Hoegeng Iman Santoso). Terlepas dari kebenaran anekdot tersebut, salah satu yang saya ambil hikmahnya adalah begitu nama Hoegeng Iman Santoso terpatri sebagai salah satu polisi yang mulia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Meski telah wafat (14 Juli 2004), suri tauladanan Hoegeng Iman Santoso sebagai polisi yang jujur dan berintegritas akan selalu diingat sepanjang zaman dan menjadi suri tauladan, baik oleh kalangan akademisi, masyarakat umum, hingga di kepolisian sendiri. Tidak hanya pejabat biasa, bahkan Presiden Suharto pun segan terhadap beliau. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hoegeng Iman Santoso dikenal sebagai polisi yang tidak punya rumah dan kendaraan, bahkan sampai dia pensiun dari jabatannya pada tahun 1968-1971 (Terakhir menjabat sebagai Panglima Angkatan Kepolisian RI, kini Kapolri). Hoegeng Iman Santoso juga menolak saat ditawari oleh Presiden Soeharto untuk menjadi duta besar Belgia (sebagai konpensasi karena dipensiunkan dini akibat sepak terjangnya yang kelewat jujur dan berani) karena menganggap dirinya tidak mampu dan lebih senang mengabdi di Tanah Air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Beragam prestasi pernah ditorehkan oleh beliau, beliau adalah orang yang pertama kali menganjurkan pemakaian helm bagi pengendara sepeda motor. Saat bertugas di Medan, beliau mengeluarkan perabotan-perabotan mahal dari rumah dinasnya, karena beliau menganggap barang-barang itu sebagai pelicin dari cukong agar bisnis ilegalnya berjalan mulus. Beliau juga menolak semua hadiah, sekecil apapun, dan menjadi terkenal karena sering melemparkan berbagai hadiah (parsel) ke luar jendela karena dianggapnya itu adalah sogokan. Beliau berhasil memberantas bisnis ilegal, penyelundupan, dan judi di Sumatera Utara, dengan segala backingnya, semua ditangkap, dan diproses secara hukum. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ketika dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Soeharto pada 15 Mei 1968, beliau meminta kepada presiden Suharto agar angkatan lain tidak mencampuri urusan intern Kepolisian, dan hebatnya ketika itu Presiden Soeharto hanya diam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebuah legenda lain tentang beliau, ketika akan dilantik menjadi Kepala Jawatan Imigrasi, sehari sebelum pelantikannya beliau menyuruh istrinya untuk menutup toko kembang miliknya, padahal toko kembang itu&amp;nbsp;dijadikan sumber penghasilan tambahan untuknya. Ketika Istrinya sedikit protes dan bertanya, “&lt;i&gt;Apa&amp;nbsp;hubungannya toko kembang&amp;nbsp;dengan&amp;nbsp;jabatan Kepala Jawatan Imigrasi&lt;/i&gt;?” Beliau menjawab kalem tapi tegas, “&lt;i&gt;Nanti&amp;nbsp;semua yang berurusan dengan imigrasi&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;memesan kembang&amp;nbsp;pada toko kita dan itu&amp;nbsp;tidak adil&amp;nbsp;untuk&amp;nbsp;toko-toko kembang lainnya&lt;/i&gt;.”-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Satu hal yang membuat dia dihormati dan dikagumi banyak orang, sampai akhir hayatnya, walaupun dia sangat mengetahui bagaimana sepak terjang polisi-polisi yang ndak beres di lapangan, dan juga dengan perlakuan yang ia terima (dipensiunkan dini, dicekal, dst), tidak pernah terucap sekalipun perkataan yang menjelek-jelekkan institusi yang pernah ia masuki dan ia bangun, tidak pernah terlontar dari lidahnya kebobrokan dan hujatan terhadap kawan-kawannya di kepolisian. Dan tidak pernah sekalipun dia mengeluarkan statemen yang berisi bahwa beliaulah polisi yang bersih dan jujur di tengah-tengah polisi-polisi lain yang bertingkah laku ndak jelas. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sepertinya beliau simpan itu dalam hati, sebagai sebuah bentuk nyata kerendahan hati dan sikap mulia, yang justru malah semakin membuat banyak orang menaruh hormat, dan menjadikan ia teladan, baik kawan maupun lawan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Sekarang kita lompat ke kisah yang lain.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Siapa yang sekarang tidak kenal Asep Iwan Iriawan? Beliau adalah seorang hakim yang terkenal jujur dan berintegritas. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Beliau salah satu Hakim dari “tiga serangkai” yang sering menjatuhkan Vonis Mati terhadap pengedar narkoba saat bertugas di Pengadilan Negeri Tangerang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mE7kszY5AK0/Te-4M73tKvI/AAAAAAAAAHE/i9tZ6ThWgQA/s1600/_Hoegeng+copy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-mE7kszY5AK0/Te-4M73tKvI/AAAAAAAAAHE/i9tZ6ThWgQA/s1600/_Hoegeng+copy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Reputasinya sebagai hakim anti narkotika dan obat terlarang mengantar Asep Iwan Iriawan menjadi hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Beliau pernah memutus perkara kepemilikan senjata Hutami Endang Adiningsih alias Mamiek, puteri bungsu mantan presiden Soeharto, memutus perkara kepemilikan narkoba dengan terdakwa aktor Hengki Tornando, perkara korupsi Hendra Raharja dengan peradilan in absentia (dan dalam sidang tersebut sempat mengusir pengacara kawakan O.C. Kaligis), perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia dengan terdakwa Gubernur Syahril Sabirin dan Direktur Utama Bank Surya, Bambang Sutrisno. Sudah tidak terhitung perkara besar yang beliau tangani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saking jujurnya, ketika Asep Iwan Iriawan difitnah menerima uang suap Rp 30 miliar dari Bambang Sutrisno, tidak ada satu orang pun yang mempercayai hal tersebut, karena memang beliau terkenal berintegritas, jujur dan tegas. Sikapnya tersebut juga membuat para pimpinan menjadi segan mengintervensi sikapnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Beliau adalah “pewaris resmi” Palu Sidang yang digunakan oleh Ketua Mahkamah Agung pertama (Kusuma Atmaja), beliau mendapatkan palu tersebut dari mantan Hakim Agung Gunanto dengan pesan “Bawa palu ini, tapi jangan disalahgunakan'," ucapnya. Amanah itu dipegang tegun Asep Iwan Iriawan hingga kini, bahkan setelah keluar sebagai hakim, beliau memilih untuk menyimpan palu tersebut hingga sekarang.&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; Sebuah kebanggaan dan kehormatan yang rasa-rasanya hanya dimiliki oleh beliau seorang dari ribuan Hakim se-Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Ketika bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, beliau juga terkenal karena selalu naik angkot ketika pulang pergi berangkat ngantor. Tidak ada yang mengetahui kediaman beliau, karena memang tidak pernah diberitahu kepada siapapun &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;agar setan suap dan tuduhan tak berdasar tak mampir. Saking menjaganya, ibu kandung beliau sendiri pun belum pernah menginjakkan kaki di rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Akhirnya, sekitar lima tahun yang lalu Asep Iwan Iriawan mengambil keputusan untuk mundur dari profesi sebagai hakim yang telah digelutinya belasan tahun, disaat karirnya sedang berada di puncak sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pemalang, Jateng. Beliau mengambil keputusan tersebut diantaranya disebabkan nuraninya selalu berperang dengan tugasnya sebagai hakim. Baginya, peradilan adalah persoalan memutuskan hitam dan putih yang tak bisa ditawar-tawar lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saat mengambil keputusan mundur, petinggi MA sempat memanggil beliau dan meminta agar Asep Iwan Iriawan mengurungkan niatnya. Namun, karena tekadnya sudah bulat, Asep pun keluar dari institusi yang membesarkannya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Setelah berhenti menjadi hakim, sekarang Asep Iwan Iriawan menjadi pengajar Kuliah Hukum di berbagai universitas swasta di Jakarta dan Bandung. Dari Senin hingga Kamis, Beliau mengajar di Universitas Trisakti, Jakarta, sedangkan di akhir pekan dia ke Bandung mengajar di Universitas Parahyangan, Unikom dan beberapa universitas swasta lain. Jika melihat Asep Iwan Iriawan sekarang, sama sekali tidak terlihat bahwa itulah sosok yang dulu menjadi Hakim yang paling ditakuti para terdakwa di pengadilan dan disegani di Peradilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Terakhir, namanya semakin mencuat setelah menjadi narasumber di salah satu televisi swasta nasional ketika membahas penangkapan Hakim Syarifuddin. Dalam acara tersebut, beliau membuka segala borok peradilan, dan segala kegelisahan yang memang berdasarkan pengalamannya selama menjadi Hakim. Nyatalah ketika itu bahwa dunia peradilan sama sekali tidak bagusnya, semua berisi mafia, yang harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Bahkan, dengan bangga, beliau berkata bahwa anaknya sekarang diterima menjadi Hakim di salah satu peradilan, padahal anak tersebut bukanlah termasuk siswa yang berprestasi, sehingga semakin kuatlah anggapan masyarakat bahwa tidak semua Hakim itu pintar, bahwa seseorang dengan kemampuan pas-pasan pun bisa menjadi Hakim dengan sedikit keberuntungan. Masalah kualitas putusan? Silahkan dinilai sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Sebuah teladan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ada banyak persamaan diantara dua sosok tokoh tauladan yang telah saya sebutkan diatas, keduanya sama-sama Jujur, Sederhana, Tegas, Berintegritas, Tidak kompromi, Punya sikap yang jelas, dan berani memperjuangkan kebenaran apapun resikonya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bahkan sampai akhir karirnya pun, keduanya mempunyai kemiripan yang sama. Hoegeng Iman Santoso dipensiunkan dini, sedangkan Asep Iwan Iriawan mengajukan pensiun dini (berhenti). Sebabnya sama: Memperjuangan idealisme yang mereka yakini dan tidak mau kompromi dengan siapapun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tapi, mungkin ada sedikit hal yang berbeda, setelah karir mereka sama-sama usai, bahwa Hoegeng Iman Santoso tetap bersifat low profile dan rendah hati, tidak menunjukkan “ke-aku-an”-nya, dan tidak pernah sama sekali menista institusi yang dulu pernah dia perjuangkan, dan karena itulah dia tetap menjadi contoh tauladan yang baik, untuk siapapun, kawan maupun lawan, masyarakat umum maupun kepolisian. Sedangkan Asep Iwan Iriawan, di satu sisi beliau mengajarkan ilmu hukum untuk para mahasiswa hukum yang notabene adalah calon penegak hukum, di satu sisi juga kadang “&lt;i&gt;slip tongue&lt;/i&gt;” terjadi: Beliau “keceplosan” menyebutkan semua keburukan dan kekurangan dari institusi yang pernah beliau layani. Hal ini masih dilengkapi dengan anaknya sendiri menjadi Hakim di institusi yang katanya buruk dan penuh dengan mafia, sebuah paradox pun terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saya tidak bermaksud menggurui, karena bagaimanapun Asep Iwan Iriawan jauh lebih hebat daripada saya, dari segi kemampuan dan pengalaman, jauh lebih jujur, berintegritas, tegas dan sudah teruji daripada saya yang belum apa-apa. Akan tetapi saya kira akan menjadi lebih baik jika nama baik Yang Mulia Asep Iwan Iriawan tetap harum selamanya, di mata masyarakat, dan di mata Hakim-hakim se-Indonesia, selalu dijadikan tauladan dan contoh bagaimana menjadi Hakim yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jujur, saya termasuk salah satu yang menyesalkan apa yang beliau nyatakan kemarin di TV. Bukan karena itu tidak benar, karena saya yakin seseorang dengan kapasitas seperti beliau tidak akan bohong, akan tetapi karena banyak Hakim yang berusaha bersih dan jujur, yang sedang berjuang dan terus berjuang, dan baru mengalami apa yang beliau telah alami dahulu, menjadi lemah hatinya karena melihat contoh yang ia teladani justru memberikan pukulan telak baginya. Saya kira masih banyak hakim yang berhati lemah (mungkin karena umur dan pengalaman), yang gampang emosi dan “bersumbu pendek”, dan saya yakin bahwa Yang Mulia Asep Iwan Iriawan bisa memberikan semangat kepada mereka untuk menjadi lebih baik, dan bukan malah menggembosi dengan cara seperti itu, di televisi, ditonton masyarakat se-Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saya yakin, banyak rekan-rekan Hakim di Indonesia ini yang menginginkan untuk bisa bertemu muka dengan Asep Iwan Iriawan, dalam sebuah forum akademis (di pusdiklat Mahkamah Agung mungkin), untuk dapat mengggali kemampuan beliau yang sangat hebat, untuk belajar kepada beliau bagaimana menjadi seorang Hakim yang berintegritas, untuk menimba pengalaman kepada beliau bagaimana cara menghadapi cobaan dan godaan dalam kehidupan sehari-hari seorang Hakim, demi kemajuan Mahkamah Agung dan dunia peradilan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tapi disisi lain, saya juga yakin bahwa tidak ada satupun insan peradilan di Indonesia ini yang menginginkan lagi untuk bertemu muka dan menatap wajah Asep Iwan Iriawan dalam sebuah acara televisi seperti kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Asep Iwan Iriawan adalah sebuah contoh tauladan yang baik untuk Hakim-hakim se-Indonesia. Alangkah indahnya, ketika nama Asep Iwan Iriawan selalu terpatri di setiap sanubari Hakim se-Indonesia, sampai kapanpun, sebagai salah satu contoh Hakim yang jujur, tegas, berintegritas, dan sederhana, selayaknya kepolisian Indonesia mengingat sosok Hoegeng Iman Santosa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Saya jadi teringat sebuah kalimat bijak dari Khoo Ping Hoo: “&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Orang yg sederhana dan jujur akan hilang nilainya di mata Tuhan dan manusia apabila dia justru memamerkan, mengagung-agungkan, dan menepuk dada sendiri dihadapan orang banyak bahwa dia orang yg hidupnya paling mulia.&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-8190207196824601074?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/8190207196824601074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/antara-hoegeng-iman-santoso-dan-asep.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/8190207196824601074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/8190207196824601074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/antara-hoegeng-iman-santoso-dan-asep.html' title='Antara Hoegeng Iman Santoso dan Asep Iwan Iriawan: Sebuah Teladan'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-mE7kszY5AK0/Te-4M73tKvI/AAAAAAAAAHE/i9tZ6ThWgQA/s72-c/_Hoegeng+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-2845102132205504900</id><published>2011-06-06T16:15:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T16:15:56.115-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komisi Yudisial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahkamah Agung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kode Etik Hakim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakim'/><title type='text'>Kasus suap Hakim Syarifuddin, sebuah lingkaran setan yang harus dihentikan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VdzV41bpgnk/TeveWzeDR3I/AAAAAAAAAHA/1d90Cp3WVx4/s1600/Ketidak+adilan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="157" src="http://3.bp.blogspot.com/-VdzV41bpgnk/TeveWzeDR3I/AAAAAAAAAHA/1d90Cp3WVx4/s200/Ketidak+adilan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Semua ajaran agama menyatakan bahwa korupsi (termasuk menerima suap dan menyogok) adalah tindakan tercela yang tidak dapat dibenarkan, apapun alasannya. Bahkan dalam agama Islam ada hadist yang berbunyi: “Pemberi suap dan penerima suap tempatnya di neraka”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pada hari Rabu (1/6/2011), KPK menangkap tangan Hakim Syarifuddin di rumahnya (hakim pengawas kepailitan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; dengan dugaan menerima suap dari Puguh Wiryawan, kurator dalam perkara kepailitan PT Skycamping Indonesia. Turut disita dalam penangkapan tersebut uang 116.128 dollar AS, 245.000 dollar Singapura, 20.000 yen Jepang, 12.600 riel Kamboja, dan Rp 392 juta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Penangkapan Hakim Syarifuddin ini semakin menambah daftar panjang Hakim yang telah ditangkap karena menerima suap. Sebelumnya ditangkap Hakim Muhtadi Asnun (Ketua Pengadilan Negeri Tangerang) dengan dakwaan menerima suap dari Gayus Tambunan sebesar 40 ribu dolar AS dalam kasus penggelapan pajak. Juga Hakim Ibrahim (Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara DKI Jakarta) karena menerima suap Rp 300 juta dari pengusaha Darianus Lungguk Sitorus melalui pengacara Adner Sirait.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kasus suap ini semakin mencoreng dunia peradilan Indonesia. Kepercayaan masyarakat terhadap dunia peradilan, terutama Hakim dan jajarannya sekarang berada di titik nadir. Selama beberapa hari ini semua media, baik itu media cetak maupun elektronik, mengangkat kasus ini sebagai headline. Semua pakar berbicara, mencela dan menista Hakim, seakan-akan dengan adanya kasus ini maka seluruh Hakim di Indonesia mempunyai sifat yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Terkait dengan suap yang diterima karena gaji Hakim yang minim, Trimedya Pandjaitan, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, mengatakan bahwa para hakim kini mengantongi pendapatan resmi sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan, sehingga tidak ada alasan lagi bagi Hakim untuk melakukan korupsi, menerima suap, dan semua tindakan tercela lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ICW juga urun bicara, melalui Emerson Yuntho (Koordinator Bidang Hukumnya) menyatakan bahwa kenaikan gaji atau remunerasi di Mahkamah Agung untuk para Hakim tidak efektif karena ternyata kasus korupsi masih ada, sehingga gaji atau remunerasi bukanlah senjata ampuh untuk pemberantasan korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ada beberapa hal dari paraghrap diatas yang benar, dan ada beberapa yang tidak. Fakta bahwa Hakim Syarifuddin (termasuk Hakim Muhtadi Asnun dan Hakim Ibrahim) menerima suap dan bertindak tercela adalah benar, tidak terbantahkan. Tapi untuk masalah penghasilan Hakim perbulan seperti yang dijelaskan Trimedya Panjaitan diatas adalah tidak benar, bahkan jika ditambah remunerasi sekalipun tidak akan tercapai bilangan itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bagaimanapun, seperti yang sudah dijelaskan di paragraph pertama tulisan ini, bahwa korupsi, menerima suap, apapun alasannya tidak dapat dibenarkan. Bahkan gaji yang kecil dan kesejahteraan yang minim pun tidak dapat dijadikan alasan pembenar untuk itu. Hanya saja pertanyaannya sekarang adalah: “Bagaimana mencegah tidak terjadi hal yang sama di masa yang akan datang?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mas Achmad Santosa (anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum) mengatakan ada 6 faktor yang harus dilakukan untuk memberantas mafia peradilan (4/6/2011), yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Strong leadership pada pucuk pimpinan MA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Perbaikan remunerasi dan kesejahteraan hakim dan pegawai; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Sistem pengawasan internal yg kuat; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;KY yang kuat dan mampu bersinergi dengan MA; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Sistem rekruitmen dan promosi yang memberi bobot pada soal profesionalitas dan integritas; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Terapi kejut (&lt;i&gt;shock therapy&lt;/i&gt;) berupa tindakan dan sanksi keras dari pimpinan MA terhadap hakim nakal yang harus dilakukan secara konsisten dan transparan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dengan kata lain, untuk memberantas praktik mafia peradilan secara total, harus dipahami penyebab timbulnya mafia peradilan dan dibutuhkan strategi yang komprehensif dan menyeluruh untuk memberantas itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Apabila kita kerucutkan, ada 4 hal yang harus dipenuhi untuk memotong jalur lingkaran setan korupsi dan suap di peradilan, yaitu: Kepemimpinan, integritas, kesejahteraan, dan &lt;i&gt;reward &amp;amp; punishment&lt;/i&gt;. Ke empat hal ini adalah satu kesatuan terpadu, yang tidak dapat dipisahkan, dan harus diperjuangkan secara efektif dan konsekuen oleh segenap penyelenggara negara, termasuk yudikatif dan eksekutif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Faktor Kepemimpinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam Undang-undang Dasar 1945 telah dibentuk lembaga Komisi Yudisial yang berwenang untuk menegakkan kehormatan, keluhuran martabat serta prilaku Hakim. Komisi Yudisial juga memiliki wewenang untuk menyeleksi Calon Hakim Agung, menjadi “batu pengasah” insan calon pemimpin Mahkamah Agung. Semua Calon Hakim Agung harus menempuh fit and proper test di kawah candradimuka Komisi Yudisial. Semua aspek dilihat dari para calon tersebut: rekam jejak, riwayat hidup, pendidikan, kemampuan, dan segala aspek teknis maupun non teknis seorang calon Hakim Agung, yang notabene adalah Calon Ketua Mahkamah Agung masa depan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kepemimpinan Mahkamah Agung saat ini pun tidak bisa dipandang sebelah mata, karena banyak kebijakan-kebijakan telah ditempuh guna mewujudkan dunia peradilan yang agung, bermartabat, terbuka dan akuntabel melalui SEMA, PERMA, maupun KMA. Mungkin memang masih ada kekurangan di sana-sini, tapi bukan untuk dihujat dan dicari kesalahannya, akan tetapi untuk dilengkapi dan diberi masukan yang memadai demi kemajuan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Faktor Integritas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Komisi Yudisial telah mengeluarkan keputusan bersama nomor 047/kma/sk/iv/2009 Tentang Kode Etik Hakim, sebagai pedoman bagi Hakim seluruh Indonesia dalam menjalankan tugas dan profesinya sebagai Hakim. Ada sepuluh prinsip dalam kode etik Hakim yang harus dipedomani oleh hakim, yaitu: berperilaku adil, jujur, arif dan bijaksana, mandiri, berintegritas tinggi, bertanggung jawab, menjunjung tinggi harga diri, berdisiplin tinggi, rendah hati, dan profesional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pelatihan dan sosialisasi kode etik Hakim ini rutin terus menerus dilakukan oleh Mahkamah Agung, lewat pengadilan tingkat banding yang secara berkala diikuti bergantian oleh para Hakim tingkat pertama di Indonesia, untuk membentuk Hakim ideal yang didambakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mahkamah Agung bersama Komisi Yudisial juga telah membentuk Majelis Kehormatan Hakim, untuk “mengadili” para Hakim yang dianggap melanggar Kode Etik Hakim, atau tindakan tidak terpuji lain. Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut, setiap pegawai peradilan (termasuk Hakim) yang diberi sanksi diumumkan melalui web resmi Mahkamah Agung setiap 3 bulan sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hakim di Indonesia mencapai jumlah 6000 orang lebih, mayoritas di antara mereka adalah Hakim-hakim yang jujur, bersih dan berintegritas. Jika dilihat dari jumlah Hakim yang mendapat sanksi, maka tidak mencapai bilangan 1% dari total jumlah Hakim, sehingga sangat tidak bijak jika momentum tertangkapnya Hakim Syarifuddin justru dijadikan justifikasi bahwa seluruh Hakim di Indonesia mempunyai sifat yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Faktor Kesejahteraan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Prof. Satjipto Rahardjo (Sosiolog hukum Indonesia) pernah menyampaikan bahwa hakim perlu diberikan gaji yang cukup agar tidak terbebani oleh "urusan duniawi" sehingga dapat banyak membaca, menimbang, dan merenungkan dengan seksama persoalan yang dihadapi guna menjatuhkan putusan dan memberikan keadilan yang berkualitas, oleh karena pekerjaan menegakkan hukum dan keadilan itu tidak segampang dan sejelas seperti dikatakan oleh undang-undang tetapi sarat dengan berbagai intervensi baik itu sosial, ekonomi maupun politik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk faktor yang ini, sepertinya masih jauh panggang daripada api. H. A. Dardiri SH, (Tenaga Ahli Komisi Yudisial) mengatakan bahwa perbandingan gaji hakim di Indonesia dengan gaji Hakim di Negara tetangga Malaysia adalah 1:50, ini sangat jauh. Sebagai gambaran awal, maka dapat kita lihat di PP No. 10 Tahun 2007 yang mengatur tentang Gaji Hakim. Berdasarkan PP tersebut, gaji hakim terendah adalah Rp 1.796.900 (hakim III/a dengan masa kerja 0 tahun). Sedangkan gaji hakim tertinggi adalah Rp 4.525.400 (hakim IV/e dengan masa kerja 32 tahun). Besaran ini tidak berubah sampai sekarang, karena apabila ada kenaikan gaji tahunan PNS, gaji Hakim tidak ikut naik, sehingga Hakim III/a dan Hakim III/b saat ini gajinya kalah besar daripada PNS biasa golongan III/a dan III/b dengan masa kerja sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sedangkan remunerasi diatur dalam Perpres 19/2008, tunjangan itu dibuat berjenjang hingga 16 jenjang. Jenjang terendah adalah hakim di pengadilan kelas II. Tunjangan yang diterima berjumlah Rp 4.200.000. Sementara itu, jenjang tertinggi adalah Ketua MA. Tunjangannya mencapai Rp 31.100.000. Namun remunerasi itu masih diterima 70% sehingga Hakim pengadilan kelas II menerima hanya Rp. 2.900.000/bulan. Itupun tidak turun rutin tiap bulan, sebagai contoh remunerasi tahun 2011 ini, untuk bulan Januari-Maret baru diterima akhir bulan Mei kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lalu berapa Gaji Hakim Malaysia? Silahkan kalikan 50 semua perhitungan diatas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Faktor &lt;i&gt;Reward &amp;amp; Punishment&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saat ini sedang alot pembahasan Rancangan Undang-undang Komisi Yudisial di DPR masalah penyadapan Hakim dan kewenangan Komisi Yudisial untuk menghukum Hakim. Saya tidak ingin berdebat masalah dua kewenangan itu, saya hanya ingin mengambil titik tekan bahwa semua pihak ternyata hanya tertarik untuk &lt;i&gt;punishment&lt;/i&gt; saja, semua merasa berkepentingan untuk mengawasi dan menghukum Hakim yang nakal, tapi saya belum menemukan ada yang tertarik untuk memberi &lt;i&gt;reward &lt;/i&gt;kepada Hakim yang berprestasi. Alih-alih memberi reward, semua menuntut agar Hakim harus memenuhi kewajibannya dengan berintegritas dan penuh keikhlasan tanpa harus peduli kepada haknya. Padahal, antara hak dan kewajiban itu harus berjalan seiring, tidak bisa sendiri-sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Keempat hal diatas harus dilaksanakan secara utuh, menyeluruh dan konsekuen, demi menghindari munculnya “Hakim Syarifuddin-Hakim Syarifuddin” lain di masa yang akan datang. Baik legislatif maupun eksekutif melaksanakan segala fungsi dan kewenangannya secara maksimal demi menghilangkan praktek mafia peradilan di unsur yudikatif, yang pada muaranya akan menghasilkan penegakan hukum yang adil, luhur dan bermartabat untuk segenap elemen masyarakat dan kenegaraan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jika salah satu dari empat hal itu tidak terpenuhi, maka mungkin dalam Undang-undangan Kekuasaan Kehakiman kelak perlu dimasukkan syarat tambahan menjadi Hakim yaitu: harus memiliki jiwa malaikat, harus tidak memiliki kebutuhan materi dunia, harus mendahului keadilan menurut masyarakat dengan cara melakukan polling terlebih dahulu, dan harus meminta saran saran dan nasehat Komisi Yudisial sebelum memutus perkara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tapi, apakah harus seperti itu? Saya kira tidak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dan jika memang benar Gaji Hakim itu 15jt-20jt/bulan seperti yang telah dijelaskan pak Trimedya Panjaitan diatas, maka perlu dimasukkan pasal baru dalam rancangan Undang-undangan Komisi Yudisial, atau RKUHP: “Mendirikan tiang gantungan di tiap halaman peradilan se-Indonesia untuk menggantung Hakim yang korupsi”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-2845102132205504900?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/2845102132205504900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/kasus-suap-hakim-syarifuddin-sebuah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2845102132205504900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2845102132205504900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/kasus-suap-hakim-syarifuddin-sebuah.html' title='Kasus suap Hakim Syarifuddin, sebuah lingkaran setan yang harus dihentikan'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VdzV41bpgnk/TeveWzeDR3I/AAAAAAAAAHA/1d90Cp3WVx4/s72-c/Ketidak+adilan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-2448866985096819773</id><published>2011-06-02T10:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T10:59:31.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Perdata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eksepsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Pidana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Acara'/><title type='text'>Eksepsi dalam Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0s7pTMhGeGI/TefNhxtTQQI/AAAAAAAAAG8/ryWFKSuMh7I/s1600/Eksepsi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-0s7pTMhGeGI/TefNhxtTQQI/AAAAAAAAAG8/ryWFKSuMh7I/s1600/Eksepsi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Eksepsi menurut bahasa adalah tangkisan, biasanya diartikan juga dengan keberatan (&lt;i&gt;exception/plead&lt;/i&gt;). Secara istilah eksepsi diartikan tangkisan, keberatan, atau sanggahan mengenai formalitas surat dakwaan/gugatan/permohonan dan tidak menyinggung materi pokok perkara. Eksepsi diajukan dengan harapan Hakim menjatuhkan putusan N.O. (&lt;i&gt;Niet Onvankelijk Verklaard&lt;/i&gt;)/Tidak Dapat Diterima terhadap dakwaan/gugatan/permohonan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam Hukum Pidana, eksepsi diajukan oleh terdakwa/kuasa hukumnya pada sidang pertama setelah pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (Pasal 156 ayat (1) KUHAP). Sedangkan dalam Hukum Perdata, walaupun tidak ada ketentuan yang mewajibkan Tergugat/Termohon menjawab surat gugatan/permohonan, namun Tergugat/Termohon/Kuasa Hukumnya dapat menjawab surat gugatan/permohonan (yang sekaligus berisi eksepsi) pada sidang pertama setelah pembacaan surat gugatan/permohonan (Pasal 121 ayat (2) HIR/Pasal 145 ayat 92) RBg).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Adapun eksepsi yang diajukan selain di waktu yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan diatas, baik dalam Hukum Pidana ataupun perdata adalah eksepsi yang berkaitan dengan kewenangan mengadili/kompetensi absolut (Pasal 156 ayat (7) KUHAP, Pasal 134 HIR, dan Pasal 160 RBg). Untuk eksepsi yang berkaitan dengan kewenangan mengadili, Hakim dapat secara &lt;i&gt;ex officio&lt;/i&gt; memutuskan tentang wewenang tersebut tanpa harus menunggu jawaban dari dari pihak JPU atau Tergugat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;A.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Hukum Acara Pidana&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam Hukum Acara Pidana, ada beberapa hal yang dapat diajukan eksepsi, yang secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0cm 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Eksepsi Kompetensi/Kewenangan Mengadili. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0cm 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Eksepsi kompetensi dibagi menjadi dua, yaitu Kompetensi absolut (wewenang mengadili 4 lingkungan peradilan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Militer&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;) dan kompetensi relatif (wilayah hukum dari suatu pengadilan dalam satu lingkungan peradilan yang sama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Eksepsi Tuntutan Gugur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tuntutan gugur dapat dituntut dalam beberapa perkara, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Nebis in idem&lt;/i&gt; (dakwaan utk perkara sama yg telah diputus n berkekuatan hukum tetap) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perkara Kadaluarsa/telah lewat waktu. (Pasal 78-82 KUHP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Terdakwa meninggal dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Eksepsi Syarat formil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Syarat Formil berkaitan dengan prosedur tata cara pemeriksaan, penyelidikan, ataupun penyidikan. Putusan yang dijatuhkan adalah N.O. (&lt;i&gt;Niet Onvankelijk Verklaard&lt;/i&gt;)/Tidak Dapat Diterima: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tersangka atau terdakwa dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara minimal 5 tahun tidak didampingi oleh penasihat hukum, jika tersangka/terdakwa tidak memiliki penasihat hukum maka pejabat yang berwenang harus menunjuk penasihat hukum untuk mereka. (putusan MA No 1565 K/Pid/1991, 16 September 1991).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tindak pidana merupakan delik aduan akan tetapi dakwaan terhadap terdakwa dilakukan tanpa ada pengaduan dari korban atau tenggang waktu pengaduan tidak dipenuhi (Pasal 72–75 KUHP).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa sedang dalam pemeriksaan di pengadilan negeri lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Terdakwa yang diajukan di persidangan keliru (salah orang).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;e)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tindak pidana yang didakwakan mengandung sengketa perdata yang harus diselesaikan secara perdata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;f)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jaksa Penuntut Umum keliru dalam merumuskan dakwaan tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Eksepsi Dakwaan Batal Demi Hukum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Eksepsi yang menuntut Dakwaan Batal Demi Hukum dapat diajukan dengan anggapan dakwaan dianggap kabur, membingungkan, sekaligus menyesatkan yang berakibat sulit bagi terdakwa untuk melakukan pembelaan diri karena (Pasal 142 ayat (2) KUHAP):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dakwaan tidak memuat tanggal dan tanda tangan JPU (Pasal 143 ayat (2) KUHAP).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dakwaan tidak memuat identitas lengkap terdakwa (baik itu nama lengkap, tempat lahir, tanggal lahir atau umur, jenis kelamin, kebangsaan, tempat tinggal, agama, dan pekerjaan (Pasal 143 ayat (2) KUHAP).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Dakwaan tidak menyebut locus delicti/tempat dan waktu kejadian tindak pidana tersebut terjadi (Pasal 143 ayat (2) huruf (b) KUHAP).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dakwaan tidak disusun secara cermat, jelas, dan lengkap mengenai uraian tindak pidana yang didakwakan dalam artian semua unsur delik dirumuskan dalam pasal pidana yang didakwakan harus cermat disebut satu persatu serta menyebut dengan cermat, lengkap, dan jelas mengenai cara tindak pidana dilakukan secara utuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;e)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Dakwaan dengan terdakwa anak dibawah umur tidak didampingi oleh pengacara sehingga semua surat-surat (termasuk BAP) ditandatangani oleh tersangka yang dibawah umur tersebut (Pasal 1330 KUHPer, Pasal 51 UU No. 3 Tahun 1997, dan Pasal 56 ayat (1) KUHAP).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;B.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Hukum Acara Perdata&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam Hukum Acara Perdata, ada beberapa hal yang dapat diajukan eksepsi, yang secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Eksepsi Kompetensi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tidak berwenang mengadili secara Absolut &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompetensi absolut berkaitan dengan kewenangan absolut 4 Lingkungan peradilan (Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Militer), Peradilan khusus (Arbitrase, Peradilan Niaga, P4D, dst)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tidak berwenang mengadili secara Relatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kompetensi Relatif berkaitan dengan wilayah hukum dari suatu pengadilan dalam satu lingkungan peradilan yang sama (pasal 118 HIR). Eksepsi jenis ini dapat diakibatkan beberapa hal:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Pengadilan yang berwenang adalah dimana Tergugat bertempat tinggal (&lt;i&gt;Actor Sequitur Forum Rei&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Pengadilan yang berwenang adalah pengadilan dimana debitur bertempat tinggal (&lt;i&gt;Actor Sequitur&lt;/i&gt; tanpa hak opsi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pengadilan yang berwenang adalah pengadilan dimana Penggugat bertempat tinggal, dengan catatan tergugat tidak diketahui keberadaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Pengadilan yang berwenang adalah pengadilan dimana Harta sengketa (tidak bergerak) berada (&lt;i&gt;Forum Rei sitae&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;e)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pengadilan yang berwenang adalah pengadilan di salah satu tempat dari beberapa harta sengketa (tdk bergerak) berada (&lt;i&gt;Forum Rei Sitae&lt;/i&gt; dengan hak opsi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Eksepsi yang berkaitan dengan kompetensi diajukan pada tahap jawaban setelah pembacaan gugatan/permohonan bersamaan dengan pokok perkara 9 Cara pengajuan Pasal 136 HIR dan 160 RBg) dan diputus sebelum pokok perkara. Putusan berbentuk putusan sela jika ditolak dan berbentuk putusan akhir jika dikabulkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Eksepsi Syarat Formil &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Surat kuasa khusus tidak sah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Surat kuasa khusus dapat dinyatakan tidak sah karena sebab-sebab tertentu, diantaranya: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Surat kuasa bersifat umum (Putusan MA no.531 K/SIP/1973).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Surat kuasa tidak mewakili syarat formil sebagaimana disebut dalam pasal 123 HIR, SEMA no.1/1971 23 Januari 1971 jo SEMA no.6 tahun 1994, yaitu tidak disebutkan secara spesifik ingin berperkara di peradilan tertentu, tidak menyebut obyek perkara dan tidak tercantum tanggal dan tanda tangan pemberi kuasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Surat kuasa dibuat bukan atas nama yang berwenang. Misalnya, dalam sebuah Perusahaan Terbuka (P.T.), yang memberi kuasa adalah komisaris dari perusahaan tersebut dan bukan direksi perusahaan (Putusan MA no.10 K/N/1999).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Error in Persona &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Suatu gugatan/permohonan dapat dianggap error in persona apabila diajukan oleh anak di bawah umur (Pasal 1330 KUHPer), mereka yang berada di bawah perwalian/curatele (Pasal 446 dan 452 KUHPer), tidak memiliki kedudukan hukum/&lt;i&gt;legal standing&lt;/i&gt; untuk mengajukan gugatan (&lt;i&gt;persona standi in judicio&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dapat juga dianggap error in persona apabila pihak yang ditarik sebagai Tergugat/Termohon keliru/salah (Putusan MA No.601 K/SIP/1975), atau pihak Penggugat/pemohon atau Tergugat/Termohon yang tercantum dalam surat gugatan/permohonan tidak lengkap (&lt;i&gt;Plurium Litis Consorsium&lt;/i&gt;, Putusan MA 156 K/Pdt/1983)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nebis In Idem.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Nebis in idem adalah sebuah perkara para pihak yang sama, dengan obyek sama, dan materi pokok perkara yang sama tidak dapat diperiksa lagi. Jika ada perkara obyek dan materi perkara yang sama, akan tetapi pihak-pihaknya berbeda tidak termasuk nebis in idem (Pasal 1917 KUHPerd, putusan MA No. 588 K/SIP/1973, dan putusan MA No. 647 K /SIP/1973). Dengan demikian, suatu perkara dapat dikatakan Nebis In Idem apabila: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pernah diperkarakan sebelumnya (putusan MA No. 1743 K/SIP/1983)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Telah berkekuatan hukum tetap (putusan MA No. 647 K/SIP/1973)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Telah tertutup upaya hukum biasa (banding dan kasasi) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Telah diajukan banding dan kasasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Telah lewat waktu banding dan kasasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tidak diajukan upaya hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Akan tetapi, kita ada perkara sama yang telah diputus tidak dapat diterima/N.O. karena tidak memenuhi syarat formil, maka itu tidak termasuk nebis in idem dan dapat digugat kembali untuk kedua kalinya (putusan MA No. 878 k/ Sip/ 1977).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Putusan perkara nebis in idem bersifat positif, berisi amar mengabulkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Gugatan prematur &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Suatu gugatan/permohonan disebut prematur jika ada faktor hukum yang menangguhkan adanya gugatan/permohonan tersebut, misalnya &lt;br /&gt;gugatan warisan disebut prematur jika pewaris belum meninggal dunia, atau hutang yang belum jatuh tempo tidak dapat dituntut untuk ditunaikan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;e.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Obscuur Libel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Obscuur secara sederhana disebut “tidak jelas”. Misal tidak jelas dasar hukum yang menjadi dasar gugatan, tidak jelas obyek gugatan (jika itu berupa tanah maka batas2, letak, ukuran), Petitum tidak jelas (tidak rinci), atau ada kontradiksi antara posita dan petitum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Salah satu contoh kontradiksi antara posita dan petitum adalah antara tuntutan wanprestasi dan perbuatan melawan hukum (&lt;a href="http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/antara-wan-prestasi-dan-perbuatan.html"&gt;artikel tentang ini pernah saya dibahas di blog ini dengan artikel berjudul “Antara Wan Prestasi dan Perbuatan Melawan Hukum&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk mengingatkan, bahwa tuntutan wan prestasi dan perbuatan melawan hukum tidak dapat dijadikan satu, sehingga apabila positanya menjelaskan masalah wan prestasi, petitum tidak dapat berisi tuntutan perbuatan melawan hukum. Hal ini terjadi karena beberapa hal:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Segi sumber hukum &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Wanprestasi berdasarkan pasal 1243 KUHPerd yang timbul dari persetujuan, tuntutan terjadi karena perjanjian tidak dipenuhi sama sekali/tidak tepat waktu/tidak dipenuhi secara layak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Melawan hukum berdasarkan pasal 1365 KUHPerd, terdapat unsur perbuatan melanggar hukum dan dapat dituntut sekaligus secara pidana dan perdata. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Segi hak menuntut &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Wanprestasi memerlukan proses atas pernyataan lalai, apabila ada klausul debitur langsung wanprestasi, namun jika tidak ada klausul maka harus somasi terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Perbuatan Melawan Hukum tidak diperlukan somasi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Segi tuntutan ganti rugi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tuntutan ganti rugi untuk Wanprestasi dihitung sejak terjadi kelalaian (1237 KUHPerd), meliputi kerugian yang dialami dan keuntungan yang akan diperoleh (1236 &amp;amp; 1243 KUHPerd)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tuntutan ganti rugi Perbuatan Melawan Hukum dapat tidak dirinci, dan dapat dituntut ganti rugi immateriil dan materiil tanpa ada standar tertentu (1365 KUHPerd).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-2448866985096819773?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/2448866985096819773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/eksepsi-dalam-hukum-acara-pidana-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2448866985096819773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2448866985096819773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/eksepsi-dalam-hukum-acara-pidana-dan.html' title='Eksepsi dalam Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0s7pTMhGeGI/TefNhxtTQQI/AAAAAAAAAG8/ryWFKSuMh7I/s72-c/Eksepsi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-8472214184213971938</id><published>2011-06-01T10:19:00.000-07:00</published><updated>2011-06-01T10:21:38.621-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Perdata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Pidana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Acara'/><title type='text'>Upaya Hukum terhadap Putusan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LsOwUfMUp_E/TeZ0j1mFApI/AAAAAAAAAG4/1Ch384BmU28/s1600/Upaya+Hukum1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-LsOwUfMUp_E/TeZ0j1mFApI/AAAAAAAAAG4/1Ch384BmU28/s1600/Upaya+Hukum1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Upaya hukum yaitu upaya atau alat untuk mencegah atau memperbaiki keliruan dalam suatu putusan. Upaya hukum dibedakan menjadi upaya hukum biasa dan upaya hukum istimewa. Upaya hukum biasa terbuka untuk setiap putusan selama tenggat waktu yang ditentukan oleh Undang-undang. Wewenang untuk menggunakannya terhapus apabila putusan diterima. Upaya hukum bersifat menghentikan pelaksanaan putusan untuk sementara. Upaya hukum biasa adalah perlawanan (&lt;i&gt;verzet&lt;/i&gt;), banding dan kasasi. Upaya hukum istimewa adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; upaya hukum yang dipergunakan apabila putusan telah memperoleh kekuatan hukum yang tetap. Upaya hukum ini hanya dibolehkan dalam hal-hal tertentu yang disebut dalam Undang-undang. Upaya hukum istimewa adaah &lt;i&gt;request civil &lt;/i&gt;(peninjauan kembali) dan &lt;i&gt;derdenverzet &lt;/i&gt;(perlawanan) dari pihak ketiga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Perlawanan (verzet). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Perlawanan merupakan upaya hukum terhadap putusan yang dijatuhkan di luar hadirnya tergugat (verstek, ps. 125 ayat 3 jo. 129 HIR 149 ayat 3 jo. 153 Rbg). Pada asasnya perlawanan ini disediakan bagi pihak tergugat yang dikalahkan. Bagi penggugat yang dengan putusan verstek dikalahkan tersedia upaya hukum banding (ps. 8 ayat 1 UU 20/1947, 200 Rbg) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Banding. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Apabila salah satu pihak dalam suatu perkara perdata tidak menerima suatu putusan Pengadilan karena merasa hak-haknya terserang oleh adanya putusan itu atau menganggap putusan itu kurang benar atau kurang adil, maka ia dapat mengajukan permohonan banding. Ia dapat mengajukan perkara yang telah diputuskan itu kepada pengadilan yang lebih tinggi untuk diminta pemeriksaan ulang. Yang mengajukan permohonan banding adalah yang bersangkutan (ps. 6 UU 20/1947, 199 Rbg, 19 UU 14/1970), dan banding hanya diperuntukkan bagi pihak yang dikalahkan atau merasa dirugikan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Permohonan banding harus diajukan kepada panitera Pengadilan Negeri yang menjatuhkan putusan dalam empat belas hari terhitung mulai hari berikutnya hari pengumuman putusan kepada yang berkepentingan (ps. 7 UU 20./1947, 199 Rbg) atau diberitahukannya putusan kepada pihak yang bersangkutan. Kalau dalam batas waktu empat belas hari telah lewat dan kemudian diajukan permohonan banding oleh salah satu pihak, maka Pengadilan Negeri tidak boleh menolaknya akan tetapi wajib meneruskanya ke Pengadilan Tinggi, sebab yang berhak menolak atau menerima permohonan banding hanyalah Pengadilan Tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam tingkat banding, hakim tidak boleh mengabulkan lebih daripada yang dituntut atau memutuskan hal-hal yang tidak dituntut. Jadi hakim harus membiarkan putusan dalam tingkat peradilan pertama sepanjang tidak dibantah dalam tingkat banding (&lt;i&gt;tantum devolatum quantum apellatum&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Prorogasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Prorogasi adalah mengajukan suatu sengketa berdasarkan suatu persetujuan kedua belah pihak kepada hakim yang sesungguhnya tidak berwenang memeriksa sengketa tersebut, yaitu kepada hakim dalam tingkat peradilan yang lebih tinggi (Pengadilan Tinggi). Pengadilann bandingg yang memeriksa sengketa dalam Prorogasi bertindak sebagai badan pengadilan dalam tinkat peradilan pertama. Semua ketentuan yang berlaku bagi pengadilan tingkat pertama berlaku bagi pengadilan banding yang sedang melakukan pemeriksaan dalam Prorogasi. Pengadilan banding yang memeriksa Prorogasi itu memeriksa dan memutus dalam tingkat pertama dan terakhir, sehingga putusannya hanya dapat dimintakan kasasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Kasasi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Terhadap putusan-putusan yang diberikan dalam tingkat akhir oleh pengadilan-pengadilan lain daripada mahkamah agung demikian pula terhadap putusan pengadilan yang dimintakan banding dapat dimintakan kasasi kepada Mahkamah Agung oleh pihak-pihak yang berkepentingan (ps. 10 ayat 3, 20 UU 14/1970, 43 UU no. 14 tahun 1985). Kasasi hanya mungkin dan diijinkan terhadap putusan yang diambil dalam lingkungan peradilan umum biasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Permohonan kasasi dapat diajukan kepada panitera dari pengadilan yang menjatuhkan putusan yang dimohonkan (ps. 113 ayat 1 UU 1/1950) dan biasanya Pengadilan Tinggi, akan tetapi dapat juga diajukan kepada kepaniteraan pengadilan yang memutus perkara yang bersangkutan dalam peradilan tingkat pertama. Permohonan kasasi dapat diajukan baik secara lisan maupun tulisan dalam tenggat waktu 14 hari sesudah putusan atau penetapan pengadilan yang dimaksudkan diberitahukan kepada pemohon (ps. 46 UU no. 14 tahun 1985). Dalam tenggat waktu 14 hari setelah permohonan yang dimaksud dalam buku daftar pemohon kasasi wajib menyampaikan memori kasasi (ps. 47 UU no. 14 tahun 1985). permohonan kasasi yang melampaui tenggat waktu yang telah ditentukan atau penerimaan memori kasasi yang melampaui tenggat waktu yang ditentukan harus dinyatakan tidak dapat diterima. Tidak mengajukan risalah kasasi akan menyebabkan tidak diterimanya permohonan kasasi. Dalam risalah kasasi harus dimuat keberatan-keberatan atau alasan-alasan yang berhubungan dengan pokok persoalan perkara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam meninjau alasan-alassan hukum yang dipergunakan dalam permohonan kasasi, dipakai sebagai dasar pasal 30 UU no. 14 tahun 1985, yaitu karena: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tidak berwenang atau melampaui batas wewenang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Lalai memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan-perundang-undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yang dianggap sebagai saat mengajukan kasasi ialah saat penerimaan permohonan kasasi (ps. 113 UU 1/1950). Pemeriksaan perkara dalam tingkat kasasi didasarkan pada waktu penerimaan permohonan kasasi, walaupun risalah kasasi telah diterima lebih dahulu. Yang dimaksud sebagai tanggal permohonan kasasi ialah tanggal pada waktu biaya perkara diterima oleh pantiera yang berangkutan. Sedang apabila biaya perkara diterima melampaui tenggat waktu, maka permohonan kasasi dianggap tidak ada. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Peninjauan kembali. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Putusan yang dijatuhkan dalam tingkat terakhir dan putusan yang dijatuhkan di luar hadir tergugat (verstek) dan yang tidak lagi terbuka kemungkinan untuk mengajukan perlawanan dapat ditinjau kembali atas permohonan orang yang pernah menjadi salah satu pihak di dalam perkara yang telah diputus dan dimintakan peninjauan kembali (&lt;i&gt;request civil&lt;/i&gt;). Permohonan peninjauan kembali dapat diajukan baik secara tertulis maupun lisan (UU no 14 tahun 1985 ps. 71) oleh para pihak sendiri (UU no 14 tahun 1985 ps. 68 ayat 1) kepada MA melalui Ketua Pengadilan Negeri yang memutus perkara dalam tingkat pertama (UU no 14 tahun 1985 ps. 70). Permohonan peninjauan kembali tidak menangguhkan atau menghentikan pelaksanaan putusan pengadilan dan dapat dicabut selama belum diputus serta hanya dapat diajukan hanya satu kali saja (UU no 14 tahun 1985 ps. 66). 14 hari setelah Ketua Pengadilan Negeri yang memutus perkara dalam tingkat pertama menerima permohonan peninjauan kembali maka panitera mengirimkan salinan permohonan kepada pihak lawan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Adapun alasan-alasan peninjauan kembali adalah (UU no 14 tahun 1985 ps. 67): &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Apabila putusan didasarkan pada suatu kebohongan atau tipu muslihat pihak lawan yang diketahui setelah perkaranya diputus atau didasarkan pada bukti-bukti yang kemudian oleh hakim pidana dinyatakan palsu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Apabila setelah perkara diputus, ditemukan surat-surat bukti yang bersifat menentukan yang ada waktu perkara diperiksa tidak dapat ditemukan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Apabila telah dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut atau lebih dari yang dituntut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Apabila mengenai sesuatu bagian dari tuntutan yang belum diputus tanpa mempertimbangkan sebab-sebabnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;e.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Apabila antara pihak-pihak yang sama mengenai suatu soal yang sama atas dasar yang sama oleh Pengadilan yang sama atau sama tingkatannya telah diberikan putusan yang bertentangan satu sama lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;f.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Apabila dalam suatu putusan terdapat suatu kekhilafan hakim atau suatu kekeliruan yang nyata. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Perlawanan pihak ketiga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pada asasnya suatu putusan itu hanyalah mengikat para pihak yang berperkara dan tidak mengikat pihak ketiga (ps. 1917 BW). Akan tetapi apabila pihak ketiga hak-haknya dirugikan oleh suatu putusan, maka ia dapat mengajukan perrlawanan terhadap putusan tersebut (ps. 378 Rv). Perlawanan ini diajukan kepada hakim yang menjatuhkan putusan yang dilawan itu dengan menggugat para pihak yang bersangkutan dengan cara biasa (ps. 379 Rv). Pihak ketiga yang hendak mengajukan perlawanan terhadap suatu putusan tidak cukup hanya mempunyai kepentingan saja, tetapi harus nyata-nyata telah dirugikan hak-haknya. Apabila perlawanannya dilabulkan, maka putusan yang dilawan itu diperbaiki sepanjang tidak merugikan pihak ketiga (ps. 382 Rv). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-8472214184213971938?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/8472214184213971938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/upaya-hukum-terhadap-putusan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/8472214184213971938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/8472214184213971938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/06/upaya-hukum-terhadap-putusan.html' title='Upaya Hukum terhadap Putusan'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-LsOwUfMUp_E/TeZ0j1mFApI/AAAAAAAAAG4/1Ch384BmU28/s72-c/Upaya+Hukum1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-2534403289788747622</id><published>2011-05-30T19:15:00.000-07:00</published><updated>2011-05-30T19:19:05.105-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra Peradilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakim Komisaris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Pidana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Acara'/><title type='text'>Pra Peradilan vs Hakim Komisaris</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-w_lWZL9R5R8/TeRM2pu9u6I/AAAAAAAAAGo/ff6xEoOn6DA/s1600/Hakim+Komisaris2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="134" src="http://1.bp.blogspot.com/-w_lWZL9R5R8/TeRM2pu9u6I/AAAAAAAAAGo/ff6xEoOn6DA/s200/Hakim+Komisaris2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Setiap orang yang disangka atau diduga melakukan tindak pidana wajib dianggap tidak bersalah sampai dibuktikan kesalahannya oleh suatu putusan pengadilan melalui sidang peradilan yang terbuka, bebas dan tidak memihak (asas praduga tidak bersalah), dengan kata lain, sebelum jatuh putusan, tersangka/terdakwa harus tetap dijunjung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; dan dilindungi hak asasinya, termasuk harus dipenuhi syarat-syarat formil dan materiil seorang tersangka/terdakwa dalam proses penangkapan dan penahanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Herziene Indische Reglement &lt;/i&gt;(HIR) tidak mengatur tentang pengawasan dan penilaian terhadap upaya paksa penangkapan atau penahanan. Pada jaman dulu hanya ada pengawasan oleh hakim, yakni dalam hal perpanjangan waktu penahanan sementara yang harus dimintakan persetujuan hakim. Namun pengawasan hakim ini kurang bermanfaat dan tidak efektif mengingat urusan perpanjangan penahanan oleh hakim itu bersifat tertutup dan semata-mata dianggap sebagai urusan birokrasi. Semua surat permohonan perpanjangan penahanan secara serta merta tanpa diperiksa lagi langsung saja ditandatangani oleh hakim ataupun petugas yang ditunjuk oleh hakim. Akibatnya banyak penahanan yang sampai bertahun-tahun dan tersangka hanya pasrah pada nasib, dan menunggu belas kasihan dari hakim untuk membebaskannya kelak di muka pemeriksaan persidangan pengadilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk menghindari adanya kesewenang-wenangan aparat penegak hukum dalam proses penahanan dan penangkapan tersebut, juga untuk melindungi hak tersangka dalam memperjuangkan hak-haknya sebelum proses pemeriksaan sidang dilaksanakan, maka dalam draft RUU KUHAP pada tahun 1974 dicantumkanlah Hakim Komisaris sebagai lembaga yang akan mewadahi semua masalah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hakim Komisaris sebenarnya pernah diberlakukan dalam &lt;i&gt;Reglement op de Strafvoerdering&lt;/i&gt; (dengan istilah &lt;i&gt;Van de regter-commissaris&lt;/i&gt;) yang berfungsi pada tahap pemeriksaan pendahuluan sebagai pengawas (examinating judge) untuk mengawasi apakah tindakan upaya paksa (penangkapan, penggeledahan, penyitaan dan pemeriksaan surat-surat) dilakukan dengan sah atau tidak. Diatur juga disana bahwa Hakim Komisaris memiliki wewenang untuk memanggil orang (para saksi atapun tersangka), juga memeriksa langsung para saksi/tersangka (Pasal 46-56). Hakim Komisaris ini mulai dihapus sejak HIR diberlakukan (Staatsblad No. 44 Tahun 1941).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Terdapat banyak pro dan kontra terhadap pencantuman Hakim Komisaris dalam &lt;i&gt;draft &lt;/i&gt;RUU KUHAP tahun 1974. Kejaksaan misalnya, berpendapat bahwa dalam tahap pemeriksaan pendahuluan, pengawasan mutlak adalah wewenang Kejaksaan (HIR, Undang-undang Pokok Kepolisian, dan Undang-undang Pokok Kejaksaan). Alasan penolakan lain juga karena dengan adanya Hakim Komisaris maka prosedur peradilan akan semakin rumit, karena adanya tumpang tindih kewenangan antara instansi-instansi yang terkait (Polisi dan Kejaksaan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mereka yang mendukung Hakim Komisaris berpendapat bahwa tahap penyelidikan, penyidikan, penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, serta penuntutan, tidak hanya dibutuhkan pengawasan secara vertikal saja(struktural, dari atasan kepada bawahan), tetapi juga dibutuhkan pengawasan secara horizontal oleh lembaga lain. Fungsi dan kewenangan Hakim Komisaris yang terdapat dalam &lt;i&gt;draft &lt;/i&gt;Rancangan Undang-undang Hukum Acara Pidana tahun 1974, dapat kita lihat pada Pasal 99 sampai dengan Pasal 103 dalam &lt;i&gt;draft &lt;/i&gt;Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana tahun 1974 tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Akhirnya muncullah gagasan tentang lembaga pra-peradilan yang terinspirasi dari hak &lt;i&gt;Habeas Corpus Act&lt;/i&gt; (memberikan hak pada seseorang, melalui suatu surat perintah pengadilan, menuntut pejabat yang melakukan penahanan atapuan penangkapan atas dirinya untuk membuktikan bahwa penahanan tersebut tidak melanggar hukum dan telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku) dalam sistem Anglo Saxon. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya pra-peradilan disahkan sebagai lembaga pengawasan dan penilaian terhadap upaya penangkapan dan penahanan sebagaimana tercantum dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dengan Pra Peradilan, tersangka/terdakwa/keluarganya/kuasanya dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk memanggil pihak penyidik atau jaksa penuntut umum yang telah melakukan upaya paksa agar mempertanggungjawabkan tindakannya di depan sidang apakah benar-benar beralasan dan berlandaskan hukum, sehingga tersangka atau terdakwa mepunyai hak untuk melawan penahanan dan penangkapan yang dianggapnya dilakukan secara sewenang-wenang oleh pihak penyidik ataupun penuntut umum. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pada prinsipnya, tujuan utama Pra Peradilan adalah untuk melakukan ”pengawasan horisontal” atas tindakan upaya paksa yang dikenakan terhadap tersangka selama ia berada di dalam pemeriksaan penyidikan atau penuntutan, agar benar-benar tindakan itu tidak bertentangan dengan ketentuan hukum dan undang-undang ( M. Yahya Harahap, 2002:4 ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saat ini, lembaga Hakim Komisaris kembali diwacanakan dalam RUU KUHAP yang baru untuk menggantikan lembaga pra peradilan. Kembali muncul pro dan kontra terhadap masalah ini. Sehingga ada baiknya kalau kita bisa melihat dan memperbandingkan antara Hakim Komisaris (dalam RUU KUHAP) dan pra peradilan (dalam KUHAP) secara head to head untuk mendapatkan gambaran yang obyektif dan menyeluruh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Masalah Kewenangan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Pra Peradilan (Pasal 77 dan Pasal 78 ayat (1) KUHAP)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pengadilan Negeri berwenang untuk memeriksa dan memutus sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-undang ini tentang (Pasal 77 KUHAP):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan, atau penghentian penuntutan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Ganti kerugian dan atau rehabilitasi bagi seseorang yang perkara pidananya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yang melaksanakan wewenang Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud dalam pasal 77 adalah Pra Peradilan (Pasal 78 ayat (1)).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Hakim Komisaris (Pasal 111 ayat (1) RUU KUHAP)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hakim Komisaris berwenang menetapkan atau memutuskan (Pasal 111 ayat (1));&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, atau penyadapan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pembatalan atau penangguhan penahanan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bahwa keterangan yang dibuat tersangka atau terdakwa dengan melanggar hak tidak memberatkan diri sendiri;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Alat bukti dan penyataan yang didapat secara tidak sah dapat dijadikan alat bukti;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Ganti kerugian dan atau rehabilitasi untuk seseorang yang ditangkap atau ditahan secara tidak sah atau ganti kerugian untuk setiap hak ilik yang disita secara tidak sah;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Tersangka atau terdakwa berhak atau diharuskan didampingi oleh pengacara;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;7)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bahwa penyidikan atau Penuntutan telah dilakukan untuk tujuan yang tidak sah;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;8)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Penghentian Penyidikan atau penghentian Penuntutan tidak berdasarkan asas oportunitas;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;9)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Layak atau tidaknya suatu perkara dilakukan Penuntutan ke pengadilan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;10)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pelanggaran terhadap hak tersangka apapun yang lain yang terjadi selama tahap Penyidikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dilihat dari sisi kewenangan, Hakim Komisaris memiliki tugas dan wewenang yang lebih luas dan lebih lengkap terhadap tindakan-tindakan penegak hukum, sedangkan dalam Pra Peradilan tidak semua upaya paksa dapat diajukan Pra Peradilan, hanya sah atau tidaknya penangkapan atau penahanan, sedangkan mengenai penggeledahan dan penyitaan tidak dapat diajukan Pra Peradilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Susunan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Pra Peradilan (Pasal 78 ayat (2) KUHAP )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pra Peradilan dipimpin oleh hakim tunggal yang ditunjuk oleh Ketua Pengadilan Negeri dan dibantu oleh seorang penitera (Pasal 78 ayat (2)).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Hakim Komisaris (Pasal 117 sampai dengan Pasal 123 RUU KUHAP)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk dapat diangkat menjadi Hakim Komisaris, seorang hakim harus memenuhi syarat (Pasal 117):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Memiliki kapasitas dan integritas moral yang tinggi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bertugas sebagai hakim di Pengadilan Negeri sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Berusia serendah-rendahnya 35 (tiga puluh lima) tahun dan setinggi-tingginya 57 (lima puluh tujuh) tahun;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Berpangkat serendah-rendahnya golongan III/C.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 118&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hakim Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Ketua Pengadilan Tinggi yang daerah hukumnya meliputi Pengadilan Negeri setempat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hakim Komisaris diangkat untuk masa jabatan selama 2 (dua) tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 119&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hakim Komisaris diberhentikan dengan hormat dari jabatannya, karena:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Telah habis masa jabatannya;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Atas permintaan sendiri;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Sakit jasmani atau rohani secara terus menerus;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tidak cakap dalam menjalankan tugasnya;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;e)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Meninggal dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Penilaian mengenai ketidakcakapan Hakim Komisaris dalam menjalankan tugasnya sebaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan oleh Tim Pengawas sebagaimana mekanisme pengawasan di Pengadilan Tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 120&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hakim Komisaris diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya karena:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dipidana karena bersalah melakukan tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Melakukan perbuatan tercela;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Terus–menerus melalaikan kewajiban dalam menjalankan tugas dan wewenangnya;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Melanggar sumpah jabatan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Merangkap jabatan sebagaimana dilarang dalam peraturan perundang-undangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 121&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Selama menjabat sebagai Hakim Komisaris, hakim Pengadilan Negeri dibebastugaskan dari tugas mengadili semua jenis perkara dan tugas lain yang berhubungan dengan tugas pengadilan negeri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Setelah selesai masa jabatannya, Hakim Komisaris dikembalikan tugasnya ke Pengadilan Negeri semula, selama belum mencapai batas usia pensiun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 122&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai syarat dan tata cara pengangkatan dan pemberhentian Hakim Komisaris diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 123&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hakim Komisaris berkantor di atau dekat Rumah Tahanan Negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hakim Komisaris merupakan hakim tunggal, memeriksa, menetapkan, atau memutus karena jabatannya seorang diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam menjalankan tugasnya, Hakim Komisaris dibantu oleh seorang panitera dan beberapa orang staf sekretariat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dilihat dari susunan, semua hakim pengadilan dapat diangkap menjadi Hakim Tunggal dalam proses Pra Peradilan sesuai dengan perintah Ketua Pengadilan, sedangkan Hakim Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh presiden atas rekomendasi dari Pengadilan Tinggi, dan selama menjabat menjadi Hakim Komisaris, hakim yang bersangkutan dari tugas mengadili semua jenis perkara dan tugas lain yang berhubungan dengan tugas pengadilan negeri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-SJ9CMK3JbPY/TeRM1isLdBI/AAAAAAAAAGk/lu1W16ySNyQ/s1600/Hakim+Komisaris1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-SJ9CMK3JbPY/TeRM1isLdBI/AAAAAAAAAGk/lu1W16ySNyQ/s1600/Hakim+Komisaris1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk susunan, pra peradilan tidak akan mengalami masalah yang berarti dalam praktek di lapangan. Sedangkan untuk Hakim Komisaris akan menimbulkan masalah yang sangat komplek di lapangan, mengingat penyebaran hakim yang belum merata di seluruh Indonesia, juga mobilitas hakim yang tinggi akan menimbulkan masalah baru. Belum lagi jika dilihat dari syarat 10 tahun bertugas dan minimal III/c serta harus minimal berumur 35 tahun tidak akan bisa dipenuhi oleh kebanyakan pengadilan kelas II di luar jawa, karena kebanyakan Hakim yang bertugas disana adalah Hakim Junior dengan masa kerja kurang dari 6-8 tahun, dan (biasanya) Hakim yang telah memenuhi kriteria tersebut telah menjabat sebagai wakil atau ketua di pengadilan yang bersangkutan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Syarat ini mungkin kelihatan sederhana dan pasti dapat dipenuhi oleh seluruh pengadilan di pulau Jawa, akan tetapi akan menjadi masalah baru untuk (hampir semua) pengadilan kelas II di luar pulau Jawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Permohonan Pengajuan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Pra Peradilan ( Pasal 79, 80, 81, 95 ayat (2) dan (3), Pasal 97 ayat (3) KUHAP )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 79&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Permintaan Pemeriksaan tentang sah atau tidaknya suatu penangkapan atau penahanan diajukan oleh tersangka, keluarga atau kuasanya kepada Ketua Pengadilan Negeri dengan menyebutkan alasannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 80&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Permintaan untuk memeriksan sah atau tidaknya suatu penangkapan penyidikan atau penuntutan dapat diajukan oleh penyidik atau penuntut umum atau pihak ketiga yang berkepentingan kepada Ketua Pengadilan Negeri dengan menyebutkan alasannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 81&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Permintaan ganti kerugian dan atau rehabilitasi akibat tidak sahnya penangkapan atau penahanan atau akibat sahnya penghentian penyidikan atau penuntutan diajukan oleh tersangka atau pihak ketiga yang berkepentingan kepada Ketua Pengadilan Negeri dengan menyebut alasannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 95 ayat (2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tuntutan ganti kerugian oleh tersangka atau ahli warisnya atas penangkapan atau penahanan serta tindakan lain tanpa alasan yang berdasarkan undang-ungdang atau karena kekeliruan mengenai orang atau hukum yang diterapkan sebagimana dimaksudkan dalam ayat (1) yang perkaranya tidak diajukan ke Pengadilan Negeri, diputus sidang Pra Peradilan sebaimana dimaksud dalam Pasal 77.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 97 ayat (3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Permintaan rehabilitasi oleh tersangka atas penangkapan atau penahanan tanpa alasan yang berdasarkan undang-undang atau kekeliruan mengenai orang atau hukum yang diterapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 ayat (1) yang perkaranya tidak diajukan ke Pengadilan Negeri diputus oleh hakim Pra Peradilan yang dimaksud dalam &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 77.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Hakim Komisaris (Pasal 111 ayat (2) dan ayat (3) RUU KUHAP )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 111 ayat (2) dan ayat (3):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2) Permohonan mengenai hal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh tersangka atau penasihat hukumnya atau oleh penuntut umum, kecuali ketentuan pada ayat (1) huruf I hanya dapat diajukan oleh Penuntut Umum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3) Hakim Komisaris dapat memutuskan hal-hal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atas inisiatifnya sendiri, kecuali ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf i.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hakim Pra Peradilan bersifat menunggu adanya permohonan dari para pemohon yang merasa bahwa haknya dilanggar dalam hal pengujian upaya paksa maupun permohonan ganti kerugian dan rehabilitasi dan tidak dapat melakukan persidangan tanpa adanya suatu permohonan, sedangkan Hakim Komisaris memiliki tambahan kewenangan inisiatif dimana tanpa perlu adanya suatu permohonan dari pemohon, seorang Hakim Komisaris dapat memutusakan atau menetapkan sendiri mengenai hal-hal yang termasuk dalam tugasnya pada Pasal 111 ayat (1) RUU KUHAP.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk yang ini, akan menimbulkan masalah baru ketika dikaitkan dengan kewenangan Hakim Komisaris yang sangat luas yang niscaya berbenturan dengan pengawasan melekat/vertikal instansi yang bersinggungan (polisi/jaksa). Harus ada pengaturan teknis yang lebih lanjut agar tidak terjadi benturan yang tidak diinginkan dalam praktek di lapangan. Dan hal ini sangat terkait dengan subyektifitas Hakim Komisaris yang bersangkutan, sehingga harus juga dibuat suatu standar baku seperti apa inisiatif yang dapat dilakukan dan “ditabrak” oleh Hakim Komisaris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Acara Pemeriksaan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Pra Peradilan (Pasal 82 ayat (1) KUHAP )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 82 ayat (1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Acara pemeriksaan Pra Peradilan untuk hal sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 79, Pasal 80, Pasal 81 ditentukan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam waktu tiga hari setelah diterimanya permintaan, hakim yang ditunjuk menetapkan hari sidang:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam memeriksa dan memutus tentang sah atau tidaknya penangkapan atau penahanan, sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penuntutan, permintaan ganti kerugian dan atau rehabilitasi akibat tidak sahnya penangkapan atau penahanan, akibat sahnya penghentian penyidikan atau penuntutan dan ada benda yang disita yang tidak termasuk alat pembuktian, hakim mendengar keterangan baik dari tersangka atau pemohon maupun dari pejabat yang berwenang;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pemeriksaan tersebut dilakukan secara cepat dan selambat-lambatnya tujuh hari hakim harus sudah menjatuhkan putusannya;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa oleh Pengadilan Negeri, sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada Pra Peradilan belum selesai, maka permintaan itu gugur;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;e)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Putusan Pra Peradilan pada tingkat penyidikan tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan pemeriksaan Pra Peradilan lagi pada tingkat pemeriksaan oleh penuntut umum, jika untuk itu diajukan permintaan baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Hakim Komisaris (Pasal 114, Pasal 116, Pasal 112, dan Pasal 113 RUU KUHAP )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 114&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hakim Komisaris memberikan keputusan dalam waktu paling lambat 2 (dua) hari terhitung sejak menerima permohonan sebaimana dimaksud dalam Pasal 111 ayat (2).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hakim Komisaris memberikan keputusan atas permohonan berdasarkan hasil penelitian salinan dari surat perintah penangkapan, penahanan, penyitaan, atau catatan lainnya yang relevan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hakim Komisaris dapat mendengar keterangan-keterangan dari tersangka atau penasihat hukumnya, penyidik, atau penuntut umum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Apabila diperlukan, Hakim Komisaris dapat meminta keterangan dibawah sumpah dari saksi yang relevan dan alat bukti surat yang relevan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111 ayat (2) tidak menunda proses Penyidikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 116&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hakim Komisaris melakukan pemeriksaan atas permohonan ganti kerugian atau rehabilitasi dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) hari kerja setelah menerima permohonan, harus mulai menyidangkan permohonan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Sebelum memeriksa dan memutus, wajib mendengar Pemohon, Penyidik, atau Penuntut Umum;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah menyidangkan, harus sudah memberikan putusan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal perkara sudah diperiksa oleh Pengadilan Negeri, permohonan ganti kerugian atau rehabilitasi tidak dapat diajukan kepada Hakim Komisaris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 112&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Untuk pembuktian perkara di Indonesia, saksi yang bertempat tinggal di luar negeri diperiksa oleh pejabat yang berwenang di negara tersebut, dan keterangan diserahkan kepada pemerintah Indonesia, dalam hal Indonesia mempunyai perjanjian bilateral dengan negara tersebut atau berdasarkan asas resiprositas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Keterangan sebagai mana dimaksud pada ayat (1) harus disampaikan kepada penyidik atau penuntut umum di Indonesia sesuai dengan tahapan pemeriksaan perkara, melalui instansi yang berwenang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Permintaan kepada pemerintah negara lain untuk memeriksa saksi yang berada di negara tersebut harus dilengkapi dengan daftar keterangan yang diperlukan yang harus dijawab oleh saksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal keterangan sebagimana dimaksud pada ayat (2) dilimpahkan ke Pengadilan, maka keterangan tersebut mempunyi kekuatan pembuktian sebagai alat bukti yang sah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 113&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Jika ada permintaan dari negara lain untuk mengambil keterangan saksi atau melakukan tindakan hukum lain di Indonesia untuk kepentingan perkara yang ada di negara peminta, permintaan tersebut dipenuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tata cara pengambilan keterangan dari saksi atau tindakan hukum lain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-undang ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk proses ini, tidak ada perbedaan yang signifikan antara Hakim Komisaris dan Pra Peradilan, hanya terdapat beberapa kecil tentang teknis pelaksanaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;5.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Putusan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Pra Peradilan (Pasal 82 ayat (2) dan ayat (3) KUHAP )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 82 ayat (2) dan (3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Putusan hakim dalam acara pemeriksaan Pra Peradilan mengenai hal sebaimana dimaksud dalam Pasal 79, Pasal 80 dan Pasal 81, harus memuat dengan jelas dasar dan alasannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Isi putusan selain memuat ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) juga memuat hal sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal putusan menetapakan bahwa suatu penangkapan atau penahanan tidak sah, maka penyidik atau jaksa penuntut umum pada tingkat pemeriksaan masing-masing harus segera membebaskan tersangka;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal putusan menetapkan bahwa suatu penghentian penyidikan atau penuntutan tidak sah, penyidikan atau penuntutan terhadap tersangka wajib dilanjutkan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;c)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal putusan menetapkan bahwa suatu penangkapan atau penahanan tidak sah, maka dalam putusan dicantumkan jumlah besarnya kerugian dan rehabilitasi yang diberikan sedangkan dalam hal suatu penghentian penyidikan atau penuntutan adalah sah dan tersangka tidak ditahan, maka dalam putusan dicantumkan rehabilitasinya;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;d)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal putusaan menetapkan bahwa benda yang disita ada yang tidak termasuk alat pembuktian, maka dalam putusan dicantumkan bahwa benda tersebut harus segera dikembalikan kepada tersangka atau dari siapa benda itu disita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Hakim Komisaris (Pasal 115 RUU KUHAP )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 115&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Putusan dan penetapan Hakim Komisaris harus memuat dengan jelas dasar hukum dan alasannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal Hakim Komisaris menetapkan atau memutuskan penahanan tidak sah, penyidik atau penuntut umum pada tingkat pemeriksaan masing-masing harus mengeluarkan tersangka dari tahanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal Hakim Komisaris menetapkan atu memutuskan penyitaan tidak sah, dalam waktu paling lambat 1 (satu) hari setelah ditetapkan atau diputuskan, benda yang disita harus dikembalikan kepada yang paling berhak kecuali terhadap benda terlarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal Hakim Komisaris menetapkan atau memutuskan bahwa penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan tidak sah, Penyidik atau Penuntut Umum harus segera melanjutkan Penyidikan atau Penuntutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal Hakim Komisaris menetapkan atau memutuskan bahwa penahanan tidak sah, Hakim Komisaris menetapkan jumlah pemberian ganti kerugian dan/atau rehabilitasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai jumlah pemberian ganti kerugian dan/atau rehabilitasi diatur dengan Peraturan Pemerintah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Putusan Pra Peradilan merupakan putusan yang bersifat declaratoir, yang pada dasarnya merupakan suatu putusan yang menegaskan bahwa seseorang mempunyai hak, sedangkan putusan yang dijatuhkan oleh Hakim Komisaris bersifat declaratoir dan konstitutif. Putusan yang bersifat declaratoir dapat dilihat pada Pasal 115 ayat (2) sampai dengan ayat (4), sedangkan yang bersifat konstitutif dapat dilihat pada Pasal 115 ayat (5) RUU KUHAP tahun 2008.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;6.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Upaya Hukum &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Pra Peradilan ( Pasal 83 KUHAP)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 83&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Terhadap putusan Pra Peradilan dalam hal sebagaimana dimaksud dalam hal Pasal 79, Pasal 80, dan Pasal 81 tidak dapat dimintakan banding.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Dikecualikan dari ketentuan ayat (1) adalah putusan Pra Peradilan yang menetapkan tidak sahnya penghentian penyidikan atau penuntutan, yang untuk itu dapat dimintakan putusan akhir ke Pengadilan Tinggi dalam daerah hukum yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Hakim Komisaris (Pasal 124 RUU KUHAP)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 124&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Menetapkan atau putusan Hakim Komisaris tidak dapat diajukan upaya hukum banding dan kasasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6rabyxRwEB4/TeRM0iECu3I/AAAAAAAAAGg/uDz8YGWgS98/s1600/Hakim+Komisaris.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://2.bp.blogspot.com/-6rabyxRwEB4/TeRM0iECu3I/AAAAAAAAAGg/uDz8YGWgS98/s200/Hakim+Komisaris.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 83 ayat (2) KUHAP ditetapkan bahwa apabila hakim Pra Peradilan menetapkan bahwa penghentian penyidikan atau penuntutan tidak sah, maka penyidik atau penuntut umum diberikan kesempatan untuk mengajukan banding kepada pengadilan tinggi sesuai dengan daerah hukumnya, dan putusan ini merupakan putusan akhir. Sedangkan putusan yang dijatuhkan oleh Hakim Komisaris telah secara tegas dan jelas dinyatakan tidak dapat diajukan upaya hukum biasa. Adapun mengenai pengajuan upaya hukum luar biasa atas putusan atau penetapan Hakim Komisaris tidak diatur lebih lanjut dalam RUU ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span id="goog_600473449"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_600473450"&gt;&lt;/span&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Adnan Buyung Nasution, salah satu advokat senior Indonesia, menyatakan bahwa konsep Pra Peradilan jauh lebih baik daripada konsep Hakim Komisaris, dengan alasan Hakim Komisaris dianggap lebih bersifat administratif, tertutup, dan tergantung pada Hakim Komisaris yang bersangkutan saja, sehingga tidak ada pengawasan dari partisipasi publik, sedangkan Pra Peradilan bersifat terbuka dan disidangkan. (Newsletter KHN, April 2002).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Satu kritik lagi, bahwa kewenangan Hakim Komisaris yang sangat luas dapat menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan, hal ini adalah sebuah keniscayaan karena seluruh kewenangan tersebut berada di tangan seorang hakim. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bagaimanapun, terdapat kelebihan dan kekuarangan dalam masing-masing lembaga, baik itu pra peradilan maupun Hakim Komisaris. Alangkah baiknya jika kekurangan dan kelebihan tersebut dapat dipadukan secara serasi, sehingga terwujud lembaga pra peradilan yang disempurnakan dengan tambahan beberapa kewenangan dan keistimewaan dari Hakim komisaris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="divLookup" style="-moz-border-radius: 3px; background-color: #ffff77; color: black; left: 89px; padding: 3px; position: absolute; top: 3074px; z-index: 999999999;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/gif,GIF89a%12%12%B3%FF%FF%FF%F7%F7%EF%CC%CC%CC%BD%BE%BD%99%99%99ZYZRUR%FE%01%02%21%F9%04%04%14%FF%2C%12%12%04X0%C8I%2B%1D8%EB%3D%E4%60%28%8A%85%17%0AG*%8C%40%19%7CJ%08%C4%B1%92%26z%C76%FE%02%07%C2%89v%F0%7Dz%C3b%C8u%14%82V5%23o%A7%13%19L%BCY-%25%7D%A6l%DF%D0%F5%C7%02%85%5B%D82%90%CBT%87%D8i7%88Y%A8%DB%EFx%8B%DE%12%01%3B" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-2534403289788747622?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/2534403289788747622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/pra-peradilan-vs-hakim-komisaris.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2534403289788747622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2534403289788747622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/pra-peradilan-vs-hakim-komisaris.html' title='Pra Peradilan vs Hakim Komisaris'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-w_lWZL9R5R8/TeRM2pu9u6I/AAAAAAAAAGo/ff6xEoOn6DA/s72-c/Hakim+Komisaris2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-2700535464931442850</id><published>2011-05-29T19:35:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T19:38:15.270-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keterbukaan Informasi Pengadilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebebasan Hakim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat Hukum'/><title type='text'>Kebebasan Hakim dan Kemandirian Kekuasaan Kehakiman</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XALczCJTPrQ/TeMBsjfN_iI/AAAAAAAAAGY/TPsW0ZSZzt0/s1600/Kekuasaan+Kehakiman.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-XALczCJTPrQ/TeMBsjfN_iI/AAAAAAAAAGY/TPsW0ZSZzt0/s1600/Kekuasaan+Kehakiman.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kebebasan Hakim yang didasarkan pada kemandirian Kekuasaan Kehakiman di Indonesia dijamin dalam Konstitusi Indonesia yaitu Undang-undang Dasar 1945, yang selanjutnya di implementasikan dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009.Independensi diartikan sebagai bebas dari pengaruh eksekutif maupun Kekuasaan Negara lain, juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; bebas dari paksaan, rekomendasi dan segala macam hal lain baik dari extra yudisial meupun internal yudisial dalam menjatuhkan putusan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam melaksanakan kekuasaan kehakiman dikenal adanya 4 (empat) lingkungan peradilan yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Peradilan Umum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. Peradilan Agama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. Peradilan Militer&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4. Peradilan Tata Usaha Negara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pada awalnya, empat lingkungan peradilan tersebut berpisah dan tidak menjadi satu. Secara organisatoris, administratif dan finansiil badan-badan peradilan berada dibawah Departemen yang terkait/eksekutif (Peradilan Umum dan Peradilan Tata Usaha Negara dibawah Departeman Kehakiman, Peradilan Agama dibawah Departeman Agama, Peradilan Militer di bawah Departemen Pertahanan), sedangkan Mahkamah Agung sebagai Peradilan Tertinggi melakukan pengawasan maupun kasasi dan peninjauan kembali terhadap putusan-putusan badan peradilan tersebut. Dengan perkataan lain, ada dualisme pembinaan hakim yaitu pembinaan teknis oleh Mahkamah Agung dan pembinaan administratif oleh Departemen (eksekutif) yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pada perkembangannya, akhirnya muncul Undang-Undang Nomor 35 Tahun 1999 yang merupakan implementasi dari Ketetapan MPR Nomor X Tahun 1998 (pemisahan tegas antara fungsi-fungsi judikatif dan eksekutif, juga termuat dalam 24 Undang-Undang Dasar 1945) yang menyatukan empat lingkungan peradilan diatas menjadi dibawah satu atap di Mahkamah Agung sehingga dengan demikian sudah tidak akan ada lagi dualisme dalam pembinaan badan-badan peradilan, melainkan akan menjadi satu pembinaan dibawah kewenangan Mahkamah Agung, baik meliputi pembinaan teknis maupun administratlif, organisatoris dan finansial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Independensi Kekuasaan Kehakiman atau badan-badan kehakiman/peradilan merupakan salah satu dasar untuk terselenggaranya pemerintah yang demokratis dibawah &lt;i&gt;Rule of Law &lt;/i&gt;sebagaimana pemikiran mengenai Negara Hukum modern yang pernah di cetuskan dalam konferensi oleh International Commission of Jurists di Bangkok pada tahun 1965. Dalam pertemuan tersebut dihasilkan &lt;i&gt;"the dynamic aspects of the Rule of Law in the modern age" &lt;/i&gt;(aspek-aspek dinamika Rule of Law dalam abad modern), didalamnya siebutkan bahwa ada 6 (enam) syarat terselenggaranya pemerintah yang demokratis berdasarkan &lt;i&gt;Rule of Law&lt;/i&gt;, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Perlindungan Konstitusional&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. Peradilan atau badan-badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. Pemilihan Umum yang bebas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4. Kebebasan menyatakan pendapat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5. Kebebasan berserikat / berorganisasi dan beroposisi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6. Pendidikan kewarganegaraan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam syarat-syarat yang disebutkan diatas, Independensi Kekuasaan termasuk syarat dasar, yang apabila itu tidak ada maka kita tidak bisa berbicara lagi tentang Negara Hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Arti pentingnya independensi badan-badan peradilan dan Kekuasan Kehakiman tersebut secara universal telah diterima dan ditekankan dalam berbagai instrumen hukum internasional, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Universal Declaration of Human Rights&lt;/i&gt;, Pasal 10.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;International Covenant of Civil and Political Rights&lt;/i&gt;, Pasal 14&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Vienna Declaration and Programme for Action&lt;/i&gt;, tahun 1993 paragraf 27.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;International Bar Association Code of Minimum Standards of Judicial Independence&lt;/i&gt; tahun 1982 (New Delhi, India).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Universal Declaration on the Independence&lt;/i&gt;, tahun 1983 (Montreal, Canada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Beijing Statement of Principles of the Independence of Judiciary in the Law Asia Region&lt;/i&gt;, tahun 1995.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dengan penjelasan diatas, maka terlihat bahwa Indepensi Kekuasaan Kehakiman itu dijamin secara nasional maupun internasional dengan berbagai macam peraturan, undang-undang, deklarasi, maupun traktat. Walaupun begitu, independensi dan kemandirian tersebut tetap diikat dan dibatasi oleh rambu-rambu tertentu, sehingga dalam konferensi International Commission of Jurists dikatakan bahwa : &lt;i&gt;"Independence does not mean that the judge is entitled to act in an arbitrary manner”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-eZYHUQVCoyA/TeMCLJB4RSI/AAAAAAAAAGc/ayRSN0l1HKs/s1600/Kekuasaan+Kehakiman1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="112" src="http://3.bp.blogspot.com/-eZYHUQVCoyA/TeMCLJB4RSI/AAAAAAAAAGc/ayRSN0l1HKs/s200/Kekuasaan+Kehakiman1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Batasan atau rambu-rambu utama dalam kebebasan dan indepedensi yang harus diingat dan diperhatikan adalah aturan-aturan hukum itu sendiri. Ketentuan-ketentuan hukum, baik formil maupun materiil sudah merupakan batasan bagi Kekuasaan Kehakiman agar dalam melakukan independensinya tidak melanggar hukum dan tidak bertindak sewenang-wenang. Hakim adalah &lt;i&gt;"subordinated” &lt;/i&gt;pada Hukum dan tidak dapat bertindak &lt;i&gt;"contra legem"&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Di sisi lain, Kebebasan dan independensi kekuasaan kehakiman (&lt;i&gt;Independency of Judiciary&lt;/i&gt;) terikat dengan pertanggungan-jawab dan akuntabilitas (&lt;i&gt;Judicial Accountability&lt;/i&gt;). Sebagai langkah konkrit dari pertanggung jawaban dan akuntabilitas tersebut, maka Ketua Mahkamah Agung kemudian mengeluarkan &lt;a href="http://www.pta-kupang.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=119:sk-kma-ri-no-1-144kmaski2011&amp;amp;catid=72:download-pdf"&gt;SK KMA no. 1-144/KMA/SK/I/2011&lt;/a&gt; tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan. SK KMA no. 1-144 ini merupakan revisi dari SK KMA no. 144/KMA/SK/VII/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan untuk mewujudkan Good Governance dan Check and Balances Keterbukaan &lt;i&gt;Informasi&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;transparansi&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Dalam SK KMA tersebut, disebutkan berbagai macam informasi yang harus diumumkan dikeluarkan oleh lembaga peradilan, termasuk Mahkamah Agung, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Informasi Profil dan Pelayanan Dasar Pengadilan (Fungsi, tugas dan yurisdiksi Pengadilan, Struktur organisasi Pengadilan, dsb), &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Prosedur beracara untuk setiap jenis perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Biaya yang berhubungan dengan proses penyelesaian perkara serta seluruh biaya hak-hak kepaniteraan lain sesuai dengan kewenangan, tugas dan kewajiban Pengadilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Agenda sidang pada Pengadilan Tingkat Pertama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hak-hak para pihak yang berhubungan dengan peradilan (hak mendapat antuan hukum, hak atas biaya perkara cuma-Cuma, dst)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Tata cara pengaduan dugaan pelanggaran yang dilakukan Hakim dan Pegawai;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;7.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Informasi Program Kerja, Kegiatan, Keuangan dan Kinerja Pengadilan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;8.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Ringkasan Laporan Akuntablitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dan banyak hal lain yang harus “dibuka” oleh pengadilan untuk menerapkan prinsip tanggung jawab dan akuntabilitas. Salah satu konsekuensi dari adanya KMA ini para Hakim diharapkan mengeluarkan putusan–putusan yang berkualitas karena dapat dibaca dan dipelajari oleh semua orang. Ini juga merupakan salah satu bentuk "&lt;i&gt;social accountability&lt;/i&gt;” (pertanggungan jawab pada masyarakat), karena pada dasarnya tugas badan-badan kehakiman atau peradilan adalah melaksanakan pelayanan publik di bidang memberikan keadilan bagi masyarakat pencari keadilan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bentuk lain dari kemandirian kekuasaan kehakiman ini adalah diakuinya dissenting opinion dalam sebuah proses peradilan. (silahkan baca artikel tentang &lt;a href="http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/dissenting-opinion.html"&gt;dissenting opinion disini&lt;/a&gt;), karena melalui mekanisme "&lt;i&gt;publication of dissenting opinion&lt;/i&gt;" itulah independensi hakim dijamin dalam menyampaikan dan mempertahankan argumentasi yuridisnya masing-masing pada waktu musyawarah putusan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Konsekuensi lain dari akuntabilitas tersebut adalah adanya pengawasan atau &amp;nbsp;kontrol terhadap kinerja badan-badan peradilan agar kemandirian dan kebebasan Kekuasaan Kehakiman tidak disalah gunakan. Beberapa bentuk dan mekanisme pengawasan adalah dibentuknya Komisi Yudisial, juga mass-media termasuk pers. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jadi, kebebasan Hakim, yang merupakan penerapan dari kemandirian kekuasaan Kehakiman, tidaklah berada sendiri superior, tetapi dibatasi oleh:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Akuntabilitas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Integritas moral dan etika&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Transparansi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pengawasan (kontrol)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jika kekuasaan kehakiman diatas dikaitkan dengan Hakim, maka independensi itu harus disempurnakan dengan impartialitas dan profesionalisme seorang Hakim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Independensi Kekuasaan Kehakiman itu juga mengandung makna bahwa Hakim sebagai penegak hukum bebas dari pengaruh-pengaruh:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; Ekternal (&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Lembaga di luar badan-badan peradilan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; I&lt;/span&gt;nternal (Lembaga di dalam system peradilan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; P&lt;/span&gt;ihak yang berperkara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; T&lt;/span&gt;ekanan-tekanan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; Berita dan informasi dari media (&lt;/span&gt;trial by the press)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Terakhir, berkaitan dengan pers, pers memainkan peranan yang besar dan berpengaruh terhadap independensi Kekuasaan Kehakiman, karena dengan pemberitaan pers masyarakat memperoleh informasi apakah jalannya proses peradilan telah dilaksanakan sebaik-baiknya dan sebagaimana seharusnya. Pers berfungsi sebagai kontrol sekaligus pemberi informasi secara benar, akurat dan tidak berpihak pada masyarakat tentang kinerja badan-badan peradilan, sehingga informasi dan berita dari pers harus bersifat informatif dan diharapkan tidak berisi berita dan informasi yang bersifat &lt;i&gt;"trial by the press"&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-2700535464931442850?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/2700535464931442850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/kebebasan-hakim-dan-kemandirian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2700535464931442850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2700535464931442850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/kebebasan-hakim-dan-kemandirian.html' title='Kebebasan Hakim dan Kemandirian Kekuasaan Kehakiman'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XALczCJTPrQ/TeMBsjfN_iI/AAAAAAAAAGY/TPsW0ZSZzt0/s72-c/Kekuasaan+Kehakiman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-473412846276933568</id><published>2011-05-25T21:14:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T21:16:10.343-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Perdata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengadilan Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mafqud'/><title type='text'>Mafqud menurut Hukum Perdata dan Hukum Islam</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_uVN81SadfE/Td3S7UKhx0I/AAAAAAAAAGQ/zPPpKczThyY/s1600/Mafqud.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://3.bp.blogspot.com/-_uVN81SadfE/Td3S7UKhx0I/AAAAAAAAAGQ/zPPpKczThyY/s200/Mafqud.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Secara bahasa, &lt;i&gt;mafqud&lt;/i&gt; berarti hilang atau lenyap (bentukan dari kata &lt;i&gt;faqoda – yafqidu – fiqdanan – fuqdanan - fuqudan&lt;/i&gt;). Secara istilah, &lt;i&gt;mafqud&lt;/i&gt; berarti orang yang hilang dan telah terputus informasi tentang diriya sehingga tidak diketahui lagi tentang keadaan yang bersangkutan, apakah dia masih hidup atau sudah wafat (Muhammad Ali as-Shabuny, 1968:196). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Secara sederhana, &lt;i&gt;mafqud&lt;/i&gt; berarti orang yang hilang dalam jangka waktu lama dan tidak diketahui lagi keberadaannya apakah ia masih hidup atau sudah`wafat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Penetapan mafqud bagi orang yang hilang sangat penting karena menyangkut berbagai macam hal, diantaranya dalam hukum keperdataan dan hukum kewarisan. Jika dia merupakan pewaris, maka ahli warisnya memerlukan kejelasan status tentang keberadaannya (apakah yang bersangkutan masih hidup atau sudah wafat) agar jelas hukum kewarisan dan harta warisannya, dan jika sebagai ahli waris, mafqud berhak mendapatkan bagian sesuai statusnya, apakah ia sebagai dzawil furud atau sebagai dzawil asobah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Mafqud Dalam Hukum Perdata&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kitab Undang-undang Hukum Perdata (&lt;i&gt;Staatsblad&lt;/i&gt; 1847 &lt;i&gt;Nomor&lt;/i&gt; 23, &lt;i&gt;Burgerlijk Wetboek Voor Indonesie&lt;/i&gt; (BW)) di pasal 467 - 471 telah mencantumkan ketentuan mengenai mafqud/orang hilang. KUHPer tidak menggunakan istilah mafqud, akan tetapi menggunakan istilah “Orang yang diperkirakan telah meninggal dunia”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pasal 467 KUHPer menentukan bahwa seseorang yang telah pergi meninggalkan tempat kediamannya dalam jangka waktu 5 tahun, atau telah lewat waktu 5 tahun sejak terakhir didapat berita kejelasan tentang keadaan orang tersebut, tanpa memberi kuasa untuk mewakili urusan-urusan dan kepentingan-kepentingannya, dapat dimohonkan oleh pihak yang memiliki kepentingan keperdataan dengan orang tersebut ke Pengadilan untuk dipanggil menghadap ke persidangan untuk memastikan keberadaan dan nasibnya. Jangka waktu panggilan ini adalah dalam waktu 3 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jika orang tersebut tidak dapat menghadap untuk memberikan kesan dan petunjuk bahwa dia masih hidup, walaupun telah dipanggil, maka harus dipanggil untuk yang kedua kalinya, begitu seterusnya sampai panggilan ketiga (jangka waktu panggilan adalah 3 bulan). Panggilan tersebut diumumkan di surat-surat kabar, papan pengumuman di Pengadilan, dan papan pengumuman di alamat terakhir orang tersebut diketahui.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Apabila sudah dipanggil tiga kali tetap tidak datang menghadap, maka Pengadilan bisa menetapkan secara hukum bahwa orang itu telah meninggal, terhitung sejak hari ia meninggalkan tempat tinggalnya, atau sejak hari berita terakhir mengenai hidupnya. Tanggal pasti tentang penetapan “meninggalnya secara hukum yang bersangkutan” harus dinyatakan secara jelas dalam putusan. (Pasal 468)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam Putusan tersebut juga harus dimuat pertimbangan Hakim mengenai kemungkinan sebab-sebab yang bersangkutan tidak bisa memenuhi panggilan persidangan, sebab-sebab yang mungkin telah menghalangi yang bersangkutan tidak bisa membaca pengumuman panggilan tersebut, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan dugaan tentang kematian. Namun hakim dapat menunda pengambilan putusan sampai jangka waktu lima tahun lebih atau memerintahkan panggilan lanjutan jika ada pertimbangan lain dianggap perlu dan penting untuk diindahkan oleh Hakim, hal ini sangat tergantung kebijaksanaan Hakim dalam melihat fakta terhadap kenyataan dalam persidangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Masalah berbeda berlaku apabila orang yang pergi meninggalkan tempat kediamannya tersebut telah memberikan kuasa kepada orang lain untuk menjadi kuasa/wakilnya dalam segala urusan dan kepentingan, maka jangka waktu yang berlaku adalah sepuluh tahun sesudah keberangkatannya atau setelah berita terakhir bahwa ia masih hidup, dan dalam jangka waktu sepuluh tahun tersebut tidak ada tanda-tanda apakah ia masih hidup atau telah wafat. Adapun teknis beracaranya sama dengan mereka yang yang pergi tanpa meninggalkan kuasa apapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Putusan yang telah diambil oleh Pengadilan mengenai &lt;i&gt;mafqud&lt;/i&gt; tersebut harus diumumkan dalam media surat kabar yang sama yang juga digunakan dalam pemanggilan.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Mafqud dalam Hukum Islam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hakim dalam memutus perkara &lt;i&gt;mafqud&lt;/i&gt; harus berdasarkan pada alat bukti yang jelas sehingga dapat diduga keras bahwa mafqud tersebut telah wafat. Hakim dapat memutuskan mafqud ` telah wafat dalam keadaan: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hilang dalam situasi yang patut dianggap bahwa ia sebagai telah binasa, seperti karena ada serangan mendadak atau dalam keadaan perang. (Dapat diputus mafqud jangka waktunya 40 tahun sejak kepergian)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pergi untuk suatu keperluan, tetapi tidak pernah kembali. (Dapat diputus mafqud jangka waktunya 40 tahun sejak kepergian)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hilang dalam suatu kegiatan wisata atau urusan bisnis. (Hakim memutuskan mafqud dengan pertimbangan sendiri). (Muhammad Toha Abul 'Ula Kholifah (2005:543))&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--vTB1rfzdrQ/Td3TXpb1m3I/AAAAAAAAAGU/cDYMa0-AgrA/s1600/Mafqud1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://1.bp.blogspot.com/--vTB1rfzdrQ/Td3TXpb1m3I/AAAAAAAAAGU/cDYMa0-AgrA/s200/Mafqud1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Abdul Aziz Dahlan (1996:1038) juga menyebutkan salah satu aspek yang dapat dijadikan pertimbangan oleh hakim dalam memutus perkara mafqud adalah dengan memperhatikan teman-teman seumur/segenerasi dengan yang bersangkutan. Apabila teman-teman seumur/segenarasi mafqud itu telah wafat, maka hakim dapat menetapkan bahwa mafqud dimaksud juga telah wafat. Apabila harta mafqud telah dibagikan kepada ahli warisnya, kemudian ternyata yang bersangkutan masih hidup dan kembali, maka harta yang sudah dibagikan itu harus dikembalikan oleh ahli warisnya itu kepada mafqud dimaksud. Akan tetapi kalau harta warisan itu telah habis, maka ahli waris tidak dapat dituntut untuk mengembalikan harta warisan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tentang masalah jangka waktu seseorang dapat ditetapkan mafqud, para ulama madzhab berbeda pendapat: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Ulama Madzhab Hanafi: 90 tahun, dengan asumsi bahwa dalam jangka waktu tersebut orang-orang yang seusia dengan dia di daerahnya telah semua wafat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Ulama Madzhab Maliki: 70 tahun, dasarnya hadits Rasul yang menyatakan bahwa usia umatku berkisar antara 60 sampai dengan 70 tahun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Ulama Madzhab Syafi’i: 90 tahun, yaitu batas usia orang-orang yang sebaya dengan dia di daerahnya. Tetapi, pendapat yang sahih di kalangan ini adalah penentuannya bukan berdasarkan pada bilangan waktu tertentu, melainkan berdasarkan pada bukti, yakni jika telah ada bukti bagi hakim tentang kematian mafqud bersangkutan, maka berdasarkan bukti itu hakim menetapkan kematian mafqud bersangkutan dan itu setelah berlangsung suatu periode di mana secara kebiasaan bahwa seseorang sudah tidak mungkin lagi hidup di atas usia tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Ulama Madzhab Hanbali: Jika mafqud itu hilang dalam suasana yang sedemikian rupa sehingga dapat diduga dia telah wafat, seperti dalam perang, atau tenggelamnya alat transporatsi yang dinaiki, di mana sebagian penumpang selamat dan sebagian lagi tidak selamat, maka di sini ditunggu sampai tenggat waktu empat tahun. Tetapi jika ia hilang dalam suasana yang tidak mungkin ia`wafat (berdagang, berwisata, atau menuntut ilmu), maka:: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;a.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;ditunggu sampai yang bersangkutan berusia 90 tahun karena biasanya di atas usia ini sudah tipis kemungkinannya bagi seseorang untuk dapat bertahan hidup; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;b.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;diserahkan pada petimbangan hakim. (Muhammad Ali as-Shabuny, 1968:198)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Terjadi juga perbedaan pendapat tentang tanggal dimulai/terjadinya wafat seseorang berdasarkan putusan mafqud: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Abu Hanifah dan Malik: Waktu wafatnya mafqud dianggap sejak tanggal hilangnya mafqud bersangkutan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Syafi’i dan Ahmad: Waktu wafatnya mafqud dianggap sejak tanggal pernyataan kewafatannya (tanggal keluarnya putusan hakim), &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Mafqud dan Kewarisan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Muhammad Toha Abul ’Ula Kholifah (2005:542) mengatakan bahwa berkaitan dengan kewarisan, mafqud itu mempunyai dua sisi, yaitu pertama, dari sisi harta pribadinya, dan kedua dari sisi harta orang lain. Dari sisi harta pribadinya ia dianggap hidup dan oleh karena itu harta pribadinya belum bisa diwarisi oleh ahli warisnya sampai ada kejelasan status mafqud bersangkutan, apakah ia masih hidup atau sudah wafat. Sedangkan dari sisi harta orang lain, dia dianggap telah wafat sehingga dengan demikian dia tidak lagi sebagai ahli waris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pendapat senada dikemukakan juga oleh Wahbah az-Zuhaily (1989:420-421) yang mengatakan bahwa dari sisi harta pribadi mafqud, para Imam Madzhab telah sepakat bahwa ia dianggap masih hidup sehingga hartanya belum bisa dibagi kepada ahli warisnya, sampai ada kejelasan berdasarkan putusan hakim mafqud tersebut dinyatakan telah wafat. Sedangkan dari sisi harta orang lain, Mayoritas Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa mafqud tidak mempunyai hak-hak positif seperti halnya waris dan wasiat, sedangkan ulama Malikiyah, Syafi’iyah, Hanbaliyah, Dzohiriyah dan Syi’ah Imamiyah menyatakan bahwa mafqud itu berhak mendapat waris dari orang lain tetapi tidak mewariskan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Teknis pembagian waris mafqud (jika dia adalah ahli waris) dapat dilakukan dengan dua cara: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Mafqud dianggap masih hidup: Bagiannya ditunda sementara sampai ada kejelasan statusnya; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Mafqud dianggap sudah wafat: Bukan sebagai ahli waris. (Wahbah az-Zuhaily (1989:423))&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dengan dua cara tesebut, maka perlu diperhatikan keberadaan ahli waris lainnya, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Terhadap ahli waris yang bagiannya tetap sama dalam dua keadaan diatas, yakni baik mafqud bersangkutan masih hidup ataupun sudah wafat, maka kepadanya diberikan bagian secara penuh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Terhadap ahli waris yang bagiannya berubah dalam salah satu dari dua keadaan dimaksud, maka kepadanya diberikan bagian yang lebih kecil, sedangkan sisanya sementara ditunda sampai ada kejelasan status mafqud. Jika mafqud bersangkutan ternyata benar-benar masih hidup, maka ia mengambil bagian yang sementara ditunda itu. Sebaliknya, jika ternyata mafqud tersebut benar-benar telah wafat, maka bagian yang sementara ditunda itu diberikan kepada ahli waris yang berhak menerimanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Terhadap ahli waris yang belum jelas status kewarisannya, artinya ia berhak mewaris dalam satu cara, tetapi tidak berhak mewaris dalam cara yang lain, maka di sini wajib ditunda bagiannya sampai jelas status mafqud. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pengaturan mengenai mafqud tidak hanya diatur dalam hukum Islam, akan tetapi hukum keperdataan Indonesia juga telah mengatur hal tersebut dalam Kitab-kitab Undang-undang Hukum Perdata, dengan beberapa perincian dan ketentuan yang saling melengkapi satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Penentuan mafqudnya seseorang sangat penting dan urgen karena berkaitan dengan hubungan keperdataan (secara hukum perdata) dan hubungan keagamaan seseorang dengan nasab, ahli waris, dan segala yang ditinggalkannya (secara hukum Islam).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Secara singkat, ada beberapa asas dasar yang harus dipenuhi dalam permohonan mafqud seseorang, yaitu (Pertimbangan Majelis dalam Putusan Mafqud No: 06/Pdt.P/2006/PA.Wt):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bahwa orang yang dinyatakan mafqud telah dipanggil secara sah dan patut melalui pngumuman mass media surat kabar harian sebanyak 3 (tiga) kali dengan tenggat waktu pengumuman masing-masing tiga bulan; (467 KUHPer)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bahwa yang bersangkutan telah pergi meninggalkan tempat tinggalnya yang terakhir sekurang-kurangnya 10 tahun tidak pernah pulang dan tidak ada khabar beritanya, serta tidak ada indikasi atau tanda-tanda bahwa yang bersangkutan itu masih hidup; (470 KUHPer)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bahwa usia yang bersangkutan diperkirakan telah melebihi usia hidup seseorang secara rata-rata di suatu daerah (untuk Daerah Istimewa Yogyakarta rata-rata 70 tahun) atau orang-orang yang sebayanya telah meninggal dunia; (Madzhab Imam Syafi’i)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bahwa kepergian yang bersangkutan dilatar belakangi atau bersamaan dengan suatu peristiwa yang sangat memungkinkan meninggalnya yang bersangkutan dan patut diduga yang bersangkutan tidak dapat menyelamatkan diri; (Madzhab Hanbali)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;5.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Bahwa yang bersangkutan meninggalkan hak kebendaan atau keperdataan dengan orang mengajukan permohonan perkara ini (Petunjuk Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: MA/KUMDIL/221/VII/K/1991 tanggal 23 Juli 1991);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-473412846276933568?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/473412846276933568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/mafqud-menurut-hukum-perdata-dan-hukum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/473412846276933568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/473412846276933568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/mafqud-menurut-hukum-perdata-dan-hukum.html' title='Mafqud menurut Hukum Perdata dan Hukum Islam'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_uVN81SadfE/Td3S7UKhx0I/AAAAAAAAAGQ/zPPpKczThyY/s72-c/Mafqud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-7776306144504937454</id><published>2011-05-23T22:24:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T00:40:56.644-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perbuatan Melawan Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Perdata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ganti Rugi'/><title type='text'>Perbuatan Melawan Hukum dalam Hikayat Dua Pohon Mangga</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xvOEQ8eB7OM/TdtAs71nKzI/AAAAAAAAAGM/-iH9F2dW9k0/s1600/Pohon+Mangga.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://2.bp.blogspot.com/-xvOEQ8eB7OM/TdtAs71nKzI/AAAAAAAAAGM/-iH9F2dW9k0/s200/Pohon+Mangga.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bolehkah gugatan yang tidak berisi permintaan ganti rugi, akan tetapi berisi agar Tergugat melakukan sesuatu untuk menghindari kerugian yang bisa menimpa Penggugat apabila bila hal itu tidak dilakukan? Mahkamah Agung menjawab pertanyaan ini dalam putusannya &lt;a href="http://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/706ea410e62d1e6d7ffa9ae14bd3355b"&gt;nomor: 1022K/PDT/2006 tanggal 13 Desember 2006 &lt;/a&gt;yang menyebutkan bahwa “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;kerugian tidak selalu harus diartikan adanya kerugian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; materiil, tetapi kerugian dapat juga diartikan apabila kerugian itu mengancam hak dan kepentingan seseorang”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Perkara inilah yang terjadi antara AM Thalib dan Purba Tondang yang hidup bertetangga di Jayapura, Papua. Cerita dimulai pada tahun 1986, dimana AM Thalib membeli rumah di komplek Polda di Jayapura, ketika itu di depan halaman rumahnya, tepatnya di pinggir jalan, ada 2 buah pohon mangga yang masih kecil yang ditanam oleh Purba Tondang (tetangga AM Thalib). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Waktu berjalan, dan kedua pohon mangga tersebut pun semakin besar. AM Thalib mulai khawatir akan keberadaan kedua pohon, dia takut jika suatu saat kedua pohon itu tumbang dan menimpa rumahnya, dan kenyataan dilapangan memang terlihat bahwa dahan dan akar dua pohon itu sudah masuk ke pekarangan atau halaman rumah AM Thalib, sebagian dahan ranting dan daun pun sudah menyatu dengan atap rumah AM Thalib.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;AM Thalib telah berbicara baik-baik dan bermusyawarah dengan Purba Tondang masalah keberadaan dua pohon mangga yang “mengancam” tersebut, dia juga sudah meminta ijin kepada Purba Tondang untuk menebangnya tapi tetap tidak diijinkan oleh Purba Tondang. Menemui jalan buntu, akhirnya AM Thalib mengirimkan surat ke kantor Walikota untuk membantu menyelesaikan “dua pohon bermasalah” itu. Walikota kemudian membentuk tim gabungan untuk meninjau lokasi. Setelah melihat dan meninjau di lapangan, Tim Gabungan bentukan Walikota kemudian merekomendasikan agar Purba Tondang menebang kedua pohon tersebut, namun tetap tak diindahkan oleh Purba Tondang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;AM Thalib yang sudah merasa bingung, pusing dan buntu, akhirnya menggugat Purba Tondang di Pengadilan Negeri Jayapura atas dasar perbuatan melawan hukum (&lt;i&gt;onrechtmatigedaad&lt;/i&gt;) yang berasal dari “dua pohon mangga”. AM Thalib selaku Penggugat mohon kepada Majelis pemeriksa perkara agar dua pohon mangga milik tergugat yang tumbuh pada halaman atau pekarangan penggugat dan badan Jalan Lingkungan (Jalan Krisno) untuk segera dimatikan atau dimusnahkan dengan biaya tergugat, dan apabila suatu hari sebelum kedua pohon tersebut ditebang ternyata tumbang dan menimpa rumah Penggugat maka Tergugat dihukum untuk mengganti kerugian yang ditimbulkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Setelah melalui proses persidangan yang alot, akhirnya Pengadilan Negeri Jayapura mengeluarkan putusan yang pada intinya menggabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, bahwa perbuatan tergugat yang menolak untuk menebang dua pohon mangga yang ditanam di atas tanah negara atau rencana badan jalan yang mengganggu dan membahayakan rumah penggugat atau perumahan yang ada di sekitarnya adalah perbuatan melawan hukum (&lt;i&gt;onrechtmatigedaad&lt;/i&gt;), serta memerintahkan&amp;nbsp;Tergugat menebang kedua pohon dimaksud dengan biaya Tergugat sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Purba Tondang selaku Tergugat tidak terima dan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Jayapura tersebut. Dan di tingkat banding Purba Tondang selaku pembanding berjaya sebagai pihak yang menang. Pengadilan Tinggi Jayapura dalam putusannya (tanggal 11 September 2001) membatalkan putusan tingkat pertama dan menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (N.O.). Diantara pertimbangannya Majelis Banding berpendapat bahwa gugatan ini dianggap kurang pihak (cacat formil), seharusnya Negara juga turut digugat oleh Penggugat. Selain itu&amp;nbsp;Majelis Banding berpendapat bahwa gugatan prematur karena&amp;nbsp;belum ada kerugian yang ditanggung Penggugat (karena pohonnya belum tumbang).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;AM Thalib akhirnya mengajukan permohonan kasasi ke MA atas perkara ini, dan Majelis Kasasi akhirnya mengeluarkan putusan (tanggal 8 Desember 2006 ) yang salah satu amarnya berbunyi “&lt;i&gt;Menghukum tergugat untuk menebang atau memusnahkan dua pohon mangga yang terletak di badan Jalan Krisno, Kelurahan Angkasapura dengan biaya tergugat&lt;/i&gt;”. Dengan kata lain Majelis Kasasi menyatakan bahwa Putusan Pengadilan Negeri Jayapura yang benar, yang berarti Purba Tondang harus menebang dua pohon mangga miliknya, dan perbuatan Purba Tondang yang menolak menang dua pohon mangga miliknya itu adalah perbuatan melawan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Majelis kasasi mengambil alih argumentasi Pemohon Kasasi (AM. Purba) bahwa dua pohon yang ditanam oleh Termonon Kasasi (Purba Tondang) dikhawatirkan akan rubuh bila ada angin kencang. Mereka menilai keadaan ini dapat membahayakan keselamatan orang lain atau bangunan milik penggugat. Majelis Kasasi juga menyatakan bahwa Pertimbangan Majelis Banding yang menganggap bahwa kerugian dari Pemohon/Penggugat belum nyata tidak dapat dibenarkan, oleh karena kerugian tidak selalu harus diartikan adanya kerugian materil, tetapi kerugian juga dapat diartikan apabila kerugian itu mengancam hak dan kepentingan Pemohon/Penggugat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Putusan Kasasi ini menjadi yurisprudensi dalam ranah hukum bahwa kerugian dalam kasus perdata tidak harus bersifat nyata, yang bersifat potensial pun sudah diakui sebagai bentuk kerugian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sudah banyak perkara-perkara Perbuatan Melawan Hukum yang dikabulkan oleh Pengadilan, diantaranya kasus cerobong asap (kasus di Pengadilan Belanda) ketika seseorang diperintahkan pengadilan untuk memindahkan cerobong asap miliknya karena dinilai menghalangi pandangan tetangganya, karena cerobong asap itu ternyata dibuat terlalu tinggi. Juga perkara terkenal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lindenbaum Versus Cohen (Mahkamah Agung Belanda). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Perkara ini sepertinya terlihat sepele dan remeh, akan tetapi menunjukkan bahwa Hukum akan tetap berusaha melindungi hak setiap warga negara, dengan tetap berpegang pada &lt;i&gt;legal justice&lt;/i&gt; dengan tidak mengenyampingkan &lt;i&gt;social justice&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*&lt;i&gt;Untuk lebih lanjut tentang masalah Perbuatan Melawan Hukum (Onrechmatigedaad), pernah dibahas di blog ini di artikel: “&lt;a href="http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/antara-wan-prestasi-dan-perbuatan.html"&gt;Antara Wan Prestasi dan perbuatan Melawan Hukum&lt;/a&gt;”&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-7776306144504937454?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/7776306144504937454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/perbuatan-melawan-hukum-dalam-hikayat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/7776306144504937454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/7776306144504937454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/perbuatan-melawan-hukum-dalam-hikayat.html' title='Perbuatan Melawan Hukum dalam Hikayat Dua Pohon Mangga'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-xvOEQ8eB7OM/TdtAs71nKzI/AAAAAAAAAGM/-iH9F2dW9k0/s72-c/Pohon+Mangga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-2609115462633872933</id><published>2011-05-23T19:48:00.000-07:00</published><updated>2011-05-30T22:38:41.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahkamah Konstitusi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahkamah Agung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakim'/><title type='text'>Dissenting Opinion</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ru58ncJ2SQA/TdsamHFQKNI/AAAAAAAAAGI/TsD98HSZp9E/s1600/Dissenting+Opinion.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-ru58ncJ2SQA/TdsamHFQKNI/AAAAAAAAAGI/TsD98HSZp9E/s200/Dissenting+Opinion.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;“Dissenting&lt;/i&gt;” dalam kamus bahasa Inggris adalah bentuk kata kerja yang berasal dari kata “&lt;i&gt;dissent” &lt;/i&gt;yang berarti berselisih paham. “&lt;i&gt;Opinion” &lt;/i&gt;berarti pendapat, pikiran, perasaan. Jika disatukan, maka akan menjadi kalimat “&lt;i&gt;dissenting opinion&lt;/i&gt;” yang berarti “&lt;i&gt;terjadinya perbedaan pendapat atas suatu persoalan hukum&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam wikipedia disebutkan bahwa &lt;i&gt;Dissenting Opinion &lt;/i&gt;adalah pendapat satu atau lebih hakim dalam suatu perkara yang menyatakan ketidaksetujuan dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; pendapat mayoritas Majelis dalam hal penilaian terhadap hal tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Dissenting Opinion &lt;/i&gt;tidak mengikat dan berpengaruh apapun terhadap putusan. Akan tetapi, &lt;i&gt;Dissenting Opinion &lt;/i&gt;lebih kepada penghargaan terhadap pendapat seorang Hakim (atau lebih) tentang&amp;nbsp; perkara aquo, dan &lt;i&gt;Dissenting Opinion &lt;/i&gt;tersebut dapat digunakan untuk memancing adanya perubahan dalam hukum/undang-undang, dan tidak menutup kemungkinan akan ditiru oleh Hakim lain dalam mengadili perkara sejenis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Dissenting Opinion&lt;/i&gt; terjadi karena beberapa sebab: interpretasi yang berbeda dari kasus hukum, penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda, atau penafsiran yang berbeda dari fakta-fakta. Dalam putusan yang dikeluarkan, hakim dapat menulis "setujua di bagian tertentu dan tidak setuju sebagian tertentu."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Dissenting opinion &lt;/i&gt;lahir dan berkembang dalam negara-negara yang menggunakan sistem hukum Common Law, seperti di Amerika Serikat dan Inggris. Doktrin ini kemudian berkembang dan diadopsi oleh negara-negara yang menganut sistem hukum civil law seperti Indonesia, Belanda, Perancis dan Jerman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Di Indonesia, &lt;i&gt;dissenting opinion &lt;/i&gt;pertama kali lahir tidak mempunyai landasan yuridis formal karena praktek hakim yang berkembang. Pertama kalinya &lt;i&gt;dissenting opinion &lt;/i&gt;ini memiliki landasan yuridis di dalam UU Kepailitan No. 4 Tahun 1998. Dan sudah ada ada lima putusan pengadilan niaga yang memuat &lt;i&gt;dissenting opinion&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk perkembangan selanjutnya, Mahkamah Agung mengeluarkan PERMA No 2 tahun 2000 tentang Hakim Adhoc, dan di pasal 9 disebutkan kalo pertimbangan DO itu berbentuk lampiran dan disatukan dengan putusan. Dengan kata lain, pertimbangan hukumnya tidak menjadi satu dengan pertimbangan putusan yang utama. Secara otomatis, Hakim yg DO itu tetap tandatangan di putusan. Ini adalah salah satu bentuk pengakuan resmi Mahkamah Agung terhadap pengaturan &lt;i&gt;dissenting opinion &lt;/i&gt;dalam bentuk PERMA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pengaturan &lt;i&gt;dissenting opinion &lt;/i&gt;selanjutnya terdapat dalam 2 (dua) Undang-undang bidang Kehakiman yaitu UU tentang Kekuasaan Kehakiman dan UU tentang Mahkamah Agung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Pasal 14 ayat (3) dan (4) memuat ketentuan dalam sidang permusyawaratan, setiap hakim wajib menyampaikan pertimbangan atau pendapat tertulis terhadap perkara yang sedang diperiksa dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari putusan, (3) Dalam hal sidang permusyawaratan tidak dapat dicapai mufakat bulat pendapat hakim yang berbeda wajib dimuat dalam putusan. Ketentuan Pasal ini mengartikan bahwa &lt;i&gt;dissenting opinion &lt;/i&gt;sebagai pertimbangan hukum dan pendapat yang berbeda dari hakim anggota atau ketua majelis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam UU No. 5 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas UU No. 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung, &lt;i&gt;dissenting opinion &lt;/i&gt;diatur dalam ketentuan Pasal 30 ayat (3) dan (4) sebagai berikut: Pasal 30 ayat (2) menggariskan, dalam musyawarah pengambilan putusan setiap Hakim Agung wajib menyampaikan pertimbangan atau pendapat tertulis terhadap perkara yang sedang diperiksa dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari putusan. Pada ayat (3) ditambahkan, ”dalam hal musyawarah tidak dicapai mufakat bulat, pendapat Hakim Agung yang berbeda wajib dimuat dalam putusan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;Jimly Ash-Shidiqy berpendapat bahwa urgensi dissenting opinion hanya dalam putusan yg mengabulkan gugatan/permohonan. Jika ditolak atau di NO, tdk urgen memuat dissenting. Pendapat ini harus difahami dalam konteksnya yg membincang tentang putusan MK (bersifat final dan binding/tidak ada lagi upaya hukum). Sehingga ada benarnya jika beliau berpendapat demikian. Hal ini berbeda jika diterapkan pada pengadilan tk. Pertama dan banding karena terhadapnya masih ada upaya hukum. Jimly Ashshiddiqie juga berpendapat bahwa semua hakim dalam majelis pemeriksa perkara dapat melakukan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;dissenting opinion&lt;/i&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bagaimanapun, sebuah putusan adalah hasil dari pikiran dan ijtihad hakim tentang pandangannya terhadap perkara aquo secara bebas, terbuka dan jujur dengan menggunakan pertimbangan hukum. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hakim dalam mengambil keputusan: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Raw in-put&lt;/i&gt;, yakni faktor-faktor yang berhubungan dengan suku, agama, pendidikan informal dst.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Instrumental in-put&lt;/i&gt;, faktor yang berhubungan dengan pekerjaan dan pendidikan formal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Environmental in-put&lt;/i&gt;, faktor lingkungan, sosial budaya yang mempunyai pengaruh dalam kehidupan seorang hakim, umpamanya lingkungan organisasi dan seterusnya (Moerad, 2005: 116).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Apabila dilihat lebih jauh, faktor-faktor tersebut dibagi atas faktor subjektif dan faktor objektif yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Faktor subjektif yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sikap prilaku yang apriori, adanya sikap hakim yang berlandasarkan kepada terdakwa yang diperiksa dan diadili adalah orang yang memang telah bersalah sehingga harus dipidana. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sikap perilaku emosional. Hakim yang mempunyai sifat mudah tersinggung akan berbeda dengan sifat seorang hakim yang tidak mudah tersinggung. Putusan seorang hakim yang mudah marah dan pendemdam akan berbeda dengan putusan seorang hakim yang sabar. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sikap arrogance power, sikap lain yang mempengaruhi suatu putusan adalah arogansi kekuasaan. Di sini hakim merasa dirinya berkuasa dan pintar, melebihi orang lain (Jaksa, Pembela apalagi Terdakwa). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Moral seorang hakim juga berpengaruh, karena bagaimanapun juga, pribadi hakim diliputi oleh tingkah laku yang didasari oleh moral pribadi hakim tersebut terlebih dalam memeriksa serta memutuskan suatu perkara. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0cm 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Faktor objektif: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Latar belakang budaya, Kebudayaan, agama, pendidikan seorang hakim tentu ikut mempengaruhi suatu putusan hakim. Meskipun tidak mutlak, tetapi setidak-tidaknya mempengaruhi hakim dalam mengambil suatu keputusan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Profesionalisme, Kecerdasan serta profesionalisme seorang hakim ikut mempengaruhi keputusannya. (Moerad, 2005: 117 - 118).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Terakhir, pihak pencari keadilan dan masyarakat luas sudah seharusnya mau dan mampu menghargai apapun putusan yang dikeluarkan oleh Hakim (pengadilan), bahwa Hakim itu memutus berdasarkan bukti-bukti dipersidangan dan bukan berdasarkan kepada giringan opini publik dan media, sehingga pencari keadilan dan masyarakat tidak boleh langsung mengecam sebuah putusan tidak adil dan hakim tidak profesional, kecuali memang ditemukan kejanggalan pada putusan tersebut, dan itu pun harus melalui prosedur yang telah ditentukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="divLookup" style="-moz-border-radius: 3px; background-color: #ffff77; color: black; left: 490px; padding: 3px; position: absolute; top: 1653px; z-index: 999999999;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/gif,GIF89a%12%12%B3%FF%FF%FF%F7%F7%EF%CC%CC%CC%BD%BE%BD%99%99%99ZYZRUR%FE%01%02%21%F9%04%04%14%FF%2C%12%12%04X0%C8I%2B%1D8%EB%3D%E4%60%28%8A%85%17%0AG*%8C%40%19%7CJ%08%C4%B1%92%26z%C76%FE%02%07%C2%89v%F0%7Dz%C3b%C8u%14%82V5%23o%A7%13%19L%BCY-%25%7D%A6l%DF%D0%F5%C7%02%85%5B%D82%90%CBT%87%D8i7%88Y%A8%DB%EFx%8B%DE%12%01%3B" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-2609115462633872933?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/2609115462633872933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/dissenting-opinion.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2609115462633872933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/2609115462633872933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/dissenting-opinion.html' title='Dissenting Opinion'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ru58ncJ2SQA/TdsamHFQKNI/AAAAAAAAAGI/TsD98HSZp9E/s72-c/Dissenting+Opinion.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-7935778666271479385</id><published>2011-05-22T18:53:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T06:22:16.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ex Aequo et Bono'/><title type='text'>Ex Aequo et Bono</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1SgvO7fczCs/Tdm9p73EowI/AAAAAAAAAGE/6u6Ht9-wweM/s1600/Ex+Aequo+et+Bono.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-1SgvO7fczCs/Tdm9p73EowI/AAAAAAAAAGE/6u6Ht9-wweM/s200/Ex+Aequo+et+Bono.jpg" width="173" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kalimat &lt;i&gt;ex aequo et bono&lt;/i&gt; adalah kalimat yang umum terdapat dalam petita subsidair dalam sebuah surat gugatan/permohonan, dan biasanya digabung dengan kalimat “kalau majelis hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono)”. M Yahya Harahap (2008), memasukkan mohon keadilan&amp;nbsp;&lt;i&gt;ex aequo et bono&lt;/i&gt; sebagai petitum subsidair, Tuntutan subsidair diajukan sebagai antisipasi jika seandainya tuntutan primair tidak dikabulkan hakim, oleh karenanya kalimat ini karakternya tidak mutlak, bersifat alternatif, dan sangat tergantung pada kebebasan hakim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Ex aequo et bono&lt;/i&gt; berasal dari bahasa Latin yang berarti “Menurut Keadilan”. Di Wikipedia disebutkan bahwa ex aequo et bono adalah "according to the right and good" or "from equity and conscience". Sesuatu yang diputuskan menurut&amp;nbsp;&lt;i&gt;ex aequo et bono&lt;/i&gt; adalah sesuatu yang diputuskan “&lt;i&gt;by principles of what is fair and just”&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Karena &lt;i&gt;Ex aequo et bono&lt;/i&gt; merupakan keputusan subsidair, bukan primair, maka dalam putusan &lt;i&gt;ex aequo et bono&lt;/i&gt; sekaligus merupakan putusan &lt;i&gt;ultra petita&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Ultra Petita&lt;/i&gt; adalah penjatuhan putusan atas perkara yang tidak dituntut atau meluluskan lebih dari pada yang diminta, dengan kata lain ultra petita adalah penjatuhan putusan oleh hakim atas perkara yang tidak dituntut atau mememutus melebihi dari pada yang diminta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Prof. Bagir Manan menyatakan bahwa Putusan Ultra Petita boleh dilakukan, dengan syarat dalam petitum subsidair harus tercantum permohonan &lt;i&gt;Ex aequo et bono &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt; “&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Jika Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (atau kalimat yang senada dengan itu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;)”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ultra petita diatur dalam Pasal 178 ayat (2) dan (3) HIR dan Pasal 189 ayat (2) dan (3) RBg yang melarang seorang hakim memutus melebihi apa yang dituntut (petitum). Ultra petita dilarang, sehingga putusan &lt;i&gt;judec factie &lt;/i&gt;yang dianggap melanggar atau keluar dari norma dan asas kepatutan atau kebenaran dengan alasan ”salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku” dapat diupayakan kasasi (Pasal 30 UU MA) oleh para pihak, dan dasar upaya peninjauan kembali (Pasal 67 dan Pasal 74 ayat (1) UU MA). Di dalam hokum perdata berlaku asas hakim bersifat pasif atau hakim ”tidak berbuat apa-apa”, dalam artian ruang lingkup atau luas pokok sengketa yang diajukan kepada hakim untuk diperiksa pada asasanya ditentukan para pihak yang berperkara. Hakim hanya menimbang hal-hal yang diajukan para pihak dan tuntutan hukum yang didasarkan kepadanya &lt;i&gt;(iudex non ultra petita atau ultra petita non cognoscitur). &lt;/i&gt;Hakim hanya menentukan, adakah hal-hal yang diajukan dan dibuktikan para &lt;span style="color: windowtext;"&gt;pihak itu dapat membenarkan tuntutan hukum mereka. Ia tidak boleh menambah sendiri hal-hal yang lain, dan tidak boleh memberikan lebih dari yang diminta.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Keputusan hakim pada asasnya memang tidak boleh bersifat ultra petita (melebihi tuntutan penggugat), akan tetapi karena dimungkinkan adanya &lt;i&gt;reformatio in peius &lt;/i&gt;(membawa penggugat dalam keadaan yang lebih buruk), maka Hakim dapat memutus Ultra Petita, dan inilah yang menjadi dasar untuk mengeluarkan putusan yang melebihi petitum (Jimly Ash-Shiddiqy). Namun Yahya Harahap memberikan batasan tertentu bahwa putusan Ultra Petita itu tidak boleh sampai berakibat merugikan tergugat dalam melakukan pembelaan kepentingannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mahfud MD mengibaratkan putusan Ultra Petita sebagai “anugrah dan kemurahan dari seorang hakim kepada pihak berperkara”. Jadi putusan Ultra Petita yang berdasarkan kepada Ex aequo et bono benar-benar murni berdasarkan pertimbangan dan kebijaksanaan Judex Factie sebagai penghargaan terhadap suatu kenyataan di depan sidang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yurisprudensi No. 140 K/Sip/1971 (tanggal 12 Agustus 1972) dalam perkara Mertowidjojo Cs vs B. Mertodirdjo menyebutkan kaidah: “&lt;i&gt;Putusan hakim yang mengabulkan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;ex aequo et bono&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt; harus masih terkait dalam kerangka petitum primair&lt;/i&gt;”. Tidak tepat bila amar putusan atas tuntutan subsidair melebihi hal-hal yang tidak dituntut penggugat dalam petitum primairnya, atau melebihi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pengadilan Indonesia tercatat sudah beberapa kali memutus berdasarkan&amp;nbsp;&lt;i&gt;ex aequo et bono&lt;/i&gt;. Pada Agustus 2008 silam, majelis hakim PN Jakarta Pusat memutuskan hak pedagang Pasar Tanah Abang untuk mendapatkan prioritas membeli kios atas dasar&amp;nbsp;&lt;i&gt;ex aequo et bono&lt;/i&gt;. Atas nama keadilan, majelis menilai para pedagang adalah pemilik sah dari kios yang dibongkar Pemda. Karena itu, pedagang tetap berhak mendapatkan ruko semula.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 12pt 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sudah banyak contoh tentang putusan-putusan Ex aequo et bono, diantaranya&amp;nbsp; perkara Gugatan rekonvensi Sukri Tabrani Daeng vs PT Pilar Nusanrata, (2345 K/Pdt/2008) yang bahkan berhak atas aset dan rumah yang ia miliki setelah melunasi harta tanah yang telah disepakati sebelumnya, kemudian hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Jakarta memutus hak-hak karyawan demi keadilan, juga putusan tentang pengabulan sebagian gugatan Tim Advokasi Korban Ujian Nasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="status action"&gt;&lt;b&gt;JGTFF2PPU25H&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6852190218499035072-7935778666271479385?l=blogperadilan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogperadilan.blogspot.com/feeds/7935778666271479385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/ex-aequo-et-bono.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/7935778666271479385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6852190218499035072/posts/default/7935778666271479385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogperadilan.blogspot.com/2011/05/ex-aequo-et-bono.html' title='Ex Aequo et Bono'/><author><name>Fathony, Ade Firman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09784464883366580634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1SgvO7fczCs/Tdm9p73EowI/AAAAAAAAAGE/6u6Ht9-wweM/s72-c/Ex+Aequo+et+Bono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6852190218499035072.post-8238949069003169348</id><published>2011-05-22T05:32:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T05:37:56.886-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Perdata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perceraian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengadilan Agama'/><title type='text'>Hukum Talak Tiga dalam Satu Lafadz</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ZX2WkMjZ-CA/TdkCF9awHbI/AAAAAAAAAGA/HlSx6GZaRL0/s1600/Talak+Tiga.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZX2WkMjZ-CA/TdkCF9awHbI/AAAAAAAAAGA/HlSx6GZaRL0/s200/Talak+Tiga.jpg" width="170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Thalaq ialah suami melepaskan ikatan nikah dari istri dengan mengucapkan lafadz yang tertentu, misalnya dengan perkataan: “Engkau ku talak!”. Dengan ucapan ini ikatan nikah menjadi lepas, artinya suami isteri telah bercerai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Jumlah talak yang telah ditetapkan dalam hukum Islam yaitu sampai tiga. Seorang suami berhak mentalak isterinya dari satu sampai tiga kali talak.&lt;/span&gt; Talak satu dan dua boleh ruju’ (kembali) sebelum habis iddahnya, atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; boleh nikah baru (apabila sesudah ‘iddah), sedangkan apabila telah jatuh talak tiga maka suami dan istri tidak dapat rujuk dan menikah lagi (walaupun dengan nikah baru) kecuali si istri yang ditalak tiga telah terlebih dahulu menikah dengan orang lain dan ba’da dukhul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sebenarnya, tidak ada masalah urgen dalam permasalahan talak ini, apabila sang suami mentalak istrinya dengan jalan yang “lurus”, misalnya: “Aku talak kamu”, maka itu talak satu, 5 bulan kemudian si suami mengulangi lagi perkataan: “aku talak kamu”, maka itu talak dua, dan 5 bulan kemudian mengulangi lagi mengatakan: “aku talak kamu”, maka itu talak tiga. Muncul masalah, apabila sang suami langsung berkata dalam satu waktu; “Aku talak kamu dengan talak tiga!”, atau dengan perkataan: “Aku talak kamu, aku talak kamu, aku talak kamu! (diulangi tiga kali)”, maka seperti apakah hukumnya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Terjadi perbedaan pendapat dalam kalangan ulama fiqh tentang talak tiga dalam satu kalimat dan/atau satu waktu dan/atau sekaligus dalam satu waktu (Disarikan dari kitab Bidayatul Mujtahid (Ibnu Rusyd) dan Perbandingan Mazhab dalam Masalah Fiqh (Mahmoud Syaltout dan Ali As-Sais)):&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Talak suami yang dijatuhkan sekaligus dengan kalimat: “&lt;i&gt;Saya talak engkau talak tiga (dan semacamnya)&lt;/i&gt;” mengakibatkan jatuhnya talak tiga. Dasarnya hadist nabi: “&lt;i&gt;Dari Abi Waqqash RA bahwasanya ia bertanya kepada Ibnu ‘Abbas :Apakah engkau tahu, bahwasanya talak tiga (yang diucapkan sekaligus tiga) itu dihukumkan menjadi talak satu pada zaman Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA. Namun ditetapkan hukumnya menjadi talak tiga pada zaman Khalifah Umar bin Khattab RA? Lalu Ibnu ‘Abbas menjawab : Ya&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Jumhur fuqaha berbagai negeri berpendapat bahwa thalaq dengan lafadz tiga kali hukumnya adalah hukum talak ketiga. Dasarnya adalah ayat Al-Qur’an yang membahas mengenai talak tidak membedakan antara menjatuhkan satu talak atau lebih.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dasar dari hadist, salah satunya adalah Hadist Ibnu Umar: “&lt;i&gt;ia berkata : Maka saya bertanya : Wahai Rasulullah, kalau saya telah mentalaknya dengan talak tiga, bolehkah saya rujuk kepadanya ? Rasulullah menjawab : Artinya : “Tidak. Ia sudah ba’in dan kalau rujuk menjadi maksiat&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Juga Hadist Fatimah binti Qais: “&lt;i&gt;Suamiku telah mentalak tiga, maka Rasulullah tidak mewajibkannya memberi tempat tinggal dan nafkah untukku”. Mereka mengatakan : Kalaulah talak itu sama sekali tidak jatuh atau hanya jatuh satu sebagai talak raj’iy, tentulah tidak gugur haknya mengenai tempat tinggal dan nafqah&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Hukum dari talak seperti itu adalah hukum talak sekali, dan lafadz tidak ada pengaruhnya dalam hal itu. Hujjah mereka adalah zhahir firman Allah Ta’ala, “&lt;i&gt;Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali&lt;/i&gt;”. (QS. Al-Baqarh 229). Sampai firman-Nya tentang talak ketiga : “&lt;i&gt;Apabila suami mencerainya untuk ketiga kalinya, maka perempuan itu tidak halal baginya hingga kawin dengan suami yang lain&lt;/i&gt;”. (QS. Al-Baqarah 230). Orang yang mencerai dengan lafadz yang bermakna cerai sebanyak tiga kali berarti jatuh talak sekali, bukan talak tiga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Alasan lain adalah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, dan Muslim dari Ibnu Abbas: “&lt;i&gt;Talak di masa Rasulullah SAW, Abu Bakar dan dua tahun dari kekhalifahan Umar, t
