Tuesday, June 2, 2015

Majalah Badilag Edisi Keenam (Mei 2015)

Majalah Badilag Edisi Keenam akhirnya terbit, sebagai feedback dari konsep Access to Justice yang telah dilaksanakan selama ini, dan sebagaimana termaktub dalam Blue Print Mahkamah Agung 2010-2034 . (Cek Majalah Badilag sebelumnya, di artikel Majalah Badilag Edisi Pertama dan Majalah Badilag Edisi Kedua, Majalah Badilag Edisi Ketiga, Majalah Badilag Edisi keempat, dan Majalah Badilag Edisi Kelima  )

Edisi kali ini mengangkat Laporan Khusus tentang Access To Justice Mahkamah Agung, terutama Peradilan Agama, dalam empat rubrik: Akses Keadilan Kelompok Rentan; Memaparkan tentang kendala masyarakat (terutama masyarakat miskin) dalam mengakses Keadilan di Pengadilan, Jejak Access To Justice; Kiprah Peradilan Agama dalam program Access To Justice 5 tahun terakhir, Putusan Sebagai Gugus Keadilan; Komitmen Hakim dalam Putusan terhadap jaminan Access To Justice , dan Menggapai Pencapaian Yang Lebih Baik; Hipotesa bentuk pengembangan Access To Justice yang dapat dilakukan dimasa yang akan datang.

Rubrik lain yang disuguhkan antara lain rubrik Judex Jurist (Putusan Kasasi ttg Kedudukan Ahli Waris Pengganti) dan rubrik Judex Facti (Putusan Pengadilan Agama Singaraja dalam perkara wakaq tentang Putusan perdamaian atau yang dikuatkan dengan putusan pengadilan (acta van dading)). 

Disuguhkan pula rubrik Anotasi Putusan, sebuah rubrik tentang analisa putusan yang telah berkekuatan hukum tetap oleh para akademisi, dalam edisi kali ini ditulis oleh Dr. JM Muslimin, MA (Ketua Program Magister Pengkajian Islam Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Ciputat) Analisis terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 329 K/Ag/2014 tentang Status Anak Di Luar Nikah.


Rubrik tetap lain, Putusan Mancanegara, mengangkat dua tulisan, pertama membahas tentang Cara-cara Hakim di Pengadilan Amerika Serikat membuat Putusan untuk mensiasati kelemahan Legal Reasoning (pertimbangan hukum) sebuah putusan, dan tulisan kedua Putusan Mancanegara membahas tentang Peradilan Agama di Sistem Peradilan Negara Yordania.

Pada rubrik opini, silahkan dinikmati tulisan dari dari M. Nur Hasan Latief (PNS Pengadlan Agama Wates Yogyakarta), membahas tentang Reaktualisasi Hukum Acara Peradilan Agama Dalam Sengketa Perbankan Syariah (juara I lomba penulisan karya ilmiah di lingkungan peradilan agama untuk kategori kepaniteraan dalam rangka memperingati 25 tahun Undang-Undang Peradilan Agama)
Seperti edisi-edisi sebelumnya, edisi kali ini juga menampilkan beberapa profil tokoh: Di rubrik Wawancara Khusus ada Drs. H. Abdul Manaf, S.H., M.H. [Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung], di rubrik Tokoh Kita ada profil Dr. H. Habiburrahman, M.Hum (Hakim Agung Mahkamah Agung RI), dirubrik Tokoh Bicara ada profil Lies Marcoes (Peneliti, trainer, penulis buku Menolak Tumbang Narasi Perempuan Melawan Pemiskinan, Insist-AIPJ, 2014), dan di rubrik Sosok ada Dr. Chandra Setiawan, M.M., Ph.D (Rektor President University).
 
Dalam rubrik Postur diangkat 2 bahasan: 1. Gambaran tentang kenaikan perkara yang ditangani oleh Peradilan Agama 10 tahun terakhir, dan, 2. Eksistensi Kaum Hawa di lingkungan Peradilan Agama.

Dimuat juga rubrik Insight mengangkat sosok tokoh Cate Sumner (Lead Adviser Legal Identity Program di Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ, aktivis Access To Justice Asia Pasifik), Program Prioritas, PA Inspiratif, Ibrah, Kisah Nyata, Resensi, Ekonomi Syariah, Jinayah, Pojok Dirjen, dan beberapa rubrik menarik lainnya.

Pada edisi ini juga ada sajian baru, berupa menu Aktual, membahas tentang Rancangan Undang-undang Contempt Of Court.

Majalah Peradilan Agama edisi keenam ini dapat diunduh gratis dari portal resmi Ditjen Badilag, www.badilag.net atau bisa diunduh di https://goo.gl/EjdFX5.

Untuk koleksi seluruh edisi Majalah Peradilan Agama dapat dilihat di halaman Download

Semoga bermanfaat.

Regards.
Share this history on :
Comments
1 Comments

1 Komentar:

Ibu Karen said... GM

Alhamdulillah semoga atas bantuan ki witjaksono terbalaskan melebihi rasa syukur kami saat ini karna bantuan aki sangat berarti bagi keluarga kami di saat kesusahan dengan menanggun 9 anak,kami berprofesi penjual ikan di pasar hutang saya menunpuk di mana-mana sempat terpikir untuk jadikan anak bekerja tki karna keadaan begitu mendesak tapi salah satu anak saya melihat adanya program pesugihan dana gaib tanpa tumbal kami lansung kuatkan niat,Awalnya suami saya meragukan program ini dan melarang untuk mencobanya tapi dari yg saya lihat program ini bergransi hukum,Saya pun tetap menjelaskan suami sampai dia ikut yakin dan alhamdulillah dalam proses 1 hari 1 malam kami bisa menbuktikan bantuan aki melalui dana gaib tanpa tumbal,Bagi saudara-saudaraku yg butuh pertolongan
silahkan hubungi
Ki Witjaksono di:O852-2223-1459
lebih jelas Kunjungi blog
klik-> PESUGIHAN TANPA TUMBAL

Post a Comment

Disqus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...